Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penangan Covid-19 Nasional Sonny Harry B Harmadi (Foto: YouTube BKKBN)
Dream - Kaum perempuan dinilai lebih patuh menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Protokol kesehatan yaitu adalah standar parameter 3 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, serta menjaga jarak saat berada di kerumunan.
Tingkat kepatuhan itu diungkapkan Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penangan Covid-19 Nasional Sonny Harry B Harmadi dalam telekonferensi BKKBN, Jumat 2 September 2020.
Pada kebiasaan menjaga jarak, kepatuhan kaum perempuan mencapai 77 persen sedangkan kaum laki-laki hanya 67 persen. Pada aspek mencuci tangan, tingkat kepatuhan perempuan mencapai 85 persen, sedangkan laki-laki hanya 76 persen.
Adapun penggunaan masker, kepatuhan kaum perempuan mencapai 89 persen, sedangkan laki-laki hanya 77 persen.
" Ini adalah hasil suvei Litbangkes. Selain aspek jenis kelamin, tingkat kepatuhan juga dilihat dari usia. Semakin tinggi usia seseorang, semakin taat dalam menerapkan protokol kesehatan," ujar Sonny.
Lebih lanjut, Sonny mengungkapkan terdapat empat bentuk intervensi yang dapat dilakukan pemerintah agar masyarakat taat dan konsisten menjalankan protokol kesehatan yakni nasehat, dorongan, insentif dan hukuman.
Dalam bidang media, Sonny menyebutkan, sosialisasi 3M melalui intervensi nasehat dpat dilakukan melalui iklan layanan masyarakat, pemutaran film pendek, media sosial, disseminasi informasi untuk komunitas, pengulangan pesan 3M di setiap awal pertemuan, dan tayangan audio vosial menggunakan bahasa, tradisi dan budaya lokal.
Pemasangan billboard, rambu dan stiket ajakan taat 3M, ajakan pemimpin daerah, tokoh masyarakat, pemimpin institusi, kepala daerah dan keluarganya menjadi role model merupakan intervensi dorongan.
Sedangkan pemberian insetif, Sonny mencontohkan, warung-warung makan, café, atau restoran. Bagi yang taat menerapkan protokol kesehatan, maka tempat-tempat itu akan ditempeli stiker dengan bertuliskan tempat ini telah memenuhi standar protokol pencegahan Covid-19.
Stempel stiker ini, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung restoran atau warung makan untuk datang ke tempat itu.
“ Adapun hukuman untuk yang melanggar aturan, akan dilakukan penyitaan KTP bagi yang melanggar, pelarangan kegiatan, pemotongan anggaran bagi institusi, pemotongan dana transfer, pembatasan waktu operasi,” tandasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Dr. Normal Zainal, dokter Spesialis Bedah Orthopaedi & Traumatologi, menyebut, keteladanan tokoh masyarakat merupakan strategi ampuh untuk mengedukasi masyarakat dalam menerapakan protokol kesehatan Covid-19.
“ Perilaku masyarakat yang diharapkan agar Covid-19 berhenti adalah perilaku hidup sehat, baik secara individu, ekonomi, dan sosial,” kata Dr Norman dalam acara webinar Satgas Covid-19 di Gedung BNPB, Kamis 1 Oktober 2020.
Norman juga membagi penerapan protokol kesehatan di lingkungan terkecil dengan membagi ruang keluarga menjadi beberapa zona untuk mencegah penularan Covid-19.
“ Seharusnya lingkungan keluarga juga membagi zona protokol kesehatan, zona merah untuk luar ruangan, zona kuning untuk ruang keluarga, dan kamar tidur adalah zona hijau bagi individu," jelasnya.
Diketahui, hingga Rabu, 30 September 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan yakni mencapai 287. 008 kasus terkonfirmasi berdasarkan data satgas Covid-19.
Jumlah kasus aktif di seluruh Indonesia sendiri mencapai 61.321 kasus (21.4% kasus terkonfirmasi) dengan total kasus meninggal menjadi 10.740 kasus. Angka tersebut terus mengalami kenaikan sejak kasus Covid-19 terdeteksi di Jakarta sejak Maret 2020.
Demi mencegah penyebaran Covid-19, masyarakat pun diimbau untuk menghindari keluar rumah jika tidak diperlukan, selalu memakai masker, menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.
Protokol kesehatan dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir, minum multivitamin tambahan dan istirahat yang cukup.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya