Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream- China merupakan negara pertama yang berhasil bebas dari virus corona Covid-19 dan kembali menata kehidupan mereka. Kebijakan lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah China rencananya akan dicabut pada 8 April 2020 mendatang setelah pasien infeksi baru corona mendekati nol kasus.
Dalam beberapa hari terakhir, China tak melaporkan adanya penambahan kasus. Warga Wuhan pun bersiap memulai kembali aktivitasnya, setelah dua bulan menjalani kehidupan di masa lockdown.
Di tengah kabar gembira tersebut, masyarakat dunia justru mendapat kabar yang membuat banyak orang berang. Dunia menyoroti kabar dibukanya kembali pasar hewan di China. Pemerintah China mengizinkan dibukanya kembali pasar hewan yang selama ini diduga sebagai sumber awal munculnya virus corona pada Senin, 30 Maret 2020 lalu.

Ribuan pembeli memadati pasar hewan di China, hal tersebut pertanda bahwa warga China membangun kembali kehidupan mereka pasca pandemic yang sempat membuat masyarakat dunia terpuruk.
Warga berbondong-bondong menuju pasar di Kota Barat Daya Guilin, tempat diadakannya jual beli hewan liar seperti kelelawar, kalajengking, anjing, dan kucing. Padatnya Pasar Guilin menandai kembali normalnya aktivitas masyarakat China.

Pasar hewan ini biasanya menjual kelelawar, hewan yang dipersalahkan atas krisis corona Covid-19 ini, bersama dengan kalajengking, serta anjing dan kucing.
Sejumlah hewan liar yang dijual di sana ditujukan sebagai obat tradisional, demikian menurut penyelidikan yang dilakukan oleh The Mail On Sunday, seperti dilansir dari laman Metro.
“ Kelinci dan bebek disembelih di lantai batu yang kotor sementara anjing dan kucing menunggu di kandang untuk dijual sebagai makanan.” tulisnya dalam artikel.
Sedangkan gambaran di pasar daging lain di selatan kota Dongguan, beberapa penjual obat-obatan dari kelelawar kembali memasang iklan untuk memasarkan produk dagangannya. Di pasar ini lah Covid-19 diyakini infeksi virus covid-19 bermula. Virus ini diyakini menular ke manusia dari hewan kelelawar dan kasus pertama melibatkan orang-orang yang pernah berada di pasar Wuhan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya