Melihat Kehidupan Muslim di Selandia Baru

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 15 Maret 2019 19:00
Melihat Kehidupan Muslim di Selandia Baru
Terhubunga dengan imigran.

Dream - " Setelah tinggal 12 tahun di Selandia Baru, saya mengatakan bahwa negara ini secara umum aman dan ramah terhadap imigran," tulis warga Selandia Baru keturunan Malaysia, Andrew Lim, di laman Quora.

Sebagai seorang non-Muslim, Andrew punya pengalaman melihat komunitas Muslim. Andrew menyebut, Muslim diterima baik di negara itu. Kaum Muslim, kata dia, memang kebanyakan berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Timur Tengah.

" Warga lokal kulit putih dan (suku) Maori yang jadi mualaf juga ada," tambah dia.

Islam di Selandia Baru memang terbilang agama minoritas. Sensus yang digelar pada 2013 menyebut, populasi penduduk beragama Islam di negara itu berjumlah 1,1 persen. " Sementara itu data warga yang tidak beragama 38,5 persen," tulis data CIA.

Tekanan menjadi minoritas di negara tersebut nyata terjadi. Sejumlah Muslimah pernah mengalami diskriminasi akibat jilbab dan niqab yang dipakai.

Hamda Barkhad salah satunya. Ketika menjajal niqab dia mendapat pandangan aneh. " Orang-orang di jalanan dan di toko mengamatiku seolah aku orang Mars," kata Hamda, dikutip dari Radio NZ.

Keturunan Ethiopia yang lahir di Somalia itu mengatakan, " tugasnya berat."

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
Jadwal Ujian Nasional 2019