Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Polisi menangkap empat warga yang main hakim sendiri.
Dream - Warganet dihebohkan oleh beredarnya video massa yang sedang memukuli dan menelanjangi pasangan muda-mudi yang diduga berbuat mesum. Video tersebut diketahui berada di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kapolresta Tangerang, Ajun Komisaris Besar Polisi Sabilul Alif, membenarkan beredarnya video tersebut. Tapi, dia membantah kalau pasangan itu sudah melakukan perbuatan tidak senonoh.
"Bahwa kita perspektif bukan mesumnya, karena bukan mesum yah kronologinya," kata Sabilul kepada Dream, Senin, 13 November 2017.
Sabibul menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 12 November 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu.....
© Dream
Sabibul menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 12 November 2017 sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu, si pria meminta pacarnya ke kontrakannya untuk membawakan makanan.
"Pada saat pacarnya yang perempuan di kontrakan makan, pacarnya di kamar mandi. Langsung dia digrebek dan dalam posisi pintu yang tidak terlalu rapat loh ya," ucap dia.
Sabilul menambahkan, keduanya saat itu juga masih dalam menggenakan pakaian.
"Setelah itu digerebek dipaksa ngaku kamu ngapain? kamu berbuat zina?" ujar dia.
© Dream
Tanpa pikir panjang, aksi yang diinisiasi oleh ketua RW itu langsung menuduh keduanya telah melakukan perbuatan zina.
"Terus itu si laki-laki ini dicekik lehernya dan si perempuan ini dibuka bajunya, dipaksa ditelanjangi," ujar dia.
Saat ini, polisi telah menangkap empat orang pelaku. Tetapi, belum menetapkannya sebagai tersangka.
"Pertama yang ngedatengin ketua RT dan RW kemudian kita amankan tiga dan satu lagi jadi empat orang inisial G, T, A," kata Sabilul.
Saat ini, kondisi korban sudah dalam perlindungan polisi. "Kami kasih bantuan psikiater," ujar dia.
(Sah)