Guru di Madura Tewas Dianiaya Murid karena Menegur

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 2 Februari 2018 11:36
Guru di Madura Tewas Dianiaya Murid karena Menegur
Budi sempat mengeluh sakit di bagian kepalanya.

Dream - Seorang guru honorer di SMA N 1 Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono meninggal dunia usai dianiaya siswanya.

Budi meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soetomo Surabaya, Kamis, 1 Februari 2018, sekitar pukul 21.40 WIB. Diagnosa dokter menyebutkan Budi mengalami mati batang otak dan semua organ tak berfungsi.

Seperti dilansir  Portal Madura.com, Kapolsek Torjun, Sampang, AKP Harifi Kahar membenarkan peristiwa dugaan penganiayaan itu.

“ Iya informasi itu memang benar, ada penganiayaan yang menimpa seorang guru,” kata Hariri.

Hariri mengatakan dugaan kekerasan itu dilakukaan siswa kelas XI SMA N 1 Torjun berinisial MH, asal Dusun Brekas, Torjun Timur.

 ....

1 dari 2 halaman

Kronologi Peristiwa

Dream - Peristiwa penganiayaan itu, kata Hariri, bermula karena teguran Budi pada saat jam terakhir pelajaran Seni Lukis. Budi menegur MH karena tidak mendengarkan materi pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya.

MH disebut mencoret-coret lukisan peserta didik lain. Tetapi, teguran Budi tak digubris MH. Sebagai tanda peringatan terakhir, Budi mencoret pipi MH dengan cat lukis.

Tak terima dengan tindakan sang guru, MH menghampiri dan memukuli Budi. Siswa dan para guru yang mengetahui peristiwa itu berusaha melerai.

Budi sempat mengadukan peristiwa yang dialaminya kepada kepala sekolah. Dia pun diperkenankan untuk pulang lebih awal.

Sesampainya di rumah, korban merasa sakit leher hingga kepala pusing. 

 

2 dari 2 halaman

Pelaku `Murid Catatan Merah`

Dream - Polisi bergerak cepat mengusut kematian Budi. Polisi sempat menghampiri rumah MH di Dusun Brekas, Desa Torjun Timur, Kecamatan Torjun, Sampang.

Tak lama setelah itu, MH, menyerahkan diri ke Polres Sampang, Jumat dini hari, 2 Februari 2018.

" Pelaku menyerahkan diri setelah kami mendatangi pihak keluarganya,” kata Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto.

Berdasarkan informasi, pelaku merupakan siswa yang sering banyak masalah di sekolahnya. Bahkan, banyak catatan merah di Bagian Konseling (BK) SMAN I Torjun Sampang. (ism, Sumber: Portal Madura.com)

Beri Komentar