Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Akan ada nonton bareng fenomena ini di Makassar.
Dream - Fenomena Super Blue Blood Moon yang terjadi pada 31 Januari 2018 akan mengakibatkan pasang mengalami tinggi maksimum. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan ketinggian maksimal pasang dapat mencapai 1,5 meter.
"Sementar surut air air minimal mencapai minus 100 centimeter sampai minus 110 centimeter," kata Dwikorita melalui siaran langsung di laman BMKG, Senin, 29 Januari 2018.
Dwikorita mengatakan kondisi pasang tersebut terjadi karena gravitasi bumi akan terintegrasi dengan gravitasi matahari dan bulan.
Peristiwa pasang itu akan berlangsung pada 30 hingga 31 Januari. Pasang tersebut akan terdampak di beberapa lokasi antara lain, seluruh pesisir utara Sumatera Utara, utara Sumatera Barat, selatan Lampung, utara DKI Jakarta, utara Jawa Tengah, utara Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
"Kami minta daerah-derah yang kami sebutkan waspada, karena fenomena Super Blue Blood Moon mengakibatkan rob, hingga genangan di pesisir daerah tadi, mengakibatkan pertanian garam, perikanan darat dan bongkar muat," ujar dia.
Fenomena Super Blue Blood Moon, kata Dwikorita, bukan hal yang harus ditakutkan. Kondisi saat bulan tampak memerah itu bisa menjadi bahan pengembangan sains melalui pengamatan dan observasi. Sebab, fenomena tersebut tergolong langka.
"Bukan untuk hal menakutkan," ucap dia.
BMKG menyebut, ada beberapa titik observasi ideal untuk memantau fenomena ini, antara lain perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, hingga daerah-daerah Samudera Hindia sebelah barat Sumatera, yaitu Zona Bulan Terbit saat gerhana Penumbra Berlangsung.
Selain itu, kata Dwikorita, pengamatan Super Blue Blood Moon juga dapat disaksikan antara lain di Observatorium Boscha, Pulau Seribu, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Museum Fatahillah, Setu Babakan, Kampung Betawi, dan Bukit Tinggi.
"Selain itu juga akan teramati di 21 pengamatan titik hilal. Bahkan di Makassar nonton bersama Super Blue Blood Moon," ujar dia.
(Sah)