Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama, Fachrul Razi (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, menjelaskan imbauannya tentang penggunaan bahasa Indonesia dalam berdoa, sebagaimana dipertanyakan oleh Komisi VIII DPR.
" Masalah doa, saya katakan kepada imam-imam di Kementerian Agama, doa ini dasarnya meminta Tuhan dan mengokohkan tekad ke dalam (masyarakat)," ujar Fachrul di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis 7 November 2019.
Dengan penyelipan bahasa Indonesia dalam doa, Fachrul berharap lebih meresap kepada jemaah.
" Misalnya, 'Ya Allah jauhkan dari perbuatan korupsi', mau berpikir korupsi takut juga. Jadi efek tangkal," kata dia.
Menurutnya, usulan tersebut merupakan hal yang biasa. Sebab, sebelumnya juga sudah banyak doa yang berbahasa Indonesia.
" Saya kira biasa. 'Ya Allah', 'Ya Tuhan kami', dan ditutup dengan doa lain, 'Robbana atina', dan sebagainya," ucap dia.
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengimbau imam masjid menyelipkan bahasa Indonesia dalam setiap doa. Dengan demikian, para jemaah mengerti maksud doa yang dipanjatkan bersama.
" Iya, harus ada (bahasa Indonesia), karena kadang-kadang kalau berdoa yang semua bahasa Arab (tidak senua mengerti)," ujar Fachrul di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat 1 November 2019.
Fachrul mencontohkan, ketika penceramah berdakwah mengenai Islam sebagai agama damai, hendaknya saat berdoa bisa diselingi dengan bahasa Indonesia agar jemaah lebih memahami.
" Misalnya mengajak kita untuk melakukan Islam yang damai, disampaikan semuanya dalam bahasa Arab, belum tentu orang paham. Jadi kita gabung aja," kata dia.
Doa dengan selipan berbahasa Indonesia juga dilakukan Fachrul ketika menjadi khotib Jumat di Masjid Istiqlal. Dalam doanya, dia meminta kepada Allah SWT agar masyarakat Indonesia selalu diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan.
Pensiunan Jenderal TNI itu berharap, dengan penceramah atau imam berdoa menggunakan bahasa Indonesia lebih bisa meresapi.
Dream - Ketua Komisi VIII DPR, Yandrei Susanto, meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tidak sembarangan dalam membuat pernyataan. Terutama berkaitan dengan isu radikalisme.
" Saya minta Pak Menteri Agama nggak usah aneh-aneh lah ngomongnya," ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.
Yandri menyoroti ucapan Fachrul mengenai rencara larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di lingkungan kantor pemerintahan. Dia menilai pernyataan tersebut aneh dan tidak ada kaitannya.
" Kan kalau orang pakai celana cingkrang belum tentu radikal. Orang pakai jubah sampai kepala belum tentu bisa bikin bom," ucap dia.
Dia juga menilai terlalu dini menyimpulkan orang yang memakai celana cingkrang dan cadar sudah terpapar paham radikal. " Terlalu dangkal seolah-seolah kalau orang cingkrang, cadar itu radikal. Ini sungguh menyakitkan teman-teman yang berpakaian seperti itu," kata dia.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan dibuatnya aturan penggunaan cadar dan celana cingkrang akan berdampak pada pakaian lain. " Nanti orang bisa juga minta pakaian yang lain diatur dan ini nanti bangsa ini tidak akan selesai perdebatannya," ucap dia.
Yandri meminta Fachrul bekerja pada tugas inti Kementerian Agama saja. Tidak perlu mengatur masalah pakaian.
" Fokus saja masalah haji bagaimana, masalah umat bagaimana di Indonesia supaya rukun," kata dia.
Dream - Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, mengaku mendapat banyak pesan dari para kiai dan juga santri yang tidak sepakat dengan usulan Menteri Agama, Fachrul Razi, terkait pembacaan doa menggunakan bahasa Indonesia.
" Kami banyak dapat WA (WhatsApp) dan SMS dari kiai. Kita kan ada pondok pesantren lebih dari 27 ribu dan santri lebih dari empat juta," ujar Yandri di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis 7 November 2019.
Dalam pesan yang diterimanya, menurut Yandri, mayoritas kiai tidak sependapat dengan usulan Fachrul tersebut. " Terhadap pernyataan Pak Menteri, berdoa bahasa Indonesia tidak perlu bahasa Arab, ini bagi kalangan kiai dan santri agak ini (tidak sepakat)," ucap dia.
Yandri menyarankan Fachrul membuat usul kepada masyarakat untuk lebih memahami bahasa Arab, sehingga doa yang berasal dari Alquran dan hadis mampu lebih diresapi. " Saya kira lebih baik Pak Menteri menyampaikan bahasa, pakai bahasa Alquran," kata dia.
Dream - Tidak hanya menyoroti penggunaan cadar, Menteri Agama, Fachrul Razi, juga mengomentari penggunaan celana cingkrang di kalangan Pegawai Negeri Sipil.
" Masalah celana cingkrang-cingkrang itu tidak bisa dilarang dari aspek agama, karena memang agama tidak melarang," ujar Fachrul di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 31 Oktober 2019.
Meski tidak ada larangan dari agama, kata Fachrul, aturan di instansi pemerintah bisa melarang penggunaan celana cingkrang.
" Tapi dari aturan pegawai bisa, misal di tempat ditegur, 'Celana kok tinggi gitu? Kamu enggak lihat aturan negara gimana? Kalau enggak bisa ikuti, keluar kamu'," kata dia.
Fachrul menegaskan, tidak ada tempat bagi golongan radikal yang ingin menghancurkan ideologi Indonesia.
" Kamu dibayar Indonesia kamu harus hormat Indonesia, kamu bisa berubah nggak? kalau keluar Indonesia keluar dari wilayah ini!" kata dia dengan nada tinggi.
Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, mengumpulkan seluruh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama dan Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan untuk membahas isu radikalisme.
" Kita bertemu dengan pimpinan-pimpinan di daerah gitu ya silaturahmi. Pimpinan-pimpinan, rektor-rektor, pimpinan-pimpinan asramah haji juga ada, pimpinan-pimpinan latihan diklat juga banyak," ujar Fachrul di kantornya, Jakarta, Selasa 29 Oktober 2019.
Dalam kesempatan itu, Fachrul menjelaskan mengenai pokok pikiran Menteri Agama yang bermuara dari visi misi Presiden Joko Widodo.
" Terutama pesan-pesan Pak Jokowi, harus fokus dan mencapai sasaran. Jangan sampai program itu hanya wacana-wacana saja tidak ada pencapaian sasarannya," kata dia.
Dia menambahkan, isu radikalisme dan deredikalisme bukan hanya tugas Kementerian Agama saja. " Kan pesannya Pak Jokowi, deradikalisasi bukan hanya kepada kementerian agama kan, termasuk polisi, tentara, semuanya," ujar dia.
Maka dari itu, mantan Wakil Panglima TNI ini mengajak masyarakat untuk senantiasa memerangi radikalisme.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya