Penjelasan Menag Soal Doa Berbahasa Indonesia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 7 November 2019 19:00
Penjelasan Menag Soal Doa Berbahasa Indonesia
"Misalnya, 'Ya Allah jauhkan dari perbuatan korupsi', mau berpikir korupsi takut juga. Jadi efek tangkal," kata Fachrul Razi.

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, menjelaskan imbauannya tentang penggunaan bahasa Indonesia dalam berdoa, sebagaimana dipertanyakan oleh Komisi VIII DPR.

" Masalah doa, saya katakan kepada imam-imam di Kementerian Agama, doa ini dasarnya meminta Tuhan dan mengokohkan tekad ke dalam (masyarakat)," ujar Fachrul di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis 7 November 2019.

Dengan penyelipan bahasa Indonesia dalam doa, Fachrul berharap lebih meresap kepada jemaah.

" Misalnya, 'Ya Allah jauhkan dari perbuatan korupsi', mau berpikir korupsi takut juga. Jadi efek tangkal," kata dia.

Menurutnya, usulan tersebut merupakan hal yang biasa. Sebab, sebelumnya juga sudah banyak doa yang berbahasa Indonesia.

" Saya kira biasa. 'Ya Allah', 'Ya Tuhan kami', dan ditutup dengan doa lain, 'Robbana atina', dan sebagainya," ucap dia.

1 dari 5 halaman

Menag Imbau Imam Masjid Pakai Bahasa Indonesia Saat Berdoa

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengimbau imam masjid menyelipkan bahasa Indonesia dalam setiap doa. Dengan demikian, para jemaah mengerti maksud doa yang dipanjatkan bersama.

" Iya, harus ada (bahasa Indonesia), karena kadang-kadang kalau berdoa yang semua bahasa Arab (tidak senua mengerti)," ujar Fachrul di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 1 November 2019.

Fachrul mencontohkan, ketika penceramah berdakwah mengenai Islam sebagai agama damai, hendaknya saat berdoa bisa diselingi dengan bahasa Indonesia agar jemaah lebih memahami.

" Misalnya mengajak kita untuk melakukan Islam yang damai, disampaikan semuanya dalam bahasa Arab, belum tentu orang paham. Jadi kita gabung aja," kata dia.

Doa dengan selipan berbahasa Indonesia juga dilakukan Fachrul ketika menjadi khotib Jumat di Masjid Istiqlal. Dalam doanya, dia meminta kepada Allah SWT agar masyarakat Indonesia selalu diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Pensiunan Jenderal TNI itu berharap, dengan penceramah atau imam berdoa menggunakan bahasa Indonesia lebih bisa meresapi.

2 dari 5 halaman

DPR Minta Menag Tak Bicara Aneh-aneh

Dream - Ketua Komisi VIII DPR, Yandrei Susanto, meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tidak sembarangan dalam membuat pernyataan. Terutama berkaitan dengan isu radikalisme.

" Saya minta Pak Menteri Agama nggak usah aneh-aneh lah ngomongnya," ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.

Yandri menyoroti ucapan Fachrul mengenai rencara larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan kantor pemerintahan. Dia menilai pernyataan tersebut aneh dan tidak ada kaitannya.   

" Kan kalau orang pakai celana cingkrang belum tentu radikal. Orang pakai jubah sampai kepala belum tentu bisa bikin bom," ucap dia.

Dia juga menilai terlalu dini menyimpulkan orang yang memakai celana cingkrang dan cadar sudah terpapar paham radikal. " Terlalu dangkal seolah-seolah kalau orang cingkrang, cadar itu radikal. Ini sungguh menyakitkan teman-teman yang berpakaian seperti itu," kata dia.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan dibuatnya aturan penggunaan cadar dan celana cingkrang akan berdampak pada pakaian lain. " Nanti orang bisa juga minta pakaian yang lain diatur dan ini nanti bangsa ini tidak akan selesai perdebatannya," ucap dia.

Yandri meminta Fachrul bekerja pada tugas inti Kementerian Agama saja. Tidak perlu mengatur masalah pakaian.

" Fokus saja masalah haji bagaimana, masalah umat bagaimana di Indonesia supaya rukun," kata dia.

3 dari 5 halaman

Banyak Kiai Protes Usulan Doa Berbahasa Indonesia

Dream - Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, mengaku mendapat banyak pesan dari para kiai dan juga santri yang tidak sepakat dengan usulan Menteri Agama, Fachrul Razi, terkait pembacaan doa menggunakan bahasa Indonesia.

" Kami banyak dapat WA (WhatsApp) dan SMS dari kiai. Kita kan ada pondok pesantren lebih dari 27 ribu dan santri lebih dari empat juta," ujar Yandri di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis 7 November 2019.

Dalam pesan yang diterimanya, menurut Yandri, mayoritas kiai tidak sependapat dengan usulan Fachrul tersebut. " Terhadap pernyataan Pak Menteri, berdoa bahasa Indonesia tidak perlu bahasa Arab, ini bagi kalangan kiai dan santri agak ini (tidak sepakat)," ucap dia.

Yandri menyarankan Fachrul membuat usul kepada masyarakat untuk lebih memahami bahasa Arab, sehingga doa yang berasal dari Alquran dan hadis mampu lebih diresapi. " Saya kira lebih baik Pak Menteri menyampaikan bahasa, pakai bahasa Alquran," kata dia.

4 dari 5 halaman

Selain Cadar, Menag Fachrul Razi Soroti Celana Cingkrang

Dream - Tidak hanya menyoroti penggunaan cadar, Menteri Agama, Fachrul Razi, juga mengomentari penggunaan celana cingkrang di kalangan Pegawai Negeri Sipil.

" Masalah celana cingkrang-cingkrang itu tidak bisa dilarang dari aspek agama, karena memang agama tidak melarang," ujar Fachrul di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.

Meski tidak ada larangan dari agama, kata Fachrul, aturan di instansi pemerintah bisa melarang penggunaan celana cingkrang.

" Tapi dari aturan pegawai bisa, misal di tempat ditegur, 'Celana kok tinggi gitu? Kamu enggak lihat aturan negara gimana? Kalau enggak bisa ikuti, keluar kamu'," kata dia.

Fachrul menegaskan, tidak ada tempat bagi golongan radikal yang ingin menghancurkan ideologi Indonesia.

" Kamu dibayar Indonesia kamu harus hormat Indonesia, kamu bisa berubah nggak? kalau keluar Indonesia keluar dari wilayah ini!" kata dia dengan nada tinggi.

5 dari 5 halaman

Menag Kumpulkan Kakanwil dan Rektor Bahas Radikalisme

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama dan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan untuk membahas isu radikalisme.

" Kita bertemu dengan pimpinan-pimpinan di daerah gitu ya silaturahmi. Pimpinan-pimpinan, rektor-rektor, pimpinan-pimpinan asramah haji juga ada, pimpinan-pimpinan latihan diklat juga banyak," ujar Fachrul di kantornya, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.

Dalam kesempatan itu, Fachrul menjelaskan mengenai pokok pikiran Menteri Agama yang bermuara dari visi misi Presiden Joko Widodo.

" Terutama pesan-pesan Pak Jokowi, harus fokus dan mencapai sasaran. Jangan sampai program itu hanya wacana-wacana saja tidak ada pencapaian sasarannya," kata dia.

Dia menambahkan, isu radikalisme dan deredikalisme bukan hanya tugas Kementerian Agama saja. " Kan pesannya Pak Jokowi, deradikalisasi bukan hanya kepada kementerian agama kan, termasuk polisi, tentara, semuanya," ujar dia.

Maka dari itu, mantan Wakil Panglima TNI ini mengajak masyarakat untuk senantiasa memerangi radikalisme.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone