Tenda Pria dan Wanita di Mina Akan Diberi Pembatas

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 11 Desember 2019 18:00
Tenda Pria dan Wanita di Mina Akan Diberi Pembatas
Ada sejumlah perbaikan layanan di Mina.

Dream - Muasasah Ath-Thawafah Mekah menyetujui usulan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) untuk memasang pembatas jemaah laki-laki dan perempuan di tenda Mina. Selama ini, tidak ada pembatas yang dipasang di tenda Mina.

" Penempatan jemaah haji di tenda Mina, akan dipisah jemaah laki dan perempuan," kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, di laman resmi Kemenag, Rabu, 11 Desember 2019.

Sri Ilham mengatakan, permohonan itu sebelumnya disampaikan Menteri Agama RI, Fachrul Razi ke Menteri Haji dan Umrah Saudi agar memperioritaskan pembangunan toilet bertingkat di Mina untuk jemaah haji Indonesia.

Menurut Sri Ilham, pemerintah juga mengharapkan sejumlah inisiatif untuk perbaikan layanan haji tahun lalu di Arafah dan Mina tetap dipertahankan. Perbaikan layanan diantaranya, penyediaan AC freon di Arafah, tambahan urinoir di Mina, dan penomoran tenda di Armina.

" Kami minta agar itu semua tetap berjalan, jika perlu ditingkatkan," ucap Sri Ilham.

" Kami juga minta agar penempatan jemaah di Armina berdasarkan zonasi penempatan jemaah di Mekah," kata dia.

1 dari 6 halaman

Tahun lalu, Ditjen PHU Kemenag menerapkan kebijakan baru sistem penempatan jemaah di Mekah berbasis zona. Ada enam zona di Mekah, yaitu, Jarwal, Misfalah, Mahbas Jin, Syisah, Raudlah, Aziziyah, dan Rey Bakhsy.

Pihak muasasah, lanjut Sri Ilham, sepakat dengan kondisi ini. Bahkan, kata dia, pihak muasasah berkomitmen untuk menyerahkan denah penempatan jemaah sejak 1 Dzulhijjah untuk memastikan kesiapan fasilitas yang tersedia di Arafah dan Mina, mulai AC, listrik, dan fasilitas lainnya.

" Tahun depan akan dibuat juga jalan khusus untuk jemaah pengguna kursi roda di Muzdalifah," ucap dia.

2 dari 6 halaman

Menag Minta Saudi Dahulukan Bangun Toilet Bertingkat di Mina untuk Indonesia

Dream - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi meminta pemerintah Arab Saudi memprioritaskan pembangunan toilet di Mina untuk jemaah haji Indonesia pada musim haji 2020. 

Saudi memang direncanakan akan membangun 60 ribu toilet bertingkat di Mina untuk semua negara. 

“ Saudi akan membangun 60.000 toilet bertingkat di Mina untuk semua negara. Menteri Agama Fachrul Razi sudah menyampaikan permintaaan ke pihak Saudi agar kawasan tenda yang biasa ditempati jemaah haji Indonesia didahulukan pembangunan toilet bertingkatnya,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis dalam keterangan resminya, Selasa, 3 Desember 2019.

Rencana pembangunan toilet terungkap dalam pembahasan MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020 antara Menteri Agama Fachrul Razi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Benten di Mekah.

Menurut Sri Ilham, pembangunan toilet di Arafah dan Mina memang menjadi salah satu usulan Indonesia yang dibahas bersama Kementerian Haji dan Umrah. Keberadaan toilet bertingkat yang telah dibangun di Muzdalifah terbukti dapat mengurangi antrian.

“ Karenanya, kami berharap toilet bertingkat juga dibangun di Arafah dan Mina guna meningkatkan kenyamana jemaah haji dan mengurangi antrean,” kata Sri Ilham.

Usulan tentang pentingnya perbaikan layanan di Mina terus disuarakan Kemenag sejak musim haji 2019. Menteri agama saat itu, Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Makkah Khalid al Faisal bin Abdulaziz berdiskusi sekitar lebih lima belas menit di Imarat-Makkah, Mina, 12 Agustus 2019 mengenai masalah tersebut.

Gubernur Mekah saat itu mengatakan, sudah dibentuk dewan khusus proyek Mina dan Arafah. Dewan ini diketuai langsung oleh Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

3 dari 6 halaman

Kemenag Usul Biaya Haji 2020 Sebesar Rp35,2 Juta

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 sebesar Rp35.235.602 juta. Dengan usulan tersebut, biaya haji selama dua tahun terakhir tak mengalami perubahan. 

Usulan BPIH 2019 sebesar Rp35,2 juta tersebut disampaikan dalam rapat pembentukan panitia kerja (Panja), BPIH bersama Komisi VIII DPR.

" Pemerintah mengusulkan rata-rata besaran BPIH sebesar Rp35.235.602," ujar Fachrul di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

Dengan usulan tersebut, Fachrul merinci ongkos pesawat pulang pergi Arab-Saudi sebesar Rp28 juta. Biaya tersebut lebih kecil dibanding tahun lalu yang ditetapkan sebesar Rp29 juta.

Sementara, untuk uang saku atau living cost yang diberikan kepada jemaah diusulkan sebesar Rp5.680.005, atau tidak mengalami perubahan dibanding haji 2019.

4 dari 6 halaman

Pembuatan Visa Progesif

 Rapat kerja BPIH 2020 (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)Rapat kerja BPIH 2020 (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an) © Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an

Rapat kerja BPIH 2020 (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi`an)

Fachrul menjelaskan mengenai adanya biasa visa sebesar Rp1.136.000. Meski demikian, Fachrul sempat meminta Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia untuk menghapus kebijakan tersebut.

" Yang baik mudah-mudahan nanti pada saat kami ketemu di Saudi Arabia, itu bisa direalisasi. Kalau bisa, berarti biaya (visa) ini akan hilang," kata dia.

Sementara, kata dia, biaya pembuatan visa progresif atau visa untuk jemaah yang sudah melakukan ibadah haji lebih dari satu kali, akan dikenakan biaya sebesar 2.000 riyal Saudi atau sekitar Rp6 juta.

Lebih lanjut, Fachrul mengatakan, pemerintah juga mengusulkan pengeluaran nilai manfaat sebesar Rp8.06 triliun untuk optimalisasi BPIH Rp37.923.162 per jemaah.

" Untuk komponen pembiayaan biaya haji jumlah keseluruhan menjadi Rp7.870.000.000.000 sehingga jumlah keseluruhan sebagaimana yang saya sampaikan (Rp35 juta)" ujar dia.

5 dari 6 halaman

Akan Dibahas DPR

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto mengatakan, usulan tersebut nantinya akan dibahas dalam Panja BPIH pada rapat selanjutnya.

" Sementara untuk dana perjalanan haji sebesar Rp35 juta. Selanjutnya kita akan bacakan anggota panja biaya penyelenggaraan haji dari komisi VIII," kata Yandri.

Yandri berujar, Ketua Panja BPIH ini akan dipimpin oleh Marwan Dasopang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VIII DPR.

6 dari 6 halaman

Kuota Haji Cadangan 2020 Naik Jadi 10 Persen, Alhamdulillah

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan, pemerintah akan menambah kuota haji cadangan sebesar 10 persen untuk tahun 2020.

" Sebelumnya, kuota haji cadangan hanya sebesar 5 persen atau sekitar 10.200 jemaah," kata Fahcrul, diakses dari laman resmi Kemenag, Selasa, 26 November 2019.

Fachrul mengatakan, penambahan kuota haji cadangan itu dilakukan agar kuota haji utama dapat terserap secara optimal.

Menurut Fachrul usulan penambahan tersebut berkaca pada pelaksanaan haji di tahun 2019. Kuota haji Indonesia yang terserap pada musim haji tahun ini mencapai 99,44 persen.

" Dari 214 ribu kuota jemaah haji reguler, telah diberangkatkan sebanyak 212.732 jemaah. Ini terdiri dari 211.298 jemaah haji dan 1.434 Petugas Haji Daerah," kata dia.

Data Kemenag, lanjut Menag juga mencatat ada 1.189 jemaah dan 79 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang batal berangkat pada musim haji 2019. Padahal para jemaah dan pemandu tersebut sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan mengantongi visa.

" Namun, karena alasan pribadi, mereka banyak mengundurkan diri. Mulai dari alasan sakit, hamil, atau pun alasan pribadi lainnya," ucap dia.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair