Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelarian tahanan pendamping Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Sidoarjo, HS berakhir dengan tragis. Sempat bersembunyi beberapa jam setelah melarikan diri, HS tertangkap di lemari rumahnya.
" Benar petugas sudah berhasil menangkap narapidana tersebut," kata Kepala LP Sidoarjo, Mohammad Susanni, kepada Liputan6.com, Jumat, 22 Februari 2019.
Susanni mengatakan, kaburnya narapidana kasus perlindungan anak itu bermula ketika dia hendak membuang sampah pada pukul 16.00 WIB. Kegiatan tersebut biasa dilakoni HS tiap pagi dan sore hari dengan pengawalan petugas LP.
Tetapi, HS memiliki rencana melarikan diri pada sore itu.
" Setelah buang sampah dan mau masuk pintu, dia menghampiri temannya untuk meminjam korek api. Namun, dijawab tidak ada oleh rekannya. Nah, pada saat bersamaan dia langsung lari ke jalan raya," ucap dia.
HS terpantau lari ke arah utara alun-alun Sidoarjo. Dia juga terlihat sempat melepas baju tahanannya.
Kepala Sub Sie Pembinaan Kemasyarakatan LP Sidoarjo, Rudi Kristiawan, memimpin pengejaran. Pukul 16.30 WIB, petugas sempat memantau HS di depan masjid besar Gedangan Sidoarjo.
Petugas melihat HS telah mengenakan kaus kuning dan topi bersama adik kandungnya.
" Setelah diikuti ternyata mereka masuk ke perkampungan dekat stasiun Gedangan. Lalu, keduanya masuk ke sebuah rumah yang diketahui rumah napi dan orangtuanya," kata dia.
Keberadaan HS terpantau petugas lantaran suara keras yang berasal dari lemari tempat tinggalnya. Suara itu memancing kecurigaan petugas.
" Jadi, dia sempat bersembunyi di dalam lemari," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya