Sidang Isbat Awal Zulhijah 1441 H Digelar 21 Juli 2020

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 3 Juli 2020 06:01
Sidang Isbat Awal Zulhijah 1441 H Digelar 21 Juli 2020
Sidang ini untuk menentukan Idul Adha dan Hari Arafah.

Dream - Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat 1 Zulhijah 1441 H pada Selasa, 21 Juli 2020. Sidang ini akan menetapkan kapan tepatnya Hari Arafah dan Idul Adha akan dijalani umat muslim.

'Sidang isbat akan digelar 21 Juli 2020," ujar Menteri Agama Fachrul Razi, dikutip dari Kemenag.

Fachrul mengatakan sidang digelar tepatnya pada tanggal 29 Zulqaidah 1441 H. Pelaksanaannya juga sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 02 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.

" Karenanya, sidang isbat awal Zulhijjah digelar pada 29 Zulqadah yang bertepatan 21 Juli 2020," kata Fachrul.

Sidang isbat untuk penetapkan 1 Zulhijjah 1441 H ini tidak berbeda dengan sidang untuk penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal. Nantinya sidang diawali dengan pembahasan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal.

Sidang akan melibatkan Tim Falakiyah Kemenag, perwakilan ormas, dan sejumlah undangan lain.

" Jika tanggal 1 Zulhijjah sudah ditentukan, maka bisa diketahui kapan Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada 10 Zulhijjah," terang Fachrul.

1 dari 3 halaman

Ini Panduan Sholat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Kemenag

Dream - Idul Adha tahun ini akan berbeda dibandingkan sebelumnya. Saat ini pandemi virus corona masih melanda sebagian besar negara, termasuk Indonesia.

Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020, berisi panduan penyelenggaraan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban yang aman dari Covid-19.

Surat Edaran ini diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dengan menyesuaikan pelaksanaan new normal atau tatanan kenormalan baru.

" Dengan begitu, pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal serta terjaga dari penularan Covid 19," ujar Menteri Agama Fachrul Razi, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Fachrul mengatakan Sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dijalankan di semua daerah. Kecuali daerah yang dianggap masih belum aman oleh Pemerintah Daerah atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 daerah.

Pelaksanaan Sholat Id maupun penyembelihan harus mematuhi protokol kesehatan. Serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

" Sosialisasi dan pengawasan penerapan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam edaran ini akan dilakukan oleh Aparat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan Kantor Urusan Agama Kecamatan bersinergi dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan instansi terkait," kata Fachrul.

Berikut isi panduannya.

2 dari 3 halaman

Panduan Sholat Id

Penyelenggaraan Sholat Idul Adha.

a. Menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;

b. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;

c. Membatasi jumlah pintu/jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;

d. Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar;

e. Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu/jalur masuk. Jika ditemukan jamaah dengan suhu >37,5'C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan;

f. Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter;

g. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya;

h. Tidak mewadahi sumbangan/sedekah jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit;

i. Penyelenggara memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat Idul Adha yang meliputi:

1) Jemaah dalam kondisi sehat;
2) Membawa sajadah/alas salat masing-masing;
3) Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
4) Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer
5) Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
6) Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter;
7) Mengimbau untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit bawaan yang berrisiko tinggi terhadap Covid-19.

 

 

3 dari 3 halaman

Panduan Penyembelihan Hewan Kurban

Untuk penyembelihan hewan kurban, penyelenggaraannya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Penerapan jaga jarak fisik (Physical distancing), meliputi:

1) Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik;
2) Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban;
3) Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;
4) Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

b. Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi:

1) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas;
2) Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;
3) Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;
4) Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer
5) Panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah;
6) Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

c. Penerapan kebersihan alat, meliputi:

1) Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan;
2) Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang panitia harus menggunakan alat lain maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

Beri Komentar