Penanganan Covid-19 Kacau, Menkes Brasil Mundur

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 17 Mei 2020 14:47
Penanganan Covid-19 Kacau, Menkes Brasil Mundur
Nelson Teich menolak desakan dari Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Dream - Menteri Kesehatan Brasil, Nelson Teich mengundurkan diri setelah baru beberapa pekan bekerja. Hal ini menambah panjangnya daftar kekacauan Kebijakan Presiden Jair Bolsonaro dalam penanganan Covid-19.

Brasil termasuk salah satu negara dengan penanganan kasus Covid-19 terburuk di dunia. Kasus positif di negara ini melampaui Jerman dan Francis, dengan lebih dari 200 ribu orang terkonfirmasi terkena infeksi dan angka kematian meningkat 844 orang sehingga menjadi 13.933 orang.

Teich mundur usai dikecam Bolsonaro lantaran terlalu takut untuk mendorng pembukaan kembali kegiatan ekonomi dan anjuran penggunaan obat anti-malaria. Dalam konferensi pers Jumat akhir pekan lalu, Teich menyampaikan terima kasih kepada Bolsonaro atas kesempatan yang dia dapat sehingga bisa bekerja sebagai menteri kesehatan.

Teich mengatakan dia telah memberikan yang terbaik, namun tidak memberikan alasan yang menjadi dasar dia mengundurkan diri. Mundurnya menteri kesehatan kedua dalam waktu kurang dari sebulan memicu kecaman terhadap presiden sayap kanan Brasil tersebut untuk pemakzulannya.

 

1 dari 5 halaman

Picu Kecaman Publik

Warga Brasil di Rio de Jenairo dan Sao Paolo memukuli panci dan wajan di jendela mereka sebagai protes atas kebijakan Bolsonaro. Dua kota ini tercatat memiliki kasus Covid-19 terbanyak di antara seluruh wilayah Brasil.

Anggota militer Brasil mendesak Wakil Menteri Kesehatan, Eduardo Pazuello, yang merupakan jenderal aktif, untuk menjadi menkes menggantikan Teich. Jabatan tersebut akan dipegang sementara.

Teich telah berjuang mengumpulkan dukungan dari pemerintah negara bagian untuk menyusun pedoman pembukaan kembali ekonomi seperti yang diinginkan Bolsonaro. Dia terkejut ketika mengikuti konferensi pers Bolsonaro dari layar kaca, di mana sang presiden mengizinkan pusat kebugaran, salon kecantikan dan penata rambut kembali membuka usaha.

 

2 dari 5 halaman

Tolak Desakan Presiden Bolsonaro

Tekanan terakhir yang diterima Teich yaitu desakan perluasan penggunaan hydroxychloroquine untuk mengobati Covid-19. Dia menolak desakan tersebut dengan alasan belum ada bukti ilmiah yang memadai.

Teich mengundurkan diri sehari setelah Brasil melaporkan rekor jumlah kasus virus corona baru. Dia telah menggantikan Luiz Mandetta, yang dipaksa mundur pada 16 April.

Mandeta juga menolak tekanan Bolsonaro untuk mempromosikan hydroxychloroquine. Dia juga tidak setuju dengan perintah pemerintah untuk menjaga jarak.

Sumber: Aljazeera

3 dari 5 halaman

Pabrik Vaksin Covid-19 Sudah Dibangun, Siap Produksi 100 Juta Dosis Setahun

Dream - Di tengah para ilmuwan di belahan dunia lainnya berlomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19, sebuah perusahaan China mengumumkan bahwa mereka telah membangun pabrik vaksin terbesar di dunia dengan kapasitas tahunan mencapai 100 juta dosis.

Fourth Construction Co., Ltd. dari China Electronics System Engineering membuat pernyataan pada hari Senin, 11 Mei 2020, mengklaim fasilitas produksi dengan Biosafety Level 3 (BSL-3) siap untuk memproduksi vaksin Covid-19 secara massal begitu terbukti aman dan efektif.

Menurut standar global, laboratorium atau fasilitas produksi dengan BSL-3 digunakan untuk pekerjaan yang melibatkan mikroba yang dapat menyebabkan penyakit serius dan berpotensi mematikan melalui pernapasan, seperti SARS atau MERS.

4 dari 5 halaman

Seperti Apa?

Sebagai salah satu kontraktor yang membangun fasilitas produksi BSL-3, perusahaan yang berbasis di Hebei ini bertanggung jawab untuk struktur desain dan konstruksi baja, teknik pendingin udara, sistem pasokan air, dan lain-lain.

Mereka telah berpengalaman dalam membangun fasilitas produksi untuk perusahaan-perusahaan biomedis berskala global. Proyek yang telah mereka kerjakan melibatkan vaksin, produk darah, antibodi, terapi sel, dan insulin.

5 dari 5 halaman

100 Juta Ampul

Pada bulan April, Sinovac Biotech Ltd Cina, yang mendapat izin untuk memulai uji klinis vaksin untuk virus corona baru, juga menyatakan akan menyiapkan fasilitas produksi baru tahun ini dengan segera setelah memperoleh lahan dan pinjaman.

Unitnya yang berbasis di Beijing berencana untuk membuat hingga 100 juta ampul per tahun jika vaksin tersebut terbukti efektif. Jika tidak berhasil, bangunan dan peralatan akan digunakan untuk membuat jenis vaksin lain.

Beri Komentar