Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: YouTube/BNPB Indonesia)
Dream - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan jajaran TNI-Polri, Kementerian Kesehatan, dan BNPB akan berupaya meningkatkan tracing Covid-19 agar memenuhi standar yang diterapkan World Health Organization (WHO) yakni 1:30.
Untuk saat ini, Hadi mengatakan kemampuan penelusuran seseorang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19 baru 1:1, atau jauh dari standar ideal WHO.
" Kalau kita ketahui bersama sesuai standar WHO dalam pelaksanaan tracing kontak erat itu adalah rasionya 1 banding 30. Namun di Indonesia saat ini baru bisa dilaksanakan 1 banding 1, 1 yang terkonfirmasi dan 1 yang kita laksanakan tracing kontak erat," ujar Hadi saat jumpa pers yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin, 26 Juli 2021.
Upaya yang dilakukan oleh TNI-Polri, Kementerian Kesehatan, BNPB agar bisa memenuhi standar WHO untuk Tracing Covid-19 adalah dengan memperbanyak petugas tracer.
Saat ini TNI memiliki 63.000 tenaga tracer yang tersebar di wilayah wilayah di posko-posko PPKM mikro. Kehadiran mereka untuk membantu kepala puskesmas bidang desa untuk melaksanakan tracing kontak erat untuk masyarakat.
Sementara untuk mengatasi minimnya jumlah petugas tracer, dinas kesehatan memberikan pelatihan pada tracer digital. Dengan pelatihan tersebut diharapkan natinya para tracer akan semakin mudah melakukan Tracing Covid-19.
“ Tujuannya adalah untuk mempermudah pelaksanaan tracing kontak erat,” imbuhnya.
Hadi juga menjelaskan alur tracing yang selama ini dilakukan ketika menemukan pasien positif Covid-19.
“ Setelah mendapatkan notifikasi dari Kadinkes, kemudian tracer digital akan mewancarai pada masyarakat yang harus kita tracing karena terjadi kontak erat, dengan menggunakan alat komunikasi wa maupun handpone. Namun ketika terjadi kendala maka Babinsa dan Babinkantipmas, serta bidan desa akan secara manual mendatangi masyarakat yang disilnyalir atau terpapar covid-19,” ujarnya
Hadi yakin dengan kerja keras dari seluruh elemen, baik itu individu, kelompok dan seluruh komponen masyarakat, maka permasalahan dari kasus covid-19 akan bisa ditekan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya