Cegah Mudik, Jokowi Pertimbangkan Geser Libur Lebaran

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 2 April 2020 16:50
Cegah Mudik, Jokowi Pertimbangkan Geser Libur Lebaran
Ada wacana libur nasional hari raya diganti akhir tahun.

Dream - Pemerintah memutuskan tidak melaran masyarakat untuk mudik ke kampung halaman, terutama ketika Lebaran. Tetapi, pemerintah menyadari mudik memperbesar peluang meluasnya penyebaran virus corona.

Untuk mencegah masyarakat mudik, Presiden Joko Widodo menyiapkan sejumlah opsi. Salah satunya menggeser masa libur panjang Lebaran ke waktu lain.

" Saya melihat ini untuk mudik ini dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, ini mungkin bisa dibicarakan," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Skenario selanjutnya dengan memfasilitasi masyarakat yang ingin mudik setelah hari libur nasional diganti. Juga menggratiskan tempat-tempat wisata di daerah.

" Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat," kata Jokowi.

Terkait skenario ini, Jokowi meminta penyiapan secara komprehensif sebelum dilaksanakan. Sehingga, masyarakat bisa tenang meski tidak bisa mudik Lebaran.

" Jangan sepotong-potong atau satu aspek saja atau sifatnya sektoral atau kepentingan daerah saja, tapi dilihat secara utuh baik dari hulu di tengah dan di hilir," kata dia.

1 dari 5 halaman

Masih Dihitung

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan, jajaran menteri sedang melakukan kalkulasi terkait skenario mudik yang disampaikan Jokowi. Menggeser liburan untuk sementara masih jadi opsi.

" Mengenai liburan, ini sedang dihitung," kata Luhut.

Menurut Luhut, masa libur nasional bisa digantikan di akhir tahun. Tetapi, secara teknisnya masih dalam pembahasan di tingkat menteri.

" Nanti mungkin diberikan lebih banyak di akhir tahun atau bagaimana. Sedang dihitung dan dirumuskan teknis," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

2 dari 5 halaman

Pemerintah Tak Jadi Larang Mudik, Tapi...

Dream – Beberapa waktu lalu pemerintah melempar wacana untuk melarang mudik. Kini, pemerintah tak jadi melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2020.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 2 April 2020, ternyata pemerintah memilih untuk “ mengendalikan” pemudik. Mereka menetapkan sejumlah protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona.

" Pemerintah tidak akan melarang mudik, tapi mengendalikan agar pemudik tidak membawa penularan penyakit ke daerah masing-masing," kata kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin, di Jakarta.

Ridwan mengatakan pemerintah tidak keras melarang. " Tapi, akan mengendalikan kalaupun orang pulang kampung mereka tidak membahayakan masyarakat di kampungnya,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Pastikan Mudik dalam Keadaan Bebas Corona

Pemerintah akan memastikan masyarakat yang akan mudik dalam keadaan bebas dari virus corona. Selain itu, pemerintah juga akan mengatur transportasi untuk mudik tidak terlalu padat.

“ Cara yang lain adalah memastikan mereka yang pulang itu sudah dalam keadaan bersih sedang diupayakan. Kemudian dalam tatanan implementasi prinsip jaga jarak secara disiplin. Misalnya akan dikendalikan bus atau kereta jangan sesak, jalanan juga lancar supaya tidak terjadi penumpukan. Ini akan masih dibahas detailnya,” kata dia.

4 dari 5 halaman

Masyarakat Bakal Terima Insentif Jika Tak Mudik

Sementara itu, pemerintah akan memberikan insentif bagi masyarakat yang tidak melakukan mudik atau tetap tinggal di Jakarta. Pemberian bantuan tersebut hingga kini masih terus dimatangkan.

Skema-skema sudah banyak dibicarakan oleh Kementerian Sosial.

" Intinya sudah disiapkan insentif bagi orang-orang yang akan tinggal di Jakarta berupa kebutuhan atau bahan pokok dan beberapa kebutuhan lainnya," kata dia.

5 dari 5 halaman

Pemerintah Kaji Penutupan Akses Tol dalam Ketentuan Larangan Mudik

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden tentang mudik Lebaran 2020. Aturan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 1 April 2020, Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, aturan tentang mudik 2020 itu akandiputuskan dalam rapat yang akan digelar satu kali lagi.

Hasil keputusan dalam rapat terakhir itu nantinya akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Presiden.

 

 © Dream

 

" Ini nanti kita mau rapat terakhir dengan teman-teman, kemudian sekali lagi dilaporkan ke Presiden," kata Luhut melalui video conference.

Luhut mengatakan kebijakan yang dikelurakan pemerintah pada prinsipnya tak ingin menyusahkan masyarakat.

" Intinya tuh begini, Presiden selalu berpikiran begini, orang susah itu jangan ditambahin susah lagi, gitu," kata dia.

Beri Komentar