Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gelagat Enam Lelaki Yang Didakwa Menghina Islam. Gambar Kecil: Mohd Nohor Menunjukkan Laporan Polisi Yang Dibuat. (Foto: Sinarharian.com.my)
Dream - Berhati-hatilah dalam membuat lelucon, apalagi sampai mengunggahnya ke sosial media. Apalagi jika lelucon yang dipakai adalah kegiatan yang berkaitan dengan ibadah agama.
Inilah yang tak dipikirkan lima orang pemuda di Malaysia. Mereka membuat lelucon tentang sholat jenazah di sebuah masjid. Entah apa maksudnya, mereka mengunggah video tersebut ke sosial media.
Sudah pasti orang yang melihatnya akan merasa jengkel. Dan perasaan kesal itulah yang melanda seorang pedagang di Pekan Jementah, Johor, Malaysia.
Dia sengaja datang ke sebuah kantor polisi untuk melaporkan sebuah klip video yang menghina dan mengolok-olok Islam.
© Dream
Sang pelapor, Mohd Nohor Kunchi Mohamed, mengatakan, dalam video berdurasi 36 detik itu, dia melihat lima pria sedang menunaikan sholat jenazah dengan di hadapan mereka ada seorang lagi pria berkain kafan yang berpura-pura menjadi jenazah.
" Saya menerima video itu sekitar pukul 05:45 petang melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu saya sedang berada di sebuah kedai makan. Ketika melihat video tersebut, saya menjadi marah karena mereka secara terang-terangan mengejek Islam," kata pria 48 tahun itu.
Ketika melihat video itu, Mohd Nohor merasa terhina karena dia sendiri adalah seorang Muslim. Apalagi perbuatan mereka itu dilakukan di dalam masjid yang merupakan tempat beribadah," katanya kepada Sinar Harian.
© Dream
Kepada Sinar Harian, dia mengatakan, pada detik ke-24, salah seorang pria terlihat menggaruk kemaluannya. Kemudian diikuti oleh rekannya yang menggaruk lutut kirinya menggunakan kaki kanan.
Sementara seorang lagi teman mereka menggerak-gerakkan kepala seperti orang mengantuk.
Kemudian pada detik ke-32, 'jenazah' tersebut bangun dan mereka semua melarikan diri. Salah seorang dari mereka mengangkat kainnya sehingga menampakkan celana dalam.
© Dream
" Meskipun video tersebut direkam sebagai iseng atau hiburan, saya melihatnya sebagai suatu hal yang menyentuh sensitivitas umat Islam dan saya meminta agar semua pihak menghentikan penyebaran video ini.
" Saya juga meminta Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) agar menyelidiki oknum-oknum yang ada di dalam video tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal," katanya.
(Sumber: sinarharian.com.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya