Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kasus pernikahan anak di bawah umur kembali mengguncang Malaysia. Kali ini terjadi di Kota Baru.
Seorang ayah tega menikahkan anak gadisnya yang masih di bawah umur dengan pria 44 tahun. Alasannya, dia ingin hidup yang lebih baik.
Che Rahim Che Deraman, 60 tahun, mengatakan dia dan istrinya bersedia menyerahkan anaknya yang masih berusia 15 tahun untuk menjadi istri kedua dari seorang anggota Rela. Dia tidak ingin anak bungsunya terus hidup dalam kemiskinan.
" Selama anak kami bahagia, kami turut senang," ujar Che Rahim, dikutip dari Straits Times, Kamis 20 September 2018.
Pria yang berprofesi sebagai sopir itu mengatakan pernikahan anaknya telah berlangsung pada Juli lalu di Tumpat, Kelantan, atas persetujuan Pengadilan Syariah. Menurut dia, pria yang menikahi putrinya harus mengajukan izin poligami lebih dulu ke pengadilan.
Che Rahim mengaku kehidupan keluarganya sangat sulit. Dia harus membesarkan 13 orang anak dengan penghasilan yang sedikit dari tokonya.
" Saya hampir tidak bisa menghasilkan 300 ringgit (setara Rp1 juta) sebulan," kata dia.
Meski begitu, Che Rahim bangga bisa membesarkan 13 anaknya. Seluruhnya kini telah menikah, termasuk si bungsu.
" Bungsu saya juga menikah dengan bahagia meskipun masih di bawah umur," ucap dia.
Bungsu dari Che Rahim membenarkan perkataan ayahnya. Dia mengaku mau dinikahkan meskipun baru beberapa bulan kenal dengan pria yang menjadi calon suaminya.
Wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengaku tidak peduli dengan perkataan orang. Menurut dia, orang bisa sesukanya bicara mengenai orang lain.
" Aku bahagia dan terus berusaha membuat suami saya bahagia, itu yang terpenting bagi saya," kata wanita itu.
Dia mengatakan sebagian orang dengan bebas mengutuk orang lain. " Kita tidak bisa terus dibuat khawatir tentang apa yang orang pikirkan," tegas dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya