Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pria Di Taiwan Didenda Rp135 Juta Karena Dianggap Menyembunyikan Infeksi Corona. (Foto: Ilustrasi)
Dream - Perkembangan virus corona membuat pemerintah di seluruh dunia berjaga-jaga. Pemerintah melakukan segala cara untuk melindungi warganya dari serangan virus ini.
Dikutip dari World of Buzz, Selasa 28 Januari 2020, negara-netara tertentu melarang warga Tiongkok masuk ke wilayahnya. Bahkan, alat pemindai panas dipasang di setiap titip masuk.
Tapi, Taiwan melangkah selangkah ke depan dari yang lainnya.
Nikkei Asian Review melaporkan pemerintah Taiwan menjatuhkan sanksi keras kepada seorang pria yang terinfeksi virus corona, dengan denda yang teramat tinggi.
Pria ini dikenakan denda sebesar 300 ribu dolar Taiwan (Rp135,43 juta) karena, diduga menyembunyikan hasil tes kesehatannya yang menyatakan dia positif corona.
Pria yang tak disebutkan namanya ini termasuk ke dalam daftar tiga orang yang terjangkit virus corona. Dia dinyatakan positif corona di Kota Kaohsiun, Taiwan.
Pemerintah Taiwan juga memperketat aturan karantina bagi orang Taiwan yang bekerja di Tiongkok. Sekadar informasi, mereka kembali ke Taiwan untuk merayakan Tahun Baru Imlek.
Sayangnya, sang pria enggan mengungkapkan kondisinya sebelum memasuki Taiwan. Dia juga melanggar hukum pengendalian infeksi karena mengunjungi klub dansa tanpa mengenakan masker.
Akibatnya, 80 orang yang ada di klub terserang gejala corona dan berada di bawah wewenang otoritas kesehatan.
Dream - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anung Sugihartono mengatakan, hanya Balitbang Kemenkes yang memiliki otoritas untuk mengumumkan adanya pasien yang positif Virus Corona di Indonesia.
" Hanya satu yang menyangkut tentang konfirmasi lengkap, Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbang Kemenkes," ujar Anung di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.
Anung mengatakan, tugas dokter yang berada di rumah sakit hanya memiliki wewenang untuk mendiagnosa pasien saja.
Setelah itu, hasil laboratoriumnya diserahkan ke Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbang Kemenkes.
" Jadi Positif atau negatif itu hanya di Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Balitbang Kemenkes," ucap dia.
![]()
Anung mengatakan, Kemenkes juga kini membuka layanan hotline untuk mengetahui seputar Virus Corona. Nomor yang bisa dihubungi yakni 0215210411 dan 081212123119.
" Ini dibuat untuk publik yang mau mengakses informasi 2019-NCoV," kata dia.
Saat ini, Kemenkes telah mengumumkan 11 dari 13 orang yang diisolasi di rumah sakit di Indonesia negatif terjangkit virus Corona. Sisanya, masih menunggu hasil laboratorium.
Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merujuk laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum mengetahui secara pasti proses penularan virus corona yang santer disebut berawal dari hewan. Penelitian oleh WHO sampai saat ini masih dilakukan.
" Sampai saat ini penularan yang sesungguhnya belum diketahui," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Januari 2020.
Anung menyebut, dugaan sementara penyebab virus Corona karena ditularkan hewan. Meski baru sebatas dugaan, Kemenkes mengimbau masyarakat Indonesia yang sedang berada di China untuk tidak kontak langsung dengan hewan-hewan yang ada di sana.
" Sampai saat ini (penularan) diduga kontak langsung dengan hewan," ucap dia.
Jika merasa tubuhnya sedang tidak fit dan batuk, Anung mengatakanmenyarankan untuk menggunakan masker guna mengurangi penyebaran virus.
" Kalau batuk silakan pakai masker. Orang batuk gunakan etika batuk (pakai) masker, sapu tangan atau tisu," kata dia.
Anung memastikan, 11 dari 13 pasien yang diisolasi di rumah sakit di Indonesia negatif terjangkit virus Corona. Kemenkes masih menunggu hasil laboratorium dua orang lainnya yang kini masih belum keluar.
" Kita mendapat sekarang 13 (pasien) dan hasilnya negatif. Dua masih sedang dilakukan pemeriksaan dan mudah-mudahan besok sudah ada (hasil laboratorium)," ujar dia.
Dream - Virus Corona yang menyerang sejumlah negara di dunia telah menyebabkan 56 orang meninggal dunia. Sebanya 2.118 orang dilaporkan terjangkit virus baru corona yang disebut 2019 Novel-Coronavirus (2019 N-CoV).
Dilansir dari foreignpolicy.com, penularan virus yang mirip gejala SARS dan MERS ini sangat cepat. Menggunakan medium udara, virus in bisa menyebab ke berbagai dunia.
Salah satu langkah pencegahan yang wajib untuk dilakukan adalah penggunaan masker. Agar semakin efektif, memggunakan maskerpun tak bisa sembarangan.
Wakil Direktur Pusat Kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Seto Wing Hong, menjelaskan bagaimana cara menggunakan masker yang tepat menurut WHO.
Lewat video yang diposting ke facebook oleh akun Quick Take by Bloomberg, Wing Hong menjelaskan secara rinci cara penggunaan masker yang tepat.
Hal ini merupakan respons dari maraknya virus Corona yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Lantas seperti apa? Yuk simak ulasannya dibawah ini:
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih pelindung masker yang tepat.
Ada bagian-bagian yang perlu dipahami terlebih dahulu, yakni bagian yang menyerap air (warna putih) dan anti air (warna biru).
“ Kamu lihat, ada warna biru di bagian luarnya, karena ini anti-air, dan ketika ada warna putih di bagian dalam yang merupakan penyerap, jadi ketika saya batuk dia akan menyerapnya,”
2. Batang masker
Bagian batang pada masker harus digunakan dengan benar, yakni digunakan di bagian hidung dan ditekan, dan menurunkan bagian bawahnya hingga ke bawah dagu.
“ Sangat penting karena kamu tidak ingin masker itu jatuh seperti ini,” kata dia mencontohkan.
Wing Hong juga mengimbau agar masyarakat tidak menggunakan masker dengan salah, seperti meletakkannya di bawah hidung atau di bawah dagu layaknya dokter yang biasa kita lihat.
" Karena ketika kamu mengenakan masker, kamu harus menganggapnya kotor, dan ketika kamu melepasnya, jangan kamu sentuh," kata dia.
Saat hendak melepaskan masker, seseorang juga harus memperhatikan kebersihan dan mencuci tangan setelah melepasnya, karena masker adalah benda yang kotor.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya