Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Burana Muslim Di Ajang Jakarta Fashion Week (Merdeka.com)
Dream - Pekan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week sudah memasuki hari kelima. Deretan nama desainer kenamaan dalam dan luar negeri berhasil merebut hati para pecinta fesyen.
Terbukti dari setiap gelaran, kursi penonton selalu terisi penuh. Sekitar 450 kursi disedikan panitia di sisi kanan kiri panggung catwalk.
Bangku panjang hitam dengan busa empuk membuat para penonton nyaman ketika menyaksikan para model berlenggok di runway. Tidak sedikit dari para sponor yang memberikan bingkisan di setiap kursi pengunjung untuk dibawa sebagai buah tangan.
JFW sudah memasuki tahun ketujuh. Kreatifitas ratusan desainer membuat pengunjung terkagum-kagum.
Tak hanya dimeriahkan desainer lokal, sebut saja, Korea Selatan, Jepang, Belanda dan Inggris pun ikut unjuk gigi di pagelaran yang mengambil lokasi di Senayan City, Jakarta ini.
" Saling berbagi inovasi, tidak sedikit juga desainer internasional yang ingin berkolaborasi dengan desainer lokal. Ini jadi kebanggan, kami ingin mendorong industri kreatif Indonesia bisa melanglangbuana ke dunia," ujar Ketua Umum Pelaksana JFW sekaligus CEO Femina Group, Svida Alisjahbana, kemarin.
Menurut Svida, dalam JFW tahun ini banyak hal yang menggembirakan. Salah satunya kemajuan kualitas para desainer.
" Mereka semakin berkembang dari segi kualitas dan kuantitas. Awal-awalnya desainer lokal belum bisa disejajarkan dengan standar internasional karena ukuran mereka berubah-ubah. Namun sekarang mereka layak untuk unjuk gigi di depan dunia," ujar Svida.
Tak hanya desainer yang punya nama ikut berpartisipasi di sini. Siswa-siswi sekolah mode ternama di Indonesia pun dirangkul. Seperti Binus, Raflles dan masih banyak lagi. Karya mereka begitu spektakuler, tak ada yang menyangka bila itu hasil dari siswi bukan desainer ternama. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya