Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Zainut Tauhid Sa̢۪adi (MUI.or.id)
Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam memaknai maulid Nabi Muhammad untuk meneladani semangat pembebasan dari ketertindasan yang ajarkan oleh Rasulullah.
“ Baik ketertindasan dari kemiskinan, kebodohan maupun keterbelakangan,” kata Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH Zainut Tauhid Sa’adi, dikutip dari laman mui.or.id, Selasa 20 November 2018.
Pria yang karib disapa Buya Zainut ini mengatakan, hakikat misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tertindas dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka, memberikan rasa aman dan sentosa, serta memberikan rasa belas kasih sayang terhadap sesama umat manusia.
Dalam momentum Maulid Nabi SAW 1440 ini, MUI menyerukan umat Islam mengembangkan sikap toleransi, keseimbangan, dan bersikap adil dalam menjalankan agama, sehingga tidak mudah terjebak dalam pertentangan dan perselisihan yang sifatnya sempit atau furuiyah. Perselisihan furuiyah itu selama ini jadi bahan untuk merusak silaturahim antara sesama umat dan eksternal umat beragama.
Seruan ini, kata Zainut Tauhid, sesuai dengan misi Nabi Muhammad SAW yang ingin mewujudkan ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan Islam dan wihdatul ummah atau persatuan umat sebagaimana yang dilakukan Nabi ketika menyatukan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor saat membangun kota Madinah.
MUI, tambah dia, mengajak seluruh umat beragama mengembangkan hidup damai, penuh harmoni, dan toleransi (tasamuh) antarumat beragama. Hal tersebut merupakan spirit aktualisasi dari visi Islam rahmatan li al-‘alamin (agama cinta dan kasih sayang bagi semesta raya).
“ Spirit maulid tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku keberagamaan yang santun, rukun, toleran, saling menghormati, dan menerima perbedaan keyakinan,” ujarnya.
Momentum Maulid hendaknya dimaknai dalam rangka peneguhan sikap dan aktualisasi nilai-nilai perdamaian, apresiasi terhadap kebhinekaan, dan penghormatan terhadap nilai demokrasi, hukum, dan HAM.
MUI juga mengajak menjaga dan merawat NKRI. Kemerdekaan Indonesia yang diraih dengan perjuangan dan pengorbanan baik jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia adalah negara perjanjian yang mengikat seluruh komponen bangsa untuk hidup bersama secara damai, rukun, dan harmonis. “ Untuk hal itu harus terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh bangsa Indonesia,” kata dia.
Zainut menambahkan, MUI juga mengajak menggunakan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan berbuat kebajikan dan beramal saleh dengan cara meneladani sifat dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW sebagaimana misi kenabiannya yaitu menyempurnakan kemuliaan akhlak umat manusia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya