Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kabar menyedihkan dan miris kembali datang dari dunia pendidikan. Sebuah video beredar di media sosial menampilkan seorang sisi SMA di Sulawesi Utara, jadi korban perundungan (bullying).
Pelakunya adalah teman sekolah dan terjadi di sekolah. Bukan hanya dirundung, siswi tersebut juga mengalami pelecehan seksual. Diketahui kalau hal tersebut terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) mengimbau untuk tidak menyebarkan video tersebut. Bila mendapatkan atau melihat dari media sosial orang lain, jangan menyebarkannya.

" Buat kamu yang masih menyimpan/mengunggah video pelecehan seksual, mohon dihapus dan tidak disebarluaskan lagi. Saat ini, kasusnya sudah didampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Bolaang Mongondow," imbauan Komnas Perempuan yang diunggah melalui akun Twitter resminya.
Dream - Video siswi dilecehkan beramai-ramai di dalam ruangan menghebohkan publik. Informasi yang beredar, pelecehan itu terjadi di salah satu sekolah di wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.
Seperti dilansir Pojoksatu.id, Kepala Seksi Kesejahteraan Anak Dinas Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bolmong, Rahmawati Gomuhong berjanji akan menelusuri video tersebut.

“ Informasi sementara yang kita rangkum, itu terjadi di salah satu SMK yang ada di Bolmong, besok pagi akan kita langsung turun ke sana bersama dengan Forum Anak dan pihak kepolisian, untuk mengkroscek kejadian tersebut,” ucap Rahmawati, seperti dikutip Pojoksatu.id dari Manado Post, Selasa 10 Maret 2020.
Rahma sapaan akrabnya, sangat menyayangkan terjadinya pelecehan tersebut. Ia mengecam tindakan tak terpuji itu.
“ Kejadian itu sangat disayangkan. Saya secara pribadi dan kami sebagai instansi sangat mengecam kejadian tersebut, tidak seharusnya sesama teman melakukan bullying, apalagi hingga pelecehan seperti itu,” kecamnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulut Mieke Pangkong tengah berkoordinasi dengan SKPD terkait di Bolaang Mongondow (Bolmong) untuk mencari tahu lokasi dan asal sekolah dalam video tersebut.

“ Kita sementara berkoordinasi untuk mencari daerah dan sekolah yang ada dalam video. Yang pasti ini akan diseriusi, karena sangat miris apa yang terjadi dalam video,” bebernya.
Pangkong geram lantaran insiden tersebut menimpa remaja perempuan di lingkungan sekolah.
“ Otomatis karena statusnya masih sekolah, ya masih masuk dalam usia anak remaja. Tentu kita sayangkan kenapa bisa seperti itu,” katanya.
“ Tapi saya belum bisa berkomentar banyak, karena belum mendapatkan kepastian, apakah di Sulut atau dimana,” tambahnya.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA) melakukan koordinasi dan menelusuri sumber lokasi kejadian dugaan pelecehan itu.

" Saat ini kami tengah melakukan koordinasi dan penelusuran lebih lanjut dengan dinas PPPA di daerah dan Tim Cyber Crime Bareskrim Polri terkait video tersebut," tulis akun twitter Kementerian PPA.
Kementerian PPPA berterima kasih atas laporan adanya video dugaan kasus pelecehan yang tengah viral itu.
Kementerian PPPA akan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dalam penanganan kasus ini.
" Karena video tersebut menampilkan identitas anak, stop menyebarkan video tersebut ya," tulis akun Kementerian PPPA>
Informasi yang diterima, lima pelaku dugaan pelecehan beramai-ramai itu sudah diciduk kepolisian. Tiga dari lima pelaku merupakan pria.

Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan di Polsek Bolaang, Sulawesi Utara. Kendati begitu, belum ada pihak yang bisa dikonfmasi terkait pemeriksaan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya