Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Botlr
Dream - Setelah sebanyak selusin robot yang dipekerjakan di sebuah restoran di China, kini robot kembali membantu tugas manusia dalam urusan pekerjaan. Sebuah hotel di California, Amerika Serikat mulai menguji coba sebuah robot bernama Botlr untuk menunjang pekerjaan mereka.
Sejumlah pekerjaan yang terkesan sepele mulai diuji coba untuk dikerjakan oleh Botlr. Mulai dari mengantarkan koran di pagi hari, menyiapkan sikat dan pasta gigi, hingga mengantarkan kabel charger ponsel langsung ke pintu kamar hotel.
Botlr merupakan sebuah robot setinggi pinggang orang dewasa yang dilengkapi roda di bagian bawah untuk bergerak ke lorong-lorong kamar hotel. Saat ada panggilan permintaan dari tamu, robot yang telah ditanamkan peta navigasi hotel ini akan menghubungi telepon kamar sebagai penanda ia sudah berada di depan pintu kamar sang tamu.
Robot pintar ini merupakan hasil pengembangan perusahaan startup Savioke. Sebelum resmi menguji coba robot besutannya di Hotel Starwood, Savioke telah mengumumkan rencana pendanaan untuk mengembangkan robot pintar ini.
Setelah memakan waktu selama 10 minggu, akhirnya Savioke menutup kesepakatan dengan hotel yang berlokasi di Cupertino, California tersebut. Botlr merupakan robot yang dirancang dengan lebih sederhana dengan dukungan 3 motor, namun lebih pintar dibanding robot pertama besutan Savioke yang bernama PR2 yang masih mengandalkan 32 motor sebagai tenaga.
" Robot ini merupakan satu bentuk penyederhanaan besar dalam hal efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Saat bekerja mengantarkan permintaan tamu, ia dapat berkomunikasi secara nirkabel dengan lift dan tidak tersesat atau menghadapi hambatan selama ini," ucap CEO Hotel Starwood, Steve Cousins seperti dilansir Gigaom, Kamis 21 Agustus 2014.
Sayangnya baik pihak Savioke maupun Hotel Starwood enggan berkomentar berapa besar kocek yang mereka rogoh untuk mengembangkan robot pelayan pintar ini. Sedikit memberi bocoran, Cousins menyebut saat mengembangkan PR2 hotel tempatnya bekerja merogoh kocek sebesar USD 350 ribu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya