Nomor Ponsel Dicuri, Rekening Wartawan Senior Ilham Bintang Dikuras

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 20 Januari 2020 16:00
Nomor Ponsel Dicuri, Rekening Wartawan Senior Ilham Bintang Dikuras
Modus kejahatan ini mencengangkan banyak orang.

Dream - Wartawan senior, Ilham Bintang, menjadi korban kejahatan siber. Nomor ponselnya dicuri dan uang di rekening pun dikuras.

Ilham membagikan kabar itu melalui Facebook. Dalam unggahan 17 Januari 2020, dia mengatakan, ada seorang lelaki yang mendatangi gerai Indosat Bintaro Jaya Xchange pada Jumat 3 Januari 2020 pukul 21.02 WIB. Lelaki itu ingin mendapatkan sim card dengan nomor Ilham Bintang. Caranya dengan menukar kartu baru.

" Dalam CCTV proses mendapatkan kartu itu hanya sekitar 7 menit. Dimulai 20.54 sekian detik. Kelar 21.02 WIB," kata Ilham, diakses Senin 20 Januari 2020.

Ilham menyebut, tidak tampak ada proses verifikasi sebagaimana lazimnya. menurut dia, pihak Indosat menyebut petugasnya lupa memfotokopi KTP pria yang melakukan penukaran sim card tersebut.

" Akibat dari kejadian itu luar biasa. Rekening saya di Commonwealth Bank dikuras habis, 98 transaksi. Beberapa transaksi di kartu kredit BNI, Citibank, dan BCA," ujar dia.

1 dari 6 halaman

Menutup Rekening

Akibat aksi pembobolan ini, Ilham Bintang segera menutup rekeningnya di Commonwealth Bank dan menarik deposito di bank tersebut.

Dia menyatakan protes keras karena sejak 6 Januari 2020 sampai 17 Januari 2020 belum ada pernyataan empati maupun maaf karena proses pembobolan tersebut.

" Tapi pada kejadian pembobolan 6 Januari lalu, hanya dalam waktu beberapa jam saja uang tabungan saya terkuras habis. Rasanya tidak masuk akal, namun begitulah faktanya. Karena komit pada perlindungan masyarakat, maka penutupan rekening dan penarikan deposito saya umumkan di sini supaya seluruh masyarakat bisa menarik pelajaran berharga," tulis dia.

Ilham telah melaporkan kasus ini ke polisi. 

2 dari 6 halaman

SIM Card

Kepada Liputan6.com, pakar keamanan siber, Pratama Pershada, mengatakan, kemungkinan paling besar kasus ini yaitu kebocoran data nasabah perbankan.

" Soal datanya bisa didapat dari mana, ada banyak kemungkinan, ada jaringan yang memang mengumpulkan dan memperjualbelikan data nasabah," kata Pratama.

Menurut Pratama, data nasabah itu biasanya lengkap, dari nomor rekening hingga nomor telepon yang dipakai untuk membantu proses internet banking.

Pelaku melakukan dua tahap. Pertama mengambil alih nomor korban. Pelaku datang ke kantor Indosat dan meminta pergantian SIM card.

" Ke dua, setelah pelaku berhasil mendapatkan sim card korban dengan 'bantuan' provider, maka pelaku bisa melakukan proses pengambilan uang," kata dia.

Di proses ini, lanjutkan dia, sistem perbankan benar-benar diuji. Umumnya perbankan untuk internet banking memberikan token khusus untuk OTP. Tapi, masih banyak juga yang menggunakan SMS untuk proses transaksi.

" Bisa juga para pelaku melakukan pendaftaran SMS dan internet banking bila pemilik rekening belum memiliki fasilitas tersebut. Dengan tools itu pelaku bisa melakukan transfer ke rekening mereka dan menguras rekening korban," ucap dia.

3 dari 6 halaman

Hati-Hati dengan Aplikasi Ini, Bisa Sedot Uang di Rekeningmu

Dream - Peneliti keamanan internet memeringatkan bahaya aplikasi papan ketik pihak ke tiga Android, Ai.type. Aplikasi ini secara diam-diam mendaftarkan penggunanya untuk pembelian jutaan konten premium tanpa izin.

Menurut The Next Webperusahaan teknologi seluler, Upstream, mengungkap bahwa aplikasi Ai.type telah diunduh lebih dari 40 juta kali. Meski telah dihapus dari Google Play Store, pengguna aplikasi ini masih aktif.

Aplikasi Ai.type kerap mengirim iklan yang tak terlihat dan menghasilkan klik palsu. Aplikasi ini mengakses ke perpesanan, foto, video, dan kontak, serta penyimpanan perangkat.

" Ai.type melakukan beberapa aktivitas menyamar dengan identitas lain, termasuk menyamar untuk menipu aplikasi populer seperti Soundcloud. Trik aplikasi ini juga termasuk menyebabkan lonjakan aktivitas mencurigakan yang pernah dihapus dari Google Play Store," kata para peneliti.

Secara keseluruhan, Upstream mendeteksi 14 juta permintaan transaksi mencurigakan dari 110.000 perangkat yang mengunduh keyboard Ai.type. Aplikasi ini berpotensi memakan korban kolektif dengan total kerugian sebesar US$18 juta, setara Rp252 miliar.

Aktivitas penggunaan papan ketik ini tercatat di 13 negara. Angka ini secara signifikan meningkat di Mesir dan Brasil. Ai.type menjadi pembahasan karena kasus kebocoran data sebanyak 31 juta pengguna pada 2017.

Belajar dari pengalaman ini, selama beberapa bulan terakhir, toko aplikasi resmi iOS dan Android menemukan beberapa aplikasi yang melakukan penipuan dengan iklan.

4 dari 6 halaman

Heboh! Google Play Store Disusupi Virus Joker, Segera Hapus 24 Aplikasi Ini

 IlustrasiIlustrasi © Shutterstock

Dream - Para pengguna Android tengah dibuat ketar-ketir dengan beredarnya ancaman serangan virus jahat. Tak tanggung-tanggung, total ada 24 aplikasi yang diketahui telah disusupi malware di toko resmi Google Play Store!

Bernama Joker, malware ini akan membuat kamu melakukan langganan dan pembelian produk tertentu secara diam-diam.

Program jahat ini juga bisa menyimulasikan klik iklan, mengintip isi pesan teks di ponsel, hingga mencuri informasi perangkat dan daftar kontak.

Malware ini pertama kali ditemukan oleh periset keamanan CSIS Group, Aleksejs Kuprins, dan ditulis melalui Medium.com.

" Sejauh ini kami menemukan keberadaan Joker di 24 aplikasi yang secara keseluruhan telah terpasang lebih dari 427.000 kali," ujar Kuprins.

5 dari 6 halaman

Menyerang Indonesia

Kuprins juga mengungkap bahwa Joker hanya mengincar korban dari negar-negara tertentu. Sayangnya Indonesia menjadi salah satu yang ditargetkan.

Selain Indonesia, total ada 37 negara dari berbagai benua yang menjadi incaran Joker. Termasuk AS, Mesir, Perancis, Jerman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Malaysia, dan Singapura.

Belum diketahui siapa dalang di balik virus Joker ini. Akan tetapi, jika dilihat dari kode bot, komentar, komando, dan server kontrol, transkripnya ditulis dalam bahasa Mandarin.

Nama " Joker" berasal dari salah satu server pengendali (C&C) sang malware. Pihak Google dilaporkan telah menghapus ke-24 aplikasi yang ditunggangi Joker dari Play Store.

Apabila sempat memasangnya di perangkat, CSIS mengimbau pengguna Android untuk segera menghapus aplikasi-aplikasi dimaksud.

Berikut daftar selengkapnya.

6 dari 6 halaman

Daftarnya

1. Beach Camera 4.2 
2. Mini Camera 1.0.2 
3. Certain Wallpaper 1.02 
4. Reward Clean 1.1.6 
5. Age Face 1.1.2 
6. Altar Message 1.5 
7. Soby Camera 1.0.1 
8. Declare Message 10.02 
9. Display Camera 1.02 
10. Rapid Face Scanner 10.02 
11. Leaf Face Scanner 1.0.3 
12. Board Picture editing 1.1.2 
13. Cute Camera 1.04 
14. Dazzle Wallpaper 1.0.1 
15. Spark Wallpaper 1.1.11 
16. Climate SMS 3.5 
17. Great VPN 2.0 
18. Humour Camera 1.1.5 
19. Print Plant scan 
20. Advocate Wallpaper 1.1.9 
21. Ruddy SMS Mod 
22. Ignite Clean 7.3 
23. Antivirus Security - Security Scan, App Lock 
24. Collate Face Scanner

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna