Penumpang Pesawat Kembalikan Selimut yang Diambil 9 Tahun Lalu

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 21 Januari 2020 09:01
Penumpang Pesawat Kembalikan Selimut yang Diambil 9 Tahun Lalu
Dia juga meninggalkan sepucuk surat untuk pengelola maskapai itu.

Dream - Butuh sembilan tahun bagi seorang penumpang maskapai pesawat Malaysia Airlines untuk mengembalikan selimut yang pernah dia ambil. Dalam kejujurannya, penumpang tersebut mengaku menyesal karena mengambil selimut tersebut.

Seorang pengguna Instagram @kay_abdul mengunggah `sesuatu yang manis` di penerbangan MH156 pada Jumat 17 Januari 2020. Menurut pramugari, seorang anggota kru memperhatikan sebuah paket terbungkus rapi yang ditinggalkan seorang penumpang setelah penerbangan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur ke Bandara Internasional King Abdulaziz.

" Seperti biasa, kami akan melakukan inspeksi di kabin setelah penumpang pergi untuk memastikan bahwa mereka tidak meninggalkan barang-barang mereka," kata pelayan, Kamarulzaman Abd Karim, kepada dilaporkan Asia One.

Ternyata seorang penumpang anonim ingin mengembalikan selimut yang dikeluarkan maskapai sejak 2011. Dia menuliskan permintaan maaf karena membawa selimut tersebut pulang.

 

1 dari 5 halaman

Selimut dan Suratnya

Catatan yang disertakan tidak mengandung nama atau nomor kontak si penumpang.

" Maaf, aku tidak jujur di masa lalu. Aku mengambil selimut ini. Sekitar 2011 jika aku tidak salah. Hari ini, aku mengembalikannya," tulis dia.

" Saya minta maaf dan saya harap Anda memaafkan saya karena menggunakannya selama ini. Omong-omong, itu selimut favorit saya. Saya minta maaf sekali lagi, M.A.S."

 Selimut yang dikembalikan penumpang© Instagram

Selimut yang dikembalikan penumpang

Kamarulzaman mencatat kepada Harian Metro bahwa dia merasa tersentuh oleh tindakan itu.

Meskipun dalam semua kejujuran, maskapai ini mungkin tidak akan menggunakan sama sekali untuk selimut tua yang sudah hilang selama sembilan tahun. Tapi hei, itu yang penting.

2 dari 5 halaman

Viral Pramugara Lion Air Suapi Nenek di Pesawat, Ini Sosoknya

Dream - Video pramugara maskapai Lion Air yang sedang membantu seorang nenek di pesawat menjadi viral di media sosial. Sikap sang pramugara menuai pujian dari warganet.

Dalam dua video yang diunggah ke Twitter oleh akun @the4rel, Senin 18 November 2019, pramugara itu terlihat menyuapi penumpang lanjut usia. Pramugara itu terlihat menyuapi penumpang itu dengan sabar dan ramah. Dia bahkan sesekali membetulkan kerudung nenek tersebut.

“ Dear @LionAirID, kalian harus beri penghargaan untuk mas ini. Dear Mas Mugara Lion Air, siapapun kamu, kamu adalah contoh Flight Attendant yang sangat sempurna. Semoga berkah dan menjadi pahala untuk kamu ya, Mas!!” cuit @the4rel.

 Siapakah gerangan pramugara ini?© Akun Twitter @the4rel.

Ketekunan pramugara ini juga membuat netizen tersentuh. “ Mas, apakah kamu merindukan Ibu kamu?? Kamu begitu telaten membantu Ibu tua ini. Surga untuk kamu, Mas!!” cuit @the4rel.

Cuitan ini menjadi viral di Twitter dan telah di-retweet sebanyak 33.600 kali dan likes 49.600 kali

Video ini sebenarnya diunggah di Instagram pada tujuh hari yang lalu. Sang pengunggah, @armainiimay, menyebutkan pramugara menyuapi penumpang karena sang nenek ini enggan memakai sabuk pengaman.

 Pramugara Lion Air.© Akun Instagram @armainiimay.

“ Perjalananku malam tadi naik pesawat Lion Air dari SBY menuju PKY, kagum melihat dedikasi seorang pramugara yang sabar melayani nenek dengan usia 117 tahun yang tidak mau pasang sabuk pengaman, padahal pesawat telah take off dan nenek minta kembali turun dari pesawat dengan perlakuan penuh kasih sayang diberi minum, disuapi makan dengan lembut seperti merawat orang tua sendiri yang pada akhirnya si nenek mau memasang sabuk pengaman, kereeen,” tulis @armainiimay.

3 dari 5 halaman

Diapresiasi Lion Air

Lion Air angkat topi terhadap sikap sang pramugara bernama Donny Prima Yuszela tersebut. Donny Prima merupakan awak kabin senior di Lion Air. Kala itu, dia bertugas di penerebangan JT-862 rute Bandara Juanda Surabaya--Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, pada Minggu 10 November 2019.

“ Performa kerja ketika bertugas yang telah dilakukan dan ditunjukkan bahwa sudah sesuai menurut standar operasional prosedur awak kabin,” kata Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream.

Danang mengatakan saat itu ada seorang wanita berusia 117 tahun yang menggunakan kursi roda. Sang penumpang tak mau memakai sabuk pengaman ketika sudah duduk.

“ Setelah peragaan keselamatan (safety demo) selesai, SFA Donny Prima menghampiri dengan memberikan penjelasan pentingnya penggunaan sabuk pengaman pada kursi, demi alasan keselamatan dan keamanan perjalanan udara. Seketika penumpang itu berkenan dan dibantu menggunakan sabuk pengaman,” kata dia.

Saat pesawat sudah mengudara dan tanda kenakan sabuk pengaman telah dimatikan, Donny kembali mengecek situasi dalam kabin dan menghampir sang nenek. Dia memberikan penjelasan kepada penumpang tentang aturan keselamatan.

Maskapai ini memberikan apresiasi kepada pramugara yang bersangkutan. “ Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan terima kasih, apresiasi setinggi-tingginya kepada awak pesawat serta salah satu kabin kru (pramugara) bernama Donny Prima Yuszela sebagai pimpinan awak kabin (senior flight attendant/ SFA),” kata dia.

4 dari 5 halaman

Penjelasan Lion Air Soal Batik Air Mendarat Darurat Diduga karena Pilot Pingsan

Dream - Lion Air Group memastikan pilot Batik Air penerbangan ID-6548 rute Jakarta--Kupang yang jatuh pingsan saat bertugas telah dinyatakan laik terbang. Sang pilot sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. 

Untuk diketahui, pilot yang dikabarkan pingsan selama penerbangan itu membuat pesawat terpaksa mendarat darurat di Bandara B Tari-Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu 17 November 2019.

Kabar yang beredar menyebutkan sang pilot terkena serangan jantung saat pesawat hendak landing di bandara El Tari. Pilot langsung dilarikan ke rumah sakit Siloam Kupang.

 © Dream

“ Penerbangan ID-6548 sudah dipersiapkan dengan baik. Batik Air membawa tujuh kru dan 148 tamu. Sebelum diberangkatkan, pesawat Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUF sudah melalui pemeriksaan lebih awal (pre-flight check) dan seluruh kru menjalani pemeriksaan kesehatan, dinyatakan laik terbang (airworthy for flight),” kata Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 18 November 2019. 

Danang menjelaskan pesawat Batik Air mengudara 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan jadwal mendarat di El Tari  pukul 12.40 WITA. Sebelum menurunkan ketinggian, pilot merasa pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas. 

“ Seluruh kru yang bertugas bekerja berdasarkan prosedur dan tindakan yang tepat. Pilot mendapatkan pertolongan pertama,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Pendaratan Darurat

Danang melanjutkan, penerbangan dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). Kondisi ini sudah sesuai tindakan operasional penerbangan dalam buku manual.

“ Seluruh awak kokpit (pilot dan kopilot) sudah dilatih untuk terbang sendiri dan menjalankan ketentuan. Pesawat mendarat di Bandar Udara El Tari pada 12.46 WITA,” kata dia.

Setelah pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi sempurna, pilot segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit.

Maskapai penerbangan ini menerbangkan pesawat pengganti dari Bandara Juanda ke Kupang. “ Batik Air meminimalisir dampak yang timbul agar operasional Batik Air yang lain tidak terganggu,” kata dia.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna