Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pemakaman Jenazah COvid-19 (Foto: Liputan6.com)
Dream - Aksi suami berinisial SE (42) membawa pulang jenazah sang istri, O (38), yang dinyatakan positif Covid-19 membuat geger. Warga Desa Pelokan, Mukomuko, Bengkulu itu membawa jenazah sang istri dengan motor.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa 3 Agustus 2021. SE membawa jenazah O dengan motor karena tidak mendapatkan mobil ambulans dari RSUD setempat. keluarga SE, Indra Taufik (45), menjelaskan kronologi peristiwa itu.
Menurut Taufik, pada Senin 2 Agustus 2021, O yang mengidap penyakit gula dan sering berobat dilarikan ke RSUD lantaran penyakitnya kambuh. O sempat menjalani perawat di rumah sakit, namun menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Pada saat hendak mengurus jenazah, O dinyatakan positif terinfeksi virus corona, sehingga pemulasaraan harus mengikuti standar penanganan jenazah Covid-19. Namun keluarganya menolak.
Menurut Taufik, jika keluarga menolak pemulasaraan jenazah dengan standar protokol Covid-19, maka pihak rumah sakit tidak akan menyediakan ambulans. Sehingga jenazah dipulangkan menggunakan sepeda motor.
" Memang waktu O masuk rumah sakit Senin siang itu, sempat menjalani tes cepat Covid-19 dan kata positi. Keluarga tidak percaya yang bersangkutan terjangkit virus corona karena almarhumah jarang keluar rumah dan sekitarnya tidak ada yang terjangkit virus ini," jelas Taufik.
Direktur RSUD Mukomuko, Syafriadi, membenarkan adanya pasien yang dibawa keluarganya dengan menggunakan motor. Menurutnya, kejadian itu hanya ada miskomunikasi antara petugas RSUD dan pihak keluarga.
Jenazah dinyatakan positif Covid-19 sesusai tes cepat antigen. Awalnya keluarga setuju jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19, namun karena hari sudah malam, petugas yang mengurus jenazah saat itu belum siap.
" Setelah saya klarifikasi dengan petugas-petugas, menurut penilaian saya, pihak keluarga tidak sabar. Kita akui petugas yang mengurus jenazah tidak standby. Harus dihubungi dulu," ujar dia dikutip dari Merdeka.com, Selasa 3 Agustus 2021.
Dalam penjelasannya, Syafriadi secara tegas mengatakan selalu berupaya memberikan pelayanan berupa ambulans bagi pasien yang meninggal di RSUD Mukomuko.
Ia juga menambahkan, mobil ambulans di RSUD siap 24 jam dan pemulasaraan pasien Covid-19 juga tidak ada kendala termasuk peti mati serta perlengkapan lainnya.
" Tidak benar jika ada yang mengatakan RSUD enggan memfasilitasi mobil ambulans. Menurut saya, kejadian ini karena ada miskomunikasi," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya