Prihatin, Inilah Satu Alasan Virus Corona Covid-19 Masih Menyebar di Indonesia

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 28 Maret 2020 18:48
Prihatin, Inilah Satu Alasan Virus Corona Covid-19 Masih Menyebar di Indonesia
Padahal jika setiap orang bisa melaksanannya bisa membantu mengurangi penyebaran virus corona, Covid-19

Dream - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan dan Penanggulan Covid-19, Achmad Yurianto mengingatkan pentingnya mencuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan virus corona.

Imbauan itu disampaikan mengingat masih adanya penyebaran virus corona covid-19 di tengah masyarakat terbukti bertambahnya kasus baru hingga hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 12.00 WIB.

Diketahui, jumlah kasus baru positif covid-19 di Indonesia bertambah 109 orang sehingga totalnya menjadi 1.155 kasus. Sementara kasus meninggal dilaporkan naik menjadi 102 orang dan pasien dinyatakan sembuh dan boleh pulang bertambah menjadi 59 orang.

" Kita masih memprihatinkan kondisi ini..... (Ini menunjukan) bahwa kebiasaan dengan mencuci tangan dengan sabun belum dimaksimal,"  kata Yuri dalam keterangan pers update covid-19 Indonesia di Jakarta.

Menurut Yuri, data menunjukan penularan yang paling banyak justru terjadi lewat perantara tangan. Melihat hal tersebut, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun seharusnya dianggap masyarakat sama pentingnya dengan upaya pencegahan melalui metode jaga jarak atau (social distancing).

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun hendaknya mulai dilakukan sebelum makan, minum, menyentuh mulut, hidung, dan mata.

Yuri menyatakan kegiatan mencuci tangan tak selalu harus mengunakan hand sanitizer. Masyarakat bisa melakukan cara sederhana dengan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Selain imbauan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, Yuri juga tetap mengingatkan masyarakat agar melaksanakan metode jaga jarak utamanya dengan tetap tinggal di rumah.

Hal yang tak kalah penting adalah setiap masyarakat harus menyadari pentingnya sikap saling melindungi.

" Lindungi yang sakit agar bisa melaksanakn masa isolasi dengan maksimal, lindungi yg sehat agar terlindung dari penyakit ini," ujarnya.(Sah)

1 dari 7 halaman

AS Temukan Alat Pendeteksi Cepat Virus Corona, Cuma Butuh Tes 5 Menit!

Dream - Perusahaan farmasi, Abbot Laboratories mengaku telah memiliki alat yang diklaim bisa mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona Covid-19 hanya dalam hitungan 5 menit.

Alat pendeteksi ini juga diklaim lebih praktis karena berukuran kecil dan bisa dibawa kemana-mana (portabel).

Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan Abbot Diagnostics, John Frel seperti dikutip dari laman Bloomberg, menyatakan perusahaan akan memasok 50 ribu alat tes dalam sehari mulai 1 April mendatang.

Tes molekuler yang dijalankan alat ini akan mencari fragmen genom coronavirus, yang dapat dideteksi hanya dalam lima menit ketika virus berada pada level parah.

Sementara pencarian menyeluruh untuk mengetahui ada tidaknya infeksi diperkirakan hanya memakan waktu hingga 13 menit.

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) saat ini telah menjadi pusat pandemi virus corona Covid-19 di dunia dengan kasus mencapai di atas 100 ribu orang. AS telah berjuang menyediakan tes yang cukup untuk mendeteksi virus corona yang mulai mewabah di New York, California, Washington dan daerah lainnya.

 

2 dari 7 halaman

Cara Kerja Alat Pendeteksi Corona

Teknologi dari Abbot ini dibangun di ID Now Abbott yang berbasis di Illinois, lokasi pengetesan paling dikenal di AS, dengan lebih dari 18 ribu unit tersebar di seluruh negeri.

Alat ini Ini banyak digunakan untuk mendeteksi influenza, radang tenggorokan dan virus syncytial pernapasan, serta kuman yang bisa menyebabkan gejala seperti pilek.

Tes dimulai dengan mengambil swab dari hidung atau belakang tenggorokan, kemudian mencampurnya dengan larutan kimia yang memecah virus dan melepaskan RNA-nya.

Campuran ini dimasukkan ke dalam sistem ID Now, sebuah kotak kecil dengan berat hanya di bawah 7 pound yang memiliki teknologi untuk mengidentifikasi dan memperkuat urutan pilih genom coronavirus dan mengabaikan kontaminasi dari virus lain.

Peralatan dapat dipasang hampir di mana saja. Tetapi perusahaan memastikan bahwa alat ini akan diprioritaskan untuk daerah yang paling membutuhkan.

Mereka menargetkan ruang gawat darurat rumah sakit, klinik gawat darurat, dan tempat praktik dokter.

(Sah, Sumber: Bloomberg)

3 dari 7 halaman

Ini Satu-Satunya Tempat yang Belum Terdampak Corona Covid-19

Dream – Saat ini, hampir seluruh negara di dunia menghadapi pandemi virus corona, Covid-19. Sejumlah negara, seperti Italia dn India, bahkan melakukan lockdown alias menutup wilayah mereka.

Namun, ada satu wilayah di Bumi ini yang tetap aman dan sama sekali belum memiliki kasus virus corona. Wilayah tersebut adalah Antartika.

Antartika merupakan benua terdingin di dunia, yang hampir 99% wilayahnya diselimuti es dan terletak di sebelah selatan Bumi, atau kutub selatan. Ketebalan es di sana mencapai satu kilometer.

“ Saat ini, Antartika merupakan wilayah teraman dari wabah corona,” ungkap Alberto Della Rovere, pemimpin ekspedisi ke Antartika.

4 dari 7 halaman

Antartika Tidak Memiliki Penduduk Asli

 Ilustrasi Penguin© Pexels.com

Wilayah Antartika tidak memiliki penduduk asli. Di sebuah lingkaran Arktik, terdapat puluhan ribu keluarga yang tinggal di sana untuk keperluan penelitian. Wilayah tersebut juga menjadi rumah bagi ribuan flora dan fauna.

Antartika adalah benua tanpa negara dan tanpa pemerintahan. Namun, beberapa negara mengklaim memiliki kedaulatan pada beberapa wilayah atau bagian di Antartika.

Atas klaim tersebut, akhirnya dibentuk Antartic Treaty System, dimana 49 negara telah menandatangani perjanjian dan memiliki hak untuk menggunakan daerah tersebut hanya untuk tujuan penelitian ilmiah.

5 dari 7 halaman

Bukan Berarti Tidak Beresiko

 ilustrasi Perjalanan di Kutub© Pexels.com

Orang-orang yang ditempatkan di Antartika mungkin tidak akan tertular virus. Namun akan berisiko besar jika ada yang tertular di Antartika.

Sebenarnya sebagian besar pangkalan riset di Antartika bisa menangani satu kasus infeksi pernafasan yang serius. Namun, jika terjadi penyebaran virus corona, mereka akan lebih kesulitan

“ Tidak ada benua yang kebal, dan terjamin bebas dari virus corona, termasuk Antartika,” ungkap Jeff Ayton, kepala medis di Divisi Antartika Australia.

6 dari 7 halaman

Bukan Tempat Karantina yang Baik

 Ilustrasi Antartika© Pexels.com

Saat ini terdapat 28 negara yang memiliki stasiun riset di Antartika. Yang terbesar adalah McMurdo Station, pangkalan penelitian AS di tepi Rak Es Ross. Stasiun riset tersebut dapat dihuni oleh lebih dari 1.000 orang.

Sebagian besar peneliti akan menetap selama satu atau dua musim untuk melakukan atau mendukung penelitian ilmiah di Antartika. Saat musim panas di Antartika (Oktober – Februari), banyak peneliti melakukan riset di sana.

Di musim dingin, saat suhu menurun, banyak stasiun riset tutup. Akibatnya perjalanan keluar-masuk menjadi sangat sulit, sehingga risiko seseorang membawa virus lebih rendah.

Sebagian besar stasiun riset memiliki setidaknya satu dokter selama musim dingin. Ketika virus corona menyebar di seluruh dunia, para peneliti di Antartika meningkatkan penggunaan hand sanitizer untuk mencegah penyebarannya.  

Saat ini, prioritas yang dilakukan oleh tenaga medis adalah menjaga agar tidak ada kasus pertama corona yang muncul di wilayah Antartika.

7 dari 7 halaman

Jauh dari Bantuan

 ilustrasi Rumah Sakit© Pexels.com

Petugas medis di Antartika merasa khawatir jika virus corona menyebar. Jauhnya jarak yang ditempuh akan mempersulit proses penyembuhan dan isolasi.

" Jika seseorang terinfeksi di lokasi terpencil dengan fasilitas medis yang minim, maka dokter akan lebih kewalahan," kata Ayton.

" Kami juga tidak memiliki perawat tambahan atau profesional yang terlatih”tambahnya.

Ketika ada kedatangan dari negara yang angka penyebaran Corona tinggi (seperti Amerika Serikat, Prancis, Italia dll), prosedur isolasi akan dijalankan lebih ketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona di Antartika.

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting