Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang guru honorer di SMA N 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono meninggal dunia usai dianiaya siswanya.
Budi meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Kamis, 1 Februari 2018, sekitar pukul 21.40 WIB. Diagnosa dokter menyebutkan Budi mengalami mati batang otak dan semua organ tak berfungsi.
Seperti dilansir Portal Madura.com, Kapolsek Torjun, Sampang, AKP Harifi Kahar membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan itu.
“ Iya informasi itu memang benar, ada penganiayaan yang menimpa seorang guru,” kata Hariri.
Hariri mengatakan dugaan kekerasan itu dilakukaan siswa kelas XI SMA N 1 Torjun berinisial MH, asal Dusun Brekas, Torjun Timur.
....
© Dream
Dream - Peristiwa penganiayaan itu, kata Hariri, bermula karena teguran Budi pada saat jam terakhir pelajaran Seni Lukis. Budi menegur MH karena tidak mendengarkan materi pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya.
MH disebut mencoret-coret lukisan peserta didik lain. Tetapi, teguran Budi tak digubris MH. Sebagai tanda peringatan terakhir, Budi mencoret pipi MH dengan cat lukis.
Tak terima dengan tindakan sang guru, MH menghampiri dan memukuli Budi. Siswa dan para guru yang mengetahui peristiwa itu berusaha melerai.
Budi sempat mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada kepala sekolah. Dia pun diperkenankan untuk pulang lebih awal.
Sesampainya di rumah, korban merasa sakit leher hingga kepala pusing.
© Dream
Dream - Polisi bergerak cepat mengusut kematian Budi. Polisi sempat menghampiri rumah MH di Dusun Brekas, Desa Torjun Timur, Kecamatan Torjun, Sampang.
Tak lama setelah itu, MH, menyerahkan diri ke Polres Sampang, Jumat dini hari, 2 Februari 2018.
" Pelaku menyerahkan diri setelah kami mendatangi pihak keluarganya,” kata Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto.
Berdasarkan informasi, pelaku merupakan siswa yang sering banyak masalah di sekolahnya. Bahkan, banyak catatan merah di Bagian Konseling (BK) SMAN I Torjun Sampang. (ism, Sumber: Portal Madura.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang