Peringati Maulid Nabi dengan Teladani Semangat Pembebasan

Reporter : Eko Huda S
Selasa, 20 November 2018 13:10
Peringati Maulid Nabi dengan Teladani Semangat Pembebasan
"Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan," ujarnya.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam memaknai maulid Nabi Muhammad untuk meneladani semangat pembebasan dari ketertindasan yang ajarkan oleh Rasulullah.

“ Baik ketertindasan dari kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan,” kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Zainut Tauhid Sa’adi, dikutip dari laman mui.or.id, Selasa 20 November 2018.

Pria yang karib disapa Buya Zainut ini mengatakan, hakikat misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka, memberikan rasa aman dan sentosa, serta memberikan rasa belas kasih sayang terhadap sesama umat manusia.

Dalam momentum Maulid Nabi SAW 1440 ini, MUI menyerukan umat Islam mengembangkan sikap toleransi, keseimbangan, dan bersikap adil dalam menjalankan agama, sehingga tidak mudah terjebak dalam pertentangan dan perselisihan yang sifatnya sempit atau furuiyah. Perselisihan furuiyah itu selama ini jadi bahan untuk merusak silaturahim antara sesama umat dan eksternal umat beragama.

Seruan ini, kata Zainut Tauhid, sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam dan wihdatul ummah atau persatuan umat sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor saat membangun kota Madinah.

MUI, tambah dia, mengajak seluruh umat beragama mengembangkan hidup damai, penuh harmoni, dan toleransi (tasamuh) antarumat beragama. Hal tersebut merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan li al-‘alamin (agama cinta dan kasih sayang bagi semesta raya).

“ Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan,” ujarnya.

Momentum Maulid hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, apresiasi terhadap kebhinekaan, dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum, dan HAM.

MUI juga mengajak menjaga dan merawat NKRI. Kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia adalah negara perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk hidup bersama secara damai, rukun, dan harmonis. “ Untuk hal itu harus terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia,” kata dia.

Zainut menambahkan, MUI juga mengajak menggunakan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan berbuat kebajikan dan beramal saleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagaimana misi kenabiannya yaitu menyempurnakan kemuliaan akhlak umat manusia.

Beri Komentar