Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Protes Pelarangan Hijab Di Pengadilan Bosnia (arabnews.com)
Dream - Pengadilan Bosnia mengeluarkan larangan menggunakan hijab dalam persidangan. Larangan itu lantas memicu protes yang dilakukan oleh para muslimah di negara pecahan Uni Soviet itu.
" Larangan menggunakan hijab pada institusi peradilan merupakan serangan serius terhadap kehormatan, kepribadian dan identitas Muslim, pelanggaran yang bertujuan merampas hak mereka untuk bekerja," ujar aktivis Muslimah, Samira Zunic Velagic.
Keputusan dikeluarkan oleh Dewan Pengadilan Tinggi Bosnia yang melarang penggunaan simbol-simbol keagamaan di lingkungan pengadilan. Larangan ditujukan kepada para hakim maupun panitera di lembaga peradilan.
Meski tidak secara terang menyebut hijab, larangan itu tetap menuai polemik. Sejumlah politisi dan pemimpin agama Islam bahkan sampai mengutuk larangan tersebut.
Sejumlah Muslimah pun sempat mendatangi gedung Pengadilan Tinggi. Mereka menggelar aksi protes atas kebijakan pelarangan itu dan menyebutnya sama dengan membatasi hak seorang Muslimah, untuk dapat bekerja tanpa harus meninggalkan keyakinan mereka.
" Kami datang ke sini untuk mengatakan kami bukan korban hijab ini. Kami datang untuk mempertahankan hak kami. Ini mahkota kami, kebebasan kami, kehormatan kami," kata ibu rumah tangga yang selalu mengenakan hijab, Elisa Hamovac, 33 tahun.
Muslim menempati porsi 40 persen dari total penduduk Bosnia yang mencapai 3,8 juta. Kebanyakan dari mereka adalah moderat dan yang lainnya adalah Nasrani.
Hijab telah dilarang oleh otoritas komunis sejak Bosnia menjadi bagian dari Yugoslavia hingga tahun 1992 saat negara ini mendeklarasikan kemerdekaan. Sekarang, banyak Muslimah mengenakan hijab.
(Ism, Sumber: arabnews.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya