Polisi Periksa HS Terkait Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 15 November 2018 14:54
Polisi Periksa HS Terkait Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Berawal dari ditemukannya mobil korban. Dari situ...

Dream - Polisi tengah memeriksa pria berinisial HS, yang membawa mobil milik Diperum Nainggolan, korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

Mobil Nissan X-Trail berwarna silver bernopol B 1075 UOG sebelumnya ditemukan di garasi rumah kos di Cikarang, Jawa Barat.

" Ya masih diperiksa intensif ya," kata Kapala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi dikutip dari laman Merdeka.com, Kamis 15 November 2018.

Selain HS, ada beberapa saksi juga yang diperiksa untuk mengungkap pembunuhan satu keluarga di Bekasi.

" Sabar ya," kata Argo saat ditanya soal hasil pemeriksaan HS.

Satu keluarga ditemukan tewas di kediamannya Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi. Mereka diduga menjadi korban pembunuhan.

Korban terdiri dari kepala keluarga bernama Gaban Nainggolan (38), sang istri Maya Ambarita (37), dan kedua anaknya Sarah Nainggolan (9), serta Arya Nainggolan (7).

(Sumber: Merdeka.com/Ronald)

1 dari 7 halaman

Saat Mobil Ditemukan...

Dream - Polisi menemukan mobil milik keluarga yang dibunuh di Bekasi, Jawa Barat. Mobil Nissan X-Trail 2.0 CTV warna perak dengan nomor polisi B 1075 UOK tersebut ditemukan di daerah Cikarang.

" Mobil itu di suatu rumah di daerah Cikarang. Suatu rumah kos-kosan di sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, dikutip dari , Kamis 15 November 2018.

Menurut Argo, dengan ditemukannya mobil itu, tim Labfor Mabes Polri dan Inafis Polda Metro Jaya akan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi mencari barang-barang berharga dan sidik jari para pelaku.

" Misal apa ada HP yang tertinggal, ada darah di sana, apakah ada barang lain yang ada kaitannya. Makanya kita memerlukan dari labfor," ujar dia. Argo menyebut, akan menggunakan penelitian secara ilmiah.

Sebelumnya, Keluarga Gaban Nainggolan ditemukan meninggal di rumahnya Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Gaban bersama sang istri, Maya Ambarita, ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan.

Selain itu, dua anak pasangan ini, Sarah Nainggolan (9 tahun) dan Arya Nainggolan (7 tahun) juga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Mereka diduga sebagai korban pembunuhan.

Sumber: Merdeka.com/Ronald

 

 

2 dari 7 halaman

Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Bermotif Dendam?

Dream - Pakar Psikologi Forensik Pendidikan dan Latihan Mahkamah Agung, Agung Reza Indra Giri, menduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Pondok Gede, Bekasi, terlibat dendam. Dugaan itu muncul karena korban yang meninggal lebih dari satu orang.

" Karena korbannya lebih dari satu, dan meninggal dunia," ujar Indra, Rabu, 14 November 2018, dikutip dari PojokSatu.id.

Indra menduga, pelaku punya dendam yang besar ke pelaku. Dengan kondisi itu, spekulasi yang muncul, pelaku datang ke rumah korban dengan amarah yang memuncak.

“ Dengan cara menghabisi satu keluarga, ya kita bayangkan bahwa pelaku datang ke sini dengan luapan emosi yang sedemikian dahsyat,” ucap dia.

Selain itu, kata Indra, pelaku menggunakan cara yang berbeda saat membunuh korban. Indra memilahnya menjadi dua kelompok.

" Yaitu korban dewasa dan korban anak-anak," kata dia.

3 dari 7 halaman

Pelaku Punya Kontrol Diri

Diperum Nainggolan, ayah, dan Maya Boru Ambarita, ibu, dibunuh dengan cara menggunakan benda tajam. Sementara, dua korban anak-anak, Sarah dan Arya dibunuh dengan sekapan hingga kehabisan nafas.

Meski terlihat sistematis, Indra menduga, pelaku tidak melakukan pembunuhan secara membabi buta. Pelaku, punya kontrol emosi yang kuat.

“ Itu mengindikasikan jika pelaku ada kontrol diri, ada kendali emosi yang cukup baik,” ujar dia.

Saat ini polisi terus berusaha memecahkan misteri pembunuhan satu keluarga ini. Polisi memeriksa 12 saksi yang terdiri dari keluarga korban dan tetangga.

(ism, Sumber: PojokSatu.id)

4 dari 7 halaman

Surat dari Anak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Dream - Pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, menyisakan ceritamemilukan. Empat orang anggota keluarga itu ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Selasa, 13 November 2018, pukul 06.30 WIB.

Korban yakni Diperum Nainggolan (suami), 38; Maya Boru Ambarita (istri), 37; Sarah Boru Nainggolan (anak), 9; dan Arya Nainggolan (anak), 7.

Sebelum kematian itu, Sarah menulis sepucuk surat untuk kedua orang tuanya. Surat dari bocah 9 tahun itu berisi janji Sarah untuk patuh dengan orang tuanya.

Salah seorang penghuni kontrakan milik kakak korban, Dominica Vannesa Claudia, menyebut, surat itu sudah diunggah ke media sosial sebelum empat orang itu meninggal dunia.

“ Itu pas hari kemarin dia upload anaknya yang perempuan, nulis ucapan terima kasih karena sudah merawat,” kata Dominica, dikutip dari PojokSatu, Rabu, 14 November 2018.

5 dari 7 halaman

Berikut Isi Surat dari Sarah


 Surat dari Sarah sebelum kematian© PojokSatu

Dari Sarah

Mama dan papa maafin kakak. Kakak sudah bikin mama dan papa marah, kakak janji tidak akan melawan lagi. Kakak akan nurut sama mama dan papa, akan rajin berdoa menyembah, membaca alkitab, nggak takut lagi sama setan. Kakak akan takut sama Tuhan Yesus. Makasih mama dan papa sudah merawat kakak dari bayi, balita, anak-anak. Mama sudah cape masak buat kakak, papa kerja buat kakak.

Makasih mama dan papa

6 dari 7 halaman

Anjing Menggonggong Sebelum Kematian

Peristiwa pembunuhan ini terasa aneh karena tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Tetapi, beberapa saksi mata sempat mendengar cekcok korban dengan seorang penelepon.

Tetangga korban bernama Lita, 29, mengaku sempat mendengar cekcok itu. “ Cuma kayak nada tinggi, kayak orang lagi berantem. Ngomongnya kayak di-loudspeaker gitu kan, kedengeran ngomongin uang sama mobil itu saja,” ujar Lita.

Rumah keluarga itu menyatu dengan warung dan kontrakan milik kakak korban bernama Douglas. Saat ini Douglas tengah diperiksa di Mapolda Metro Jaya sebagai saksi.

Selain terdengar cekcok, Dominica menyebut sebelum jasad korban ditemukan, terdengar gonggongan anjing peliharaan keluarga tersebut sekitar pukul 01.00 WIB.

“ Itu anjing milik tante sempat gonggong jam 1 malam, setelah itu saya berdoa terus tidur. Habis itu saya enggak tahu apa-apa lagi,” ujar Vanessa.

7 dari 7 halaman

Penyebab Kematian Masih Tanda Tanya

Saat ini, Polda Metro Jaya membentuk tim khusus pencarian pelaku pembunuhan.

Polda Metro Jaya menugaskan tim Ditkrimum Polres Metro Bekasi Kota, dan jajaran Polsek Pondok Melati untuk mengungkap kronologi tewasnya satu keluarga itu.

Dari keterangan para saksi dan barang bukti yang diamankan, polisi mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Hingga kini, polisi masih belum memastikan motif penyebab pembunuhan tersebut.

Sumber: PojokSatu.id

Beri Komentar