Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Dan Ketua BNPB Nasional Doni Monardo (Foto: YouTube BNBP)
Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional, Doni Monardo menegaskan upaya penanganan pandemik corona tidak hanya bisa dijalankans sendiri pemerintah. Peran serta pemerintah sangat menentukan keberhasilan memberantas wabah penyakit ini.
Hal ini terbukti saat Doni mengunjungi Bali untuk mengecek cara pemerintah daerah Pulau Dewata itu dalam menangani pandemik Covid-19.
Merujuk survei Badan Pusat Statistik (BPS), Bali merupakan urutan ke-11 dari 34 provinsi yang masyarakatnya merasa kebal akan Covid-19. Mengetahui kondisi tersebut. Doni sengaja melakukan kunjungan kerja serta memberikan pesan khusus.
“ Masyarakatnya merasa yakin tidak terpapar Covid peringkat pertama itu adalah Maluku dengan angka 29%. Kemudian yang kedua peringkat dua adalah Sulawesi Utara dengan posisi 27,66%. Lantas Bali berada pada urutan 11 ya yaitu pada posisi 20,78%,” ungkap Doni Monardo, di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat 9 Oktober 2020.
Doni menjamin hasil survei yang dibuat BPS tersebut akurat mengingat responden yang diteliti mencapai jumlah yang sangat besar yaitu 90.967 orang.
“ Jadi hal ini tentu menjadi perhatian kita semua termasuk Bali yang selama ini kita harapkan bisa menjadi motor dan pelopor dalam upaya penanganan Covid,” katanya.
Selama kunjungan di Bali, Doni memahami jika destinasi wisata dunia ini memiliki budaya dan tradisi yang sangat kuat dalam penyelenggaraan aktivitas keseharian. Dengan keunggulan tersebut, Doni meminta agar pemerintah daerah setempat melibatkan lebih banyak lagi komponen masyarakat.
" Semakin masyarakat diikutsertakan dalam penanganan Covid ini maka secara langsung akan meningkatkan kesadaran. Nah inilah yang harus kita lakukan secara menyeluruh jangan saja pemerintah yang melakukan upaya penanganan, tetapi seluruh komponen,” paparnya.
Doni juga mengatakan upaya-upaya pemerintah selama ini khususnya untuk bidang kesehatan menurutnya sudah sangat maksimal. Dia secara khusus memuji kinerja tim medis yang sudah sudah bekerja keras dengan luar biasa dan mampu menaikkan tingkat kesembuhan pasien.
" Kita semua tahu dokter-dokter kita sudah bekerja keras dengan luar biasa. Terbukti dari angka yang sembuh ya sudah mencapai lebih dari 230 ribu orang. Jadi ini suatu prestasi yang juga sangat membanggakan kita. Karena awalnya kita sangat khawatir karena jumlah masyarakat kita yang terpapar Covid itu sangat sedikit yang sembuh,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, Donu mengakui jika kinerja para dokter yang menangani pasien Covid-19 semakin profesional. Mereka juga semakin memiliki banyak pengalaman dalam upaya penyembuhan pasien
" Angka kesembuhan rata-rata sudah mencapai 76%. Artinya sudah di atas angka kesembuhan global,” tambah Doni.
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 ini juga tak henti mengajak masyarakat agar tetap berdisiplin dalam menjalankan protokol 3M dengan memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak atau menghindari kerumunan. (Sah)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya