Jenderal AS Tuding Virus Corona Berasal dari Laboratorium di China

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 17 April 2020 11:01
Jenderal AS Tuding Virus Corona Berasal dari Laboratorium di China
Jenderal Mike Milley mengklaim virus corona dihasilkan oleh lembaga riset China. Dia mengklaim informasi itu berasal dari intelijen AS

Dream - Seorang petinggi Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Jenderal Mark Milley, menuding virus corona yang menjadi pandemik global berasal dari laboratorium di China. Meski belum memiliki bukti kuat, Milley mengklaim informasi itu diperoleh dari intelijen AS.

Dilaporkan Washington Post, Departemen Luar Negeri AS melalui diplomatnya pada 2018 sedang mengangkat isu keamanan di Institut Virologi Wuhan (WIV). Saat itu sedang dilakukan studi tentang virus corona dari kelelawar.

" Selama interaksi dengan para ilmuwan di laboratorium WIV, mereka mencatat laboratorium tersebut memiliki kekurangan serius dari teknisi dan penyelidik yang kurang terlatih. Laboratorium tersebut terbilang tidak aman sebagai lab kontaminasi tinggi," demikian informasi yang didapat Washingon Post melalui kabel surat bertanggal 19 Januari 2018.

Para diplomat mendesak pihak AS untuk mengatasi dan menyelidiki lebih jauh. Apalagi, Presiden Donald Trump memangkas anggaran untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC).

 

1 dari 5 halaman

Versi Beijing

Versi resmi Beijing tentang wabah awal Covid-19 ditransmisikan dari hewan ke manusia. Hal ini terjadi lewat pasar hewan liar di Wuhan.

Meski beberapa teori konspirasi pejabat China mengatakan pihak laboratorium AS yang membawa bioweapon tersebut ke Cina.

Washington Post muncul dengan upaya pemerintah yang berusaha memfokuskan masalah atas kesalahan China dan Lembaga Kesehatan Dunia (WHO).

 

2 dari 5 halaman

Dugaan Serangan Bioweapon

Senator Partai Republik, Tom Cotton, mengemukakan ada kemungkinan pandemi ini terjadi karena serangan bioweapon China yang disengaja ataupun adanya transmisi alami dari hewan ke manusia maupun kecelakaan laboratorium dan kemungkinan besar lainnya.

" Ada banyak desas-desus dan spekulasi di berbagai media, situs blog, dan lain-lain," kata Milley.

" Seharusnya tidak mengherankan bagi Anda bahwa kami telah tertarik pada isu ini, dan kami memiliki banyak sumber daya untuk melakukan penyidikan. Dan saya hanya akan mengatakan pada titik ini, hal itu tidak meyakinkan, meskipun bukti nyata tampaknya menunjukkan alami. Tapi kami tidak tahu pasti," tambah Milley.

Sebagian besar ilmuwan mengatakan virus corona ini mungkin berasal dari kelelawar. Tetapi tertular pada manusia melalui hewan perantara.

Analisis dari 41 pasien Covid-19 pertama dalam jurnal medis Lancet, menemukan 27 di antaranya memiliki paparan langsung ke pasar hewan di Wuhan.

(Sah, Sumber: The Guardian)

3 dari 5 halaman

Riset: Virus Corona Bisa Serang Imun Tubuh Laiknya HIV

Dream - Para peneliti asal Shanghai, China dan New York, Amerika Serikat menemukan fakta virus corona dapat menghancurkan Sel T yang merupakan sel pelindung tubuh. Karakter ini miliki kesamaan dengan virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang memicu penyakit AIDS.

Para ilmuwan menemukan virus corona dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kerusakkan serupa dengan pasien HIV. Penelitian tersebut dimuat dalam jurnal peer-review Cellular & Molecular Immunology.

Dikutip dari South China Morning Post, Lu Lu, Ahli Darah dari Universitas Fudan Shanghai dan Jang Shibo dari Pusat Darah New York, menjelaskan Sars-CoV2 dapat masuk dan berkembang melalui sel Limfosit T. Sel ini dikenal sebagai Sel T yang berperan sentral dalam mengidentifikasi dan menghilangkan virus jahat dalam tubuh.

Limfosit T bekerja dengan menangkap sel yang terinfeksi virus, membuat lubang di dalam membrannya dan menyuntikkan bahan kimia beracun ke dalam sel terinfeksi. Bahan kimia ini yang kemudian membunuh virus dan sel yang terinfeksi serta merobeknya berkeping-keping.

Yang mengejurkan Sel T tersebut merupakan mangsa virus corona. Para peneliti menemukan struktur unik dalam virus corona yang dapat menempel pada membran sel ketika bersentuhan.

4 dari 5 halaman

Cara Kerja Virus Corona

Gen virus corona kemudian masuk ke Sel T dan mengambilnya. Setelah itu menonaktifkan fungsinya untuk melindungi sel manusia.

Para peneliti kemudian membawa sampel lain namun kali ini virus corona tidak menempel pada Sel T tersebut. Dugaannya, akibat kurangnya fusi membran.

SARS hanya dapat menginfeksi sel yang membawa protein reseptor spesifik yang dikenal sebagai ACE 2 dan protein ini memiliki fungsi rendah pada sel T.

Dari kesimpulan yang didapat, para peneliti percaya, " akan muncul ide-ide baru tentang mekanisme patogenik dan intervensi terapeutik."

 

5 dari 5 halaman

Penelitian Baru, Kerusakan Mirip AIDS

 Obat Baru Ditemukan Ilmuwan Jerman, Ampuh Untuk Corona?© MEN

Seorang dokter asal Beijing yang bekerja merawat pasien Covid-19 mengatakan penemuan tersebut merupakan bukti untuk meningkatkan kekhawatiran di kalangan medis bagaimana virus corona berkembang sangat cepat. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa virus corona juga dapat menyerang sistem kekebalan tubuh.

" Semakin banyak pihak yang membandingkannya dengan HIV," kata dokter yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Pada Februari, Chen Yogwen dan rekan-rekannya dari Institute of Immunology PLA merilis laporan klinis dan memperingatkan jumlah Sel T dapat turun secara signifikan pada pasien Covid-19, terutama pasien usia lanjut dan yang memerlukan perawatan intensif. Semakin rendah jumlah sel T, semakin tinggi risiko kematiannya.

Laporan ini kemudian dikonfirmasi dengan pemeriksaan otopsi kepada lebih dari 20 pasien. Hasilnya, sistem kekebalan tubuh pasien positif Covid-19 hampir sepenuhnya hancur.

Para dokter yang melihat hasil otopsi mengkonfirmasi, kerusakan pada organ dalam mirip dengan AIDS.

Virus corona memiliki urutan gen fusi yang sama seperti AIDS dan Ebola. Hal ini mendorong spekulasi virus corona mungkin telah menyebar di masyarakat dalam waktu yang lama sebelum pandemi ini ada.

Beri Komentar