Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjidil Haram Diisi Warga Mekah Ketika Jemaah Haji Sedang Di Arafah (Arab News)
Dream - Ketika tanggal 9 Zulhijah, seluruh jemaah haji berada di Arafah. Mereka melaksanakan ritual puncak haji dan tak ada satupun jemaah berada di Masjidil Haram.
Ketika momen ini berlangsung, mungkin banyak yang mengira Masjidil Haram akan sangat sepi. Ternyata yang terjadi sebaliknya, sebelum pandemi Covid-19, pada hari Arafah Masjidil Haram sangat ramai diisi warga Mekah yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak.
Hari Arafah, merupakan hari paling suci dalam kalender Hijriyah, didedikasikan untuk doa dan persatuan, dan merupakan peristiwa penting bagi umat Islam. Ini juga merupakan hari yang menjadi saksi fenomena lokal yang telah dipraktikkan selama berabad-abad.
Saat jutaan jemaah menuju Bukit Arafah pada hari ke sembilan Zulhijah, keheningan menyelimuti Mekah, terutama Masjidil Haram. Hanya dalam hitungan jam, lantai Mataf di sekitar Kabah yang biasanya dipenuhi jemaah dengan kain ihram tergantikan oleh segelintir orang, yang sebagian besar perempuan.
Fenomena ini secara lokal dikenal sebagai " Yaumul Kholif" berasal dari kata Arab untuk " batal" atau " kosong." Ketika wanita dan anak-anak menuju Masjidil Haram, para pria menuju lima mil ke timur, ke lembah Mina bersama para jemaah.
Setiap tahun, warga Mekah di seluruh kota mempersiapkan diri untuk musim haji segera setelah Idul Fitri berakhir. Mereka menunggu peziarah yang datang dari Jeddah melalui 'wukala' atau agen perjalanan.
Para wanita mempersiapkan rumah mereka untuk menyambut dan menginap tamu mereka, yang akan tinggal selama beberapa hari atau sampai empat bulan, tergantung pada kesepakatan antara mutawef, wakeel, dan peziarah.
" Hubungan antara jemaah haji dan mutawif solid dan tidak dikendalikan oleh kepentingan ekonomi," kata Faten Hussein seorang matawif.
Hubungan itu diatur oleh ikatan manusia, spiritual, dan agama. Profesi bagi generasi pertama mutawafin, diturunkan dari generasi ke generasi dan dianggap suatu kehormatan bagi mereka yang melayani dan membantu para peziarah, menjaga kenyamanan mereka.
Pada hari kedelapan Zulhijah, pria di seluruh kota mengumpulkan makanan, tenda, dan perlengkapan yang diperlukan, sebelum membimbing para peziarah dari Masjidil Haram ke Mina.
" Para mutawafin kemudian akan membawa para peziarah ke Masjidil Haram sambil berdoa di sepanjang jalan. Putra-putra mutawaf dan kadang-kadang bahkan putri-putrinya akan berjalan di belakang bersama para peziarah wanita. Ini untuk memastikan jamaah tetap bersama rombongan dan tidak tersesat atau tertinggal," kata Husein.
Hingga penutupan Masjidil Haram baru-baru ini karena pandemi, wanita sering berkumpul dengan teman, anggota keluarga, dan tetangga mereka. Mereka mengemas makanan dan peralatan dan pergi ke masjid untuk menghabiskan hari berdoa sambil menunggu matahari terbenam untuk berbuka puasa.
Dalam tradisi Islam, Muslim yang mampu yang tidak melakukan haji dianjurkan untuk berpuasa pada hari itu karena itu menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun yang akan datang.
Setelah menghabiskan sepanjang hari di masjid yang didedikasikan untuk doa dan permohonan mereka, persiapan Idul Adha dimulai. Para wanita menuju ke pasar terdekat untuk membeli mainan untuk anak-anak keluarga dan permen untuk tamu yang berkunjung.
Saat ini, wanita masih memanfaatkan masjid yang kosong dan pergi keluar untuk melakukan ritual umrah atau menghabiskan waktu seharian berdoa di masjid. Sesuatu yang menjadi kebiasaan tahunan bagi banyak orang di Mekah dan kota-kota terdekat, dikutip dari Arab News.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya