Pengadilan Saudi Bolehkan Wanita Bepergian Tanpa Izin Wali

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 Juli 2020 18:00
Pengadilan Saudi Bolehkan Wanita Bepergian Tanpa Izin Wali
Kaum wanita Saudi kini bisa bepergian sendiri tanpa perlu ditemani walinya.

Dream - Pengadilan Arab Saudi menjatuhkan putusan yang mendukung hak wanita bepergian tanpa perlu izin dari walinya. Putusan ini dijatuhkan berkaitan dengan kasus seorang wanita muda yang dilaporkan ayahnya ke pihak berwajib akibat meninggalkan rumah dan pergi ke Riyadh tanpa izin.

Jaksa sebelumnya mendakwa wanita tersebut telah melakukan pelanggaran dengan meninggalkan rumah tanpa izin. Tetapi, dakwaan tersebut ditolak oleh majelis hakim.

Kuasa hukum wanita tersebut, Abdulrahman Al Lahim, menilai putusan ini merupakan sejarah bagi warga Saudi khususnya kaum hawa. Kini, para wanita Saudi bisa bernapas lega.

" Sebuah keputusan bersejarah, menegaskan wanita dewasa tinggal di rumah terpisah (dari walinya) bukanlah kejahatan yang layak dihukum," ujar Abdulrahman.

" Saya sangat senang dengan ini, keputusan ini akan mengakhiri kisah-kisah tragis bagi perempuan," lanjut dia, dikutip dari Alarabiya.

 

1 dari 2 halaman

Pengadilan menyatakan kemerdekaan seorang wanita yang tinggal terpisah bukanlah tindakan kriminal. Majelis hakim beralasan wanita tersebut adalah orang dewasa yang waras sehingga memiliki hak untuk memutuskan apa yang dia inginkan dalam hidup.

Abdulrahman menyatakan keputusan ini menjadi penanda perubahan signifikan dalam sistem peradilan di lingkungan Kerajaan Arab Saudi.

" Ini menunjukkan lahirnya generasi baru hakim yang hidup berdampingan dengan kenyataan pada Kerajaan Arab Saudi, sejalan dengan kebijaksanaan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. Sebuah keputusan yang mengatur realitas, realitas masyarakat serta realitas dunia," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Abdulrahman juga menyatakan putusan ini sejalan dengan pengakuan akan hak-hak perempuan global serta hak asasi manusia.

Wanita yang dimaksud lantas mengunggah cuitan di Twitter dan menunjukkan identitas dirinya. Wanita itu bernama Meriam Al Eteebe.

" Setelah lama menderita sejak 2017, akhirnya saya berhasil, bersama pejuang pengadilan Abdulrahman Al Lahim, mengambil kembali kebebasan saya dalam bergerak yang dilindungi oleh Konstitusi, yang menyatakan setiap warga negara memiliki kebebasan untuk bergerak," tulis Meriam di Twitter.

Beri Komentar