Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paruru Daeng Tau, Pria Yang Mengaku Nabi Terakhir Di Tana Toraja Saat Dimintai Keterangan Oleh Pihak Kepolisian (Fauzan/Liputan6.com)
Dream - Paruru Daeng Tau menghebohkan warga Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Pemimpin Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) mengaku sebagai nabi terakhir.
Dia menyebarkan ajaran sesat kepada warga di sana. " Dia sudah melakukan hal serupa di (Kabupaten Gowa)" kata Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Urusan Agama Kabupaten Tana Toraja, Tamrin Lodo.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tana Toraja, tidak tinggal diam atas tindakan penyebaran ajaran sesat ini. Tamrin mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Tana Toraja.
" Kita berharap Paruru ini diberi efek jera oleh polisi karena waktu di (Kabupaten) Gowa dia cuma diberi teguran," ujar Tamrin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Paruru mengaku sebagai sebagai nabi terakhir. Dia tidak mewajibkan rukun Islam. Dari situlah, pihak MUI Kabupaten Tana Toraja menarik kesimpunan bahwa ajaran yang disebarkan Paruru merupakan aliran sesat. Tetapi, penilaian itu kemudian dibantah Paruru dengan dalih bahwa ajarannya juga merupakan bagian dari ajaran agama Islam.
Pria yang mengaku sebagai nabi terakhir itu tidak mewajibkan untuk melaksanakan puasa saat Ramadan dan tidak diwajibkan mengeluarkan zakat hingga tidak perlu berhaji. Kepolisian, MUI, dan Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan, akan mengajari kembali para pengikut Paruru.
" Pihak MUI dan Kemenag sudah melakukan itu, kemarin mereka sempat sholat Jumat bareng dengan seluruh pengikut aliran sesat tersebut," kata Humas Polres Tana Toraja, Aipta Erwin, kepada Liputan6.com.
" Dia berdalih bahwa dirinya juga Islam. Padahal kan itu berbeda, bahkan tidak memenuhi rukun sesuai ajaran Islam," ucap dia menambahkan.
Erwin menyebut, saat ini Paruru melarikan diri ke wilayah lain. " Informasi yang saya dengar dia punya pengikut di Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Hingga Kabupaten Luwu. Nanti kita akan panggil dia lagi setelah laporan diterima dan itu akan menjadi dasar kami," kata dia.
Erwin mengatakan, pihak kepolisian bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian Agama Kabupaten Tana Toraja juga telah mendatangi sekretariat LPAAP yang berada di Dusun Mambura. Mereka mencabut seluruh atribut organisasai masyarakat tersebut karena dianggap sebagai aliran sesat.
" Dia punya rumah di sana dan dijadikan sebagai sekretariat. Kita sudah ke sana dan menurunkan semua atribut yang berkaitan degan organisasi tersebut," ujar dia.
Erwin mengatakan, belum memastikan kapan ajaran sesat ini menyebar. Tapi, dia menyebut pengikut ajaran sesat ini mencapai 50 orang.
" Ada delapan kepala keluarga atau sekitar 50 orang," ujar dia.
Sumber: Liputan6.com/Fauzan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya