Suspect Corona di Kota Bekasi Mencapai 30 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 12 Maret 2020 09:27
Suspect Corona di Kota Bekasi Mencapai 30 Orang
2 Dinyatakan Negatif.

Dream - Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat menyebut 30 orang dicurigai terinfeksi virus corona. Hasil pemeriksaan menyebut, dua diantaranya dinyatakan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, mengatakan, 30 orang yang dicurigai terinfeksi virus corona tersebut terbagi dalam beberapa kategori.

Ada pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga Orang Dalam Pemantauan (ODP). " Pasien dalam PDP tiga orang, selesai PDP 6 orang," kata Tanti, Rabu, 11 Maret 2020.

Sementara itu, pasien ODP sebanyak lima orang. Adapun pasien yang selesai dalam pemantauan sebanyak 16 orang.

Saat ini, kata Tanti, Dinas Kesehatan Kota Bekasi membuat langkah cepat untuk menghadapi virus corona. Instansinya telah membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) Kesiapsiagaan dalam menghadapi virus corona (Covid-19) di Kota Bekasi.

" Pembentukan Posko Layanan Covid yang bertempat di Dinas Kesehatan Kota Bekasi," kata Tanti.

Pemerintah juga telah membentuk publik safety center Kota Bekasi 119, Call center Kota Bekasi 1500444. Serta menginstruksikan kepada Kepala Puskesmas untuk membuat spanduk, leaflet, banner kesiapsiagaan dalam menghadapi Infeksi Virus Corona (Covid 19) di Kota Bekasi.

Sumber:

1 dari 4 halaman

Virus Corona Bisa Sebabkan Komplikasi Hingga Cuci Darah

Dream - Sejumlah pasien yang terpapar virus corona (Covid-19) berhasil sembuh. Sayangnya, banyak juga berakhir dengan kehilangan nyawa. Sebagian besar pasien yang meninggal dunia diketahui sudah lanjut usia atau memiliki riwayat penyakit.

Pada kondisi tertentu, virus corona memang bisa memperburuk keadaan pasien hingga menyebabkan komplikasi. Pada tahapan yang parah, bahkan pasien diharuskan menjalani prosedur hemodialisa atau cuci darah.

" Covid-19 adalah semacam infeksi akibat virus. Ada potensi bisa mengganggu organ lain. Bisa gangguan ke ginjal atau liver di stadium lanjut. Infeksi bisa terjadi di organ mana pun," ujar dr. Aida Lydia Sp.PD, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia dalam acara peringatan Hari Ginjal Sedunia di Manhattan Hotel, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2020.

Aida juga menekankan bahwa jenis kuman yang sistemik seperti Covid-19 memang bisa mengganggu fungsi organ, termasuk ginjal. 

" Banyak yang mengatakan sampai dialisis. Hubungan covid-19 dan ginjal lebih ke komplikasi," jelasnya.

Penting untuk menjaga virus tersebut agar tidak menyebabkan komplikasi. Terutama pada penderita penyakit serius dan manula.

2 dari 4 halaman

Dua Pasien Corona di Indonesia Sembuh, Siap Dipulangkan

Dream - Dua pasien virus Corona di Indonesia dinyatakan sembuh. Hasil dua kali pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan mereka negatif Covid-19.

" Yang pertama bahwa pasien 06 dan 14 ini sudah dua kali diperiksa negatif," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus orona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 Maret 2020.

 © Dream

Menurut Yurianto, saat ini tim medis tengah mengedukasi kedua pasien untuk dipulangkan. " Artinya, sedang mengedukasi untuk persiapan pulang dengan menggunakan self isolated," tambah dia.

Walaupun negatif virus Corona, dua pasien tersebut akan diawasi secara intens. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama.

" Tetap menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan serta minum bersama dan tidak aktivitas bertemu," ujar dia.

Sebelumnya, pasien 06 yaitu anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Pasien 14 merupakan imported case. Mereka sudah menjalani isolasi dan pemeriksaan selama tujuh hari.

3 dari 4 halaman

Pasien Positif Corona di Indonesia yang Meninggal Juga Idap Penyakit Berat Ini

Dream - Pemerintah mengumumkan kematian pertama akibat virus corona di Indonesia terjadi pada pasien kasus 25. Pasien tersebut meninggal dini hari tadi.

" Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto.

Pasien tersebut adalah wanita usia 53 tahun yang merupakan warga negara asing. Menurut Yurianto, pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat.

" Pasien ini masuk di RS sudah dalam keadaan sakit berat. Karena memang ada faktor penyakit mendahului. Di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," kata dia.

Selanjutnya, Yurianto mengatakan penyebab pasien meninggal bukan murni karena infeksi virus corona. Tetapi, kondisi pasien menjadi semakin parah akibat terkena virus tersebut.

" Bukan Coronavirus penyebab utamanya tapi itu yang memperburuknya," ucap dia.

(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

4 dari 4 halaman

Satu Pasien Positif Corona di Indonesia Meninggal Dunia

Dream - Seorang pasien positif virus corona di Indonesia dilaporkan telah meninggal dunia. Juru bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan pasien tersebut terdaftar sebagai pasien kasus 25. 

Selain positif virus Covid-19, Achmad mengatakan pasien tersebut juga mengidap sejumlah penyakit berat.  

" Pasien meninggal dunia," ujar Yurianto, Rabu 11 Maret 2020.

Yurianto menjelaskan penyebab meninggalnya pasien kasus 25 karena beberapa penyakit yang sudah diderita sebelumnya.

Dalam kondisi sakit tersebut, pasien itu terjangkit virus corona.

" Ada faktor penyakit yang mendahuluinya, di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Beri Komentar