Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Test Covid-19 (Foto :ShutterStock)
Dream - Pemerintah meluncurkan aturan tentang tes yang dilakukan untuk mendeteksi virus corona. Bukan lagi rapid test sebelumnya yakni rapid test serologi tapi rapid test antigen.
Tapi tidak semuanya memahami tentang perbedaan antara rapid test serologi dan rapid tes antigen. Dokter RSCM, Shela Putri Sundawa, menjelaskan perbedaan dari rapid test tersebut.
Ia mengatakan, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang antigen. Menurutnya, antigen adalah sesuatu yang dapat memicu reaksi sistem imun. Bentuk antigen itu macam-macam, ada yang bagian dari virus, bakteri, polen, zat kimia, dan substansi-substansi lain dari lingkungan.
" Dari definisi aslinya, antigen adalah sesuatu yang dapat memicu reaksi sistem imun. Bentuk antigen itu macam-macam ada yang bagian dari virus, bakteri, polen, zat kimia dan substansi-substansi lain dari lingkungan," tulis Shela Putri Sundawa pada akun twitternya, dikutip Dream, Minggu 20 Desember 2020.
Shela Putri ingin mempermudah penjelasannya dengan mengibaratkan suami Inul Daratista yakni Adam Suseno. Dokter asal Bojonegoro ini mengibaratkan Adam Suseno sebagai virus sedangkan kumisnya itu adalah antigennya.
" Dalam konteks rapid test antigen COVID-19--> antigen di sini merujuk pada bagian di virus COVID-19, bisa bagian apapun tapi dipilih yang paling mewakili si virus. Misal, kalo virus COVID-19 itu diibaratkan mas Adamnya mba Inul, antigennya itu kumisnya," ucapnya.
Tapi karena bagian kumisnya yang dicek, berarti bisa saja ada kumis mirip Adam Suseno di orang lain yang dikira sebagai Adam Suseno oleh pemeriksaan rapid test antigen ini. Bisa juga sebaliknya.
" Karena cuma potongan tubuh yaitu kumisnya aja yg dicek, berarti bisa banget nih ada kumis mirip Mas Adam di orang lain yang dikira sebagai Mas Adam oleh pemeriksaan rapid test antigen ini. Bisa juga sebaliknya," lanjut Shela.
Kemudian Shela mengibaratkan lagi saat Adam Suseno pindah rumah tapi kumisnya tidak dibawa. Begitu ada petugas ke rumahnya yang dikenal kumisnya dan ada kumis berarti ada Adam maka si petugas ini akan tertipu. Shela menyebut namanya false positif yaitu terdeteksi positif tapi sebenarnya tidak.
" Nah terus bedanya apa sama rapid test yang dulu? Bedanya rapid test yg dulu yang diperiksa adalah serologi alias reaksi imunnya yg terjadi setelah terpapar virus COVID-19. Reaksi imun ini terjadi spesifik untuk virus COVID-19 tapi sayangnya butuh waktu untuk menjadi positif," tuturnya.

Shela mengatakan virus sudah masuk ke tubuh tapi reaksi imunnya masih dimasak dan belum menghasilkan antibodi untuk Covif-19. Jadi tentu ada jeda waktu dari benar terinfeksi dengan terdeteksi dan jedanya bisa sampai dua minggu.
Ia mengibaratkan Adam Suseso sebagai virus dan rumah adalah tubuh. Maka, kata Shela, yang seharusnya di caribukan Adam tapi rekasi dari Adam saat masuk ke rumah itu seperti apa.
" Jadi kalo diibaratkan Mas Adam ini adalah virusnya, dan rumah adalah tubuh kita, maka yg kita cari bukan Mas Adamnya tapi reaksi yg menunjukkan Mas Adam masuk ke rumah. Salah satu bentuk reaksinya saat ada di rumah misal membuat video TikTok bareng Mba Inul," kata dia.

Shela menjelaskan lebih dalam lagi mengenai rapid test antigen dan rapid test serologi yang dulu. Jika rapid test antigen sampel diambil dari nasofaring mirip seperti swab PCR, sedangkan rapid test serologi yang lama menggunakan sampel darah. Ia kemudian menjelaskan secara rinci tentang perbedaannya.
Satu cari bagian tubuh, satu cari reaksi tubuh kalau ada yang masuk. Karena rapid test antigen mencari bagian tubuh dicarinya harus di tempat bersarangnya yang paling banyak yaitu nasofaring atau bagian hidung yang dalam.
" Kalo yg dicari reaksi tubuh terhadap virus dalam hal ini antibodi maka tempat paling baik untuk mencarinya adalah di darah. Oleh karena itu sampel yang diambil pun adalah darah," ucapnya.

Kemudian Shela mengatakan salah satu keunggulan dari rapid test antigen dari rapid test serologi adalah kecepatan deteksinya. Kalo rapid test serologi musti tunggu orang yang terinfeksi masuk hari ke tujuh ke atas buat hasilnya positif, rapid test antigen bisa menunjukkan sejak awal orang itu terinfeksi.
Shela juga menyebutkan kekurangan dari rapid test antigen, jika virusnya sudah mati maka reaksi dari rapid test antigen di dalam tubuh masih terdeteksi dan positif.
" Tapi nih rapid test antigen juga ada kekurangannya, misal virus nya uda mati cuma jasad dan potongan tubuhnya masih di badan kita, itu masih dapat terdeteksi sebagai positif. Karena dia ga bisa bedain potongan beneran apa virusnya yg masih hidup," tuturnya.
" Ya kira-kira begitu skema sederhana tentang beda kedua rapid test itu, semoga dapat sedikit memberi pencerahan. Silahkan jika ada yang ingin menambahkan," imbuhnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Pemerintah Provinsi DKI mewajibkan siapa saja yang hendak masuk Jakarta melalui jalur udara untuk menunjukkan bukti negatif Covid-19 dari hasil swab test PCR ataupun rapid test antigen. Kebijakan ini berlaku terhitung mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.
" Untuk rapid test antigen itu menjadi kebijakan nasional, misal naik maskapai A membeli tiket biasanya itu sudah dipersyaratkan, mulai tanggal 18 Desember," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, dikutip dari Merdeka.com.
Tetapi, Syafrin menjelaskan kebijakan ini tidak berlaku untuk warga dengan mobilitas harian keluar masuk Jakarta. Hanya berlaku untuk masyarakat yang bepergian keluar kota menggunakan transportasi umum.
" (Mobilitas keluar masuk di Jakarta) tidak. Jadi, bagi calon penumpangnya yang wajib menyertakan hasil rapid test antigen," ucap dia.
Pernyataan Syafrin ini menjelaskan keputusan yang diambil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhur Binsar Panjaitan.
Dalam rapat tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan Pemprov akan menerapkan kewajiban rapid test antigen untuk masyarakat yang akan masuk Jakarta lewat jalur udara pada 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.
" Kami memberlakukan hal ini, Pak Menko, dan saya harap di satu kawasan Jabodetabek juga diberlakukan policy yang sama," kata Anies dalam rakor yang digelar virtual pada Selasa, 15 Desember 2020.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Pemerintah meminta DKI Jakarta diminta memperketat kebijakan work from home atau bekerja dari rumah. Kapasitas pekerja dari rumah diupayakan hingga 75 persen terhitung mulai 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.
" Membatasi jam operasional hingga pukul 19.00 WIB serta membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mal, dan tempat hiburan," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, saat Rakor Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, secara virtual.
Tak hanya itu, pusat perbelanjaan diimbau memberikan keringanan rental dan service charge untuk tenant. Sehingga pengetatan yang dijalankan pemerintah tidak memberatkan tenant di pusat perbelanjaan.
" Skema keringanan penyewaan dan service charge agar disetujui bersama antara pusat perbelanjaan dan tenant. Contoh di antaranya prorate, bagi hasil, atau skema lainnya," kata dia.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan melarang kegiatan tahun baru yang mengundang kerumunan. Juga untuk perayaan Natal melibatkan banyak orang.
Selain itu, DKI juga memberlakukan kewajiban rapid test antigen untuk masyarakat yang masuk melalui jalur udara. Dia berharap kebijakan ini turut diberlakukan di Jabodetabek.
" Kami memberlakukan hal ini, Pak Menko, dan saya harap di satu kawasan Jabodetabek juga diberlakukan policy yang sama," kata Anies.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya