Ilmuwan Heran, Mumi 1.500 Tahun Pakai Sepatu Modern

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 April 2016 09:14
Ilmuwan Heran, Mumi 1.500 Tahun Pakai Sepatu Modern
"Orang ini tidak berasal dari golongan elit, dan kami percaya ini seperti wanita,"

Dream - Fesyen adalah hal yang menyangkut kekinian. Tetapi, penemuan mumi kuno mengungkap apa yang menjadi tren sepatu 1.500 tahun lalu.

Para arkeolog di Mongolia mendapat temuan fesyen di kaki wanita saat mereka membuka mumi yang terbungkus kain. Mereka menemukan mumi tersebut di Pegunungan Altai, tepatnya di ketinggian 9.200 kaki di atas permukaan laut.

Mumi tersebut sejauh ini terlihat mengenakan sepatu modern. Tapi para ahli memprediksi usia mumi tersebut sekitar 1.500 tahun.

" Orang ini tidak berasal dari golongan elit, dan kami percaya ini seperti wanita, karena tidak ada busur di dalam makam," ujar Peneliti pada Museum Khovd B Sukhbaatar.

" Sekarang kami berhati-hati membuka pembungkus tubuh, dan setelah ini selesai, para ahli akan dapat menjelaskan secara rinci tentang jenis kelamin mumi," kata dia.

Sejumlah harta benda yang ditemukan di makam memberikan pengetahuan yang unik mengenai kehidupan Mongolia sekitar abad keenam Masehi. Di dalamnya terdapat pelana, tali kekang, vas tanah liat, mangkuk kayu, palung, ketel besi, sisa-sisa peralatan kuda, dan pakaian kuno.

Juga terdapat bantal, kepala domba, tas kecil yang biasa diletakkan di punggung domba, tulang kambing, dan tas kulit kecil yang dirancang untuk membawa cangkir.

" Ini merupakan fenomena yang sangat langka. Ini menunjukkan pada kita keyakinan dan ritual bangsa Turkiks," kata Sukhbaatar.

" Kami bisa lihat secara jelas kuda tersebut telah dikorbankan. Dia adalah kuda betina, berusia antara empat hingga delapan tahun," ucap dia.

" Empat mantel yang kami temukan terbuat dari katun. Satu hal yang menarik dari temuan kami adalah tidak hanya wool dari domba, tapi juga wool dari unta," terang Sukhbaatar.

" Kami dapat perkirakan tanggal pemakaman dari benda-benda yang ditemukan, termasuk juga jenis topi. Ini memberikan kita informasi pemakaman dijalankan sekitar abad keenam," kata Sukhbaatar.

Temuan ini membantu terkuaknya asal usul bangsa Turki di masa Mongolio kuno. Mereka diperkirakan tersebar di sekitar Pegunungan Altai meliputi Siberia, di Rusia, dan Mongolia, Tiongkok, serta Kazakhstan.

Sumber: mirror.co.uk

1 dari 2 halaman

Ditemukan, Kompleks Makam Berisi Sejuta Mumi

Dream - Kompleks kuburan kuno yang diyakini berisi satu juta mumi ditemukan di pemakaman The Fag el-Gamous yang terletak di Faiyun, wilayah yang terletak 96 kilometer arah selatan Kairo, Mesir. Para arkeolog telah melakukan penggalian dan mengangkat 1.700 mumi dari kompleks pemakaman tersebut.

Dikutip Dream dari Daily Mail, Kamis 18 Desember 2014, para ilmuwan yakin mumi di kompleks itu jumlahnya sekitar satu juta lebih. Sebab, mumi-mumi itu tertanam secara bertumpuk dalam lapisan kapur hingga kedalaman sekitar 22,9 meter.

“ Kami cukup yakin kita menemukan lebih dari satu juta kuburan dalam pemakaman ini. Ini besar dan padat,” tutur Profesor Kerry Muhlestein, direktur proyek penggalian di Brigham Young University, Utah, Amerika Serikat.

Para arkeolog yakin mumi-mumi itu dikubur sekitar 1.500 tahun silam, antara abad ke-1 dan abad ke-7 masehi, saat mesir berada dalam kekuasaan Kekaisaran Roma dan Bizantium. Tak seperti mumi-mumi yang ditemukan sebelumnya, mumi di kompleks ini sepertinya merupakan warga biasa daripada anggota kerajaan atau tokoh masyarakat.

Yang membingungkan para akeolog adalah dari mana asal mumi-mumi ini. Sebab, permukiman di sekitar kompleks makam ini, Philadelphia, merupakan kota kecil yang diyakini masyarakatnya tak sebanyak mumi yang terkubur itu.

Sejumlah mumi aneh ditemukan di lokasi ini. Termasuk, mumi laki-laki dengan tinggi sekitar 213 centimeter. Mumi-mumi ini juga terpisah atau berkelompok berdasarkan warna rambut. Satu kelompok ditemukan dengan rambut berwarna pirang, yang lainnya berwarna merah.

Mumi-mumi banyak yang tak dihilangkan bagian organ dalamnya, sebagaimana lazim dilakukan dalam proses mumi di Mesir. Mumi-mumi ini juga tak terbungkus kain kafan, sebagaimana mumi anggota kerajaan sebagaimana banyak ditemukan sebelumnya.

“ Mumi ini dibungkus indah dengan jubah dan dengan bungkus-bungkus bagus lainnya,” tutur Muhlestein. (Ism)

2 dari 2 halaman

Mumi Ini Disebut Sebagai `Beyonce Kuno' dari Mesir

Dream - Ahli di Museum Inggris menguak teka-teki mumi yang ditemukan di Mesir. Mumi perempuan itu disebut-sebut sebagai artis pada zamannya. Tahun sembilan ratus sebelum masehi, atau tiga ribu tahun silam.

Inilah mumi yang disebut media Inggris sebagai " Beyonce Kuno Mesir" . Nama aslinya adalah Tayesmutengebtiu. Ahli di Museum Inggris menguak teka-teki mumi ini dengan menggunakan CT scan, gambar tiga dimensi, serta teknologi mutakhir lainnya.

Para ahli meyakini bahwa Tayesmutengebtiu meninggal pada usia empat puluh atau lima puluh tahunan. Serangan jantung atau stroke diduga menjadi penyebab kematiannya. " Sebab pembuluh arterinya mengeras," kata ahli di Museum Ingris dikutip Dream dari Mirror, Selasa 13 Mei 2014.

Dugaan bahwa Tayesmutengebtiu itu sebagai artis diperkuat dengan sejumlah atribut yang menempel pada mumi itu. Antara lain wig, rambut asli yang dipotong rapi, dan berkulit tipis.

Diduga, biduan kuno ini dimumikan dengan sangat baik karena kekayaan yang didapat semasa masih hidup. Tubuhnya dibalut perban dengan perhiasan favoritnya.

Mumi Tayesmutengebti dibawa ke London bersama mumi-mumi lain yang ditemukan di Lembah Sungai Nil. Di sana, mumi-mumi itu discan untuk mengetahui kulit, organ, dan tulangnya.

Beri Komentar