Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Virus Covid-19. (Foto: Freepik.com)
Dream - Saat dunia masih mencari-cari penawar untuk menyembuhkan Covid-19 yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2, sepasang dokter Muslim dari Turki ini menjadi sorotan.
Keduanya mengklaim berhasil membuat vaksin yang dipercaya memiliki tingkat efektivitas 90 persen dalam mengobati penyakit Covid-19.
Mereka yakni Dr Ugur Sahin, 55 tahun, dan Dr Ozlem Tureci, 53 tahun. Keduany disebut-sebut memberi harapan baru kepada dunia yang memerlukan vaksin yang sangat ditunggu-tunggu tersebut.
Dengan membentuk tim peneliti yang terdiri dari perusahaan farmasi Pfizer dan BioNTech, mereka mengklaim vaksin yang dihasilkan itu 90 persen efektif dan sudah tersedia untuk digunakan.
Perkembangan terbaru ini dinilai sebagai satu keberhasilan di dunia medis. Dilahirkan di Turki dan dibesarkan di Jerman, Ugur termasuk dalam keluarga pendatang yang bekerja di sebuah perusahaan Ford.
Dia bergelar dokter dengan kepakaran dalam bidang imunoterapi.

Sementara sang istri, Ozlem Tureci adalah anggota dewan di BioNTech, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Ugur. Ozlem adalah putri seorang dokter Turki yang juga beremigrasi ke Jerman.
Ugur dilahirkan di Iskenderun, Turki. Pada usia empat tahun, dia berhijrah ke Jerman bersama orangtuanya.
Ayahnya bekerja di sebuah perusahaan Ford, sementara Ugur sendiri kuliah kedokteran di University of Cologne, Jerman.
Dia lulus pada tahun 1990 dan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) tiga tahun kemudian. Ugur menghabiskan delapan tahun berikutnya dengan kuliah di Rumah Sakit Universitas Saarland.
Setelah menamatkan kuliah di Rumah Sakit Saarland University, Ugur bergabung dengan University of Mainz pada tahun 2000. Dia kemudian dilantik sebagai profesor pada tahun 2008.
Ugur menikahi Ozlem pada tahun 2002, dan dikaruniai seorang anak perempuan yang kini sudah remaja.
Seperti dikutip dari muslimmirror.com, pasangan dokter ini sangat tertarik untuk melakukan penelitian, dan mendirikan perusahaan untuk mengembangkan alat imunoterapi kanker.
Yayasan Bill & Melinda Gates mengucurkan dana US$55 juta ke dalam perusahaan yang didirikan Ugur dan istrinya itu.
Mereka termasuk ilmuwan yang rendah hati, dan menjalani kehidupan sederhana walaupun berada di antara 100 orang terkaya di Jerman.
Sumbangan mereka terhadap vaksin Covid-19 adalah peristiwa luar biasa dalam sejarah dunia. Hingga memberikan harapan kepada jutaan orang yang menderita penyakit tersebut.
Sumber: mStar.com.my
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya