Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jessica Kumala Wongso Dan Otto Hasibuan (Antara Foto)
Dream - Ketua tim kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengatakan hakim tidak cukup arif dalam menjatuhkan putusan terhadap kliennya. Dia menganggap hakim terlalu memihak pada Jaksa Penuntut Umum (JPU).
" Kalau pertimbangannya bagus mungkin kita pahami, tapi pertimbangan ini betul-betul sangat berpihak," kata Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 27 Oktober 2016.
Menurut dia, hakim hanya mempertimbangkan fakta Wayan Mirna Salihin meninggal karena sianida di dalam es kopi Vietnam. Otto menganggap hal itu belum memenuhi fakta hukum.
" Hakim hanya mempertimbangkan bahwa dia (Mirna) mati karena sianida di dalam kopi di dalam gelas. Di situlah saya kira fakta hukumnya belum cukup dan sangat memihak," tegas dia.
Selain itu, kata Otto, hakim tidak mempertimbangkan barang bukti (BB) IV berupa cairan isi lambung Mirna. Sehingga Otto menilai hakim tidak bijaksana.
" Yang paling penting BB IV sebagai masterpiece korban mati sebenarnya bukan karena sianida. Saya lihat hakim di sini tidak arif dan bijaksana," ucap dia.
Lebih lanjut, Otto menyesalkan hakim tidak mempertimbangan pleidoi Jessica dan tim pembela.
" Pleidoi kami tidak dipertimbangkan, cara membacanya Pak Binsar itu menunjukkan sentimen sekali. Kebencian kepada Jessica, itu tidak boleh dilakukan seorang hakim," ucap Otto. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya