Down Semalaman, WhatsApp Cs Minta Maaf

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 4 Juli 2019 12:00
Down Semalaman, WhatsApp Cs Minta Maaf
Layanan WhatsApp, Facebook, dan Instagram sudah pulih.

Dream - Para pengguna WhatsApp sempat dibuat frustasi semalaman. Aplikasi percakapan ini sempat down atau tumbang.

Banyak pengguna mengeluhkan kondisi ini lantaran tidak bisa mengunggah foto serta video. Demikian pula dengan pesan suara, juga tidak bisa diunggah.

Kondisi ini ternyata juga terjadi pada Facebook dan Instagram. Dua aplikasi 'saudara' WhatsApp itu juga mengalami masalah sehingga para pengguna tidak bisa membuat ataupun melihat unggahan.

Pagi ini, layanan tiga aplikasi grup Facebook tersebut sudah kembali normal. Facebook lewat akun Twitternya memohon maaf atas gangguan yang telah terjadi.

" Di awal hari ini, beberapa orang dan pengusaha mengalami masalah saat mengunggah atau mengirim gambar, video, dan file-file lainnya pada apps dan platform kami. Kondisi ini sudah tertangani dan kami akan kembali 100% untuk semua orang. Kami memohon maaf atas semua ketidaknyamanan," tulis Facebook.

Demikian pula dengan Instagram. Lewat Twitter, aplikasi ini menyatakan sudah kembali normal.

" Kami kembali! Masalah sudah tertangani dan kami akan kembali 100% untuk semua orang. Kami mohon maaf atas segala ketidaknyamanannya," tulis Instagram.

1 dari 5 halaman

WhatsApp Tak Pernah Beri Peringatan

Dikutip dari Independent, para pengguna mendapatkan pesan 'gagal' ketika sedang mengunduh file. Proses unduh seketika terhenti dan gambar muka file menjadi buram.

" Coba lagi. Jika masalah tetap terjadi, coba matikan Wi-Fi atau VPN, atau hubungkan pada jaringan Wi-Fi lainnya," demikian pesan yang tertera di layar WhatsApp.

Sebelumnya, keluhan banyak muncul dari para pengguna di Inggris dan Amerika Selatan yang disampaikan lewat laman Down Detector. Sejumlah laporan rata-rata mengeluhkan masalah saat menggunakan WhatsApp untuk mengirim sesuatu.

Seperti yang sudah pernah terjadi, WhatsApp tidak memberikan pernyataan apapun terkait masalah yang muncul. Demikian pula yang terjadi pada malam tadi.

Aplikasi ini sebenarnya memiliki akun Twitter yang bisa dimanfaatkan untuk memperingatkan pengguna jika akan ada masalah. Sayangnya, sudah sejak lima tahun lalu akun tersebut tidak pernah digunakan.

2 dari 5 halaman

WhatsApp Tak Bisa Dipakai di Windows Phone Mulai 1 Juli

Dream - Pengguna ponsel bersistem operasi Windows Phone perlu waspada. Sejak 1 Juli 2019, WhatsApp tak akan lagi memberikan layanan pembaruan melalui Microsoft Store.

Informasi itu disampaikan WhatsApp di laman resminya. WhatsApp juga menyampaikan, aplikasi perpesanan daring ini juga akan berhenti beroperasi di Windows Phone dan Windows 10 Mobile selepas 31 Desember 2019.

Meski demikian, dilaporkan On Msft, ketentuan yang disampaikan WhatsApp terkesan masih abu-abu.

Tidak jelas, apakah pengguna yang menginstalasi layanan WhatsApp sebelum 1 Juli 2019 masih bisa menggunakan aplikasi ini hingga 31 Desember 2019.

Dalam pernyataan umum mengenai platform yang tidak didukung, perusahaan milik Facebook itu juga mengatakan, " karena kita tidak lagi secara aktif mengembangkan sistem operasi ini, beberapa fitur mungkin berhenti berfungsi kapan saja."  

Selain Windows Phone, WhatsApp juga akan berhenti bekerja setelah 1 Februari 2020 di Android versi 2.3.7. Sementara itu, WhatsApp juga akan berhenti pada iOS 7.

3 dari 5 halaman

Diuji di Luar Angkasa, Jam Ini Cuma Mati 1 Detik per 10 Juta Tahun

Dream - NASA atau National Aeronautics and Space Administration akan mengirim jam atom, Deep Space Atomic Clock, ke luar angkasa. Perangkat berukuran pemanggang roti akan terbang di Orbital Test Bed (OBT) bersama dua lusin satelit militer, pemerintah, dan peneliti pada 24 Juni 2019.

Dilaporkan Engadget, laboratorium NASA, Jet Propulsion Laboratory (JPL) perlu dua dekade mengembangkan teknologi Deep Space Atomic Clock.

Jam atom ini diklaim memiliki akurasi 50 kali lebih tinggi ketimbang waktu dan GPS. NASA menyebut, jam atom itu hanya akan mati 1 detik setiap 10 juta tahun.

Pesawat ruang angkasa bergantung pada sistem relai dua arah yang perlu memantulkan sinyal  yang berbasis di Bumi. Sistem relai itu mencari tahu posisi dan arah pergi pesawat luar angkasa itu.

Dengan jam atom, relai itu dapat `dipangkas`. Temuan itu penting untuk menjaga akurasi waktu dan posisi pesawat ruang angkasa dan astronot.

 

4 dari 5 halaman

Dirancang di Luar Angkasa

Deep Space Atomic Clock dirancang langsung di atas pesawat ruang angkasa dan untuk menghitung lokasi dan rute hanya menggunakan sinyal yang diterimanya dari Bumi. Deep Space Atomic Clock tidak perlu memantulkan kembali sinyal.

Rencananya, jam atom ini akan diuji tetap berada di ruang angkasa selama setahun. Fungsinya untuk membantu NASA mengetahui kemampuan stabilitas jam atom tersebut.

Seandainya berjalan dengan baik, jam atom itu dapat digunakan untuk misi paling cepat 2030-an.

5 dari 5 halaman

Beredar Foto Jamur di Mars, Ini Fakta Sesungguhnya

Dream - Sebuah temuan mengejutkan di planet Mars tertuang dalam makalah baru yang menjadi viral. Berdaasarkan isi makalah itu, diyakini memiliki tumbuhan 'jamur'.

Gambar-gambar itu membuat internet heboh. Tetapi beberapa warganet tetap skeptis. Salah satu yang disorot adalah jurnal yang menerbitkan informasi tersebut: Journal of Astrobiology and Space Science.

Dikutip dari Science Alert, Senin 1 April 2019, pada laman tersebut terdapat banyak jurnal penelitian bertema Menjaga Bumi dari Organisme Mars. Dari judul tersebut dapat tersaji seluruh sudut pandang mengenai kondisi biologi Mars.

Sehubungan dengan jurnal berisi tema jamur misterius berjudul Bukti Kehidupan di Mars?, dewan editorial mengklaim bahwa mereka mengakui " implikasi kontroversial" . Enam ilmuwan independen dan delapan editor senior akan memeriksa artikel tersebut.

Tiga dari pengulas segera menolak makalah itu dan satu editor dengan keras menentang makalah itu. Meski begitu, makalah ini akhirnya diterbitkan.

" Kami akui," kata Regina Dass, seorang ahli mikologi di Pondicherry University di India, " kami tidak memiliki bukti. Tidak ada foto sel atau struktur seluler. Tidak ada."

Alih-alih jamur, NASA menyebutnya 'blueberry'. Tetapi, tidak seperti penulis makalah baru ini, tidak ada seorang pun di badan antariksa yang benar-benar berpikir bola kecil ini adalah tanda kehidupan, apalagi buah atau sayuran yang sedang tumbuh.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak