Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wangzhen, Menjadi Pemulung Demi Obati Ibu Angkat Yang Leukimia (viral4real)
Dream - Remaja itu baru berusia belasan. Tapi pengabdiannya pada orang tua angkatnya benar-benar membuat hati terenyuh. Meski tak ada setetes darah ibu maupun ayah mengalir di tubuhnya, rasa kasih sayangnya tak terbatas.
Remaja belasan itu bernama Wangzhen. Usianya baru 12 tahun dan berasal dari Nanyang, Henan, China. Remaja seusianya biasa menghabiskan waktu dengan bermain. Namun tidak untuk Wangzhen.
Siang dan malam dia harus bekerja. Mencari uang dari tumpuhan sampah dan menjualnya ke tukang loak. Uang itu bukan untuk belanja. Semua disisihkan untuk ibu angkatnya.
Wangzhen baru berusia dua tahun saat ibunya meninggalkannya. Kondisi semakin sulit saat Wangman, sang ayah mengalami kecelakaan fatal. Tanganya terpotong saat bekerja di sebuah proyek konstruksi.
Neneknya telah mangkat 9 tahun lalu dan meninggalkan tumpukan utang untuk keluarga. Dan semua penderitaan itu seolah hilang saat seorang wanita mengangkatnya sebagai anak.
Wanita itu bernama Liang Yingchun. Dia hadir dalam kehidupan Wangzhen dan sang ayah. Mereka bertiga hidup bahagia saat itu. Sampai cobaan baru mendera mereka.
Liang didiagnosa mengidap kanker darah, leukimia. Sejak mendapat perawatan di rumah sakit, Wangzhen-lah yang menjaganya. Memberi makan bahkan menyeka keringat saat udara sangat panas.
Untuk membantu biaya berobat karena pendapatan ayah yang pas-pasan, Wangzhen selalu keliling kota. Mencari sampah-sampah berharga untuk dijual ke pasar penampungan terdekat.
" Dari setengah hari mengumpulkan sampah, saya bisa mendapatkan 2,50 yuan. Bibi Liang, sang ibu angkat, telah merawat saya dan kakek dengan baik. Kali ini, dokter mengatakan jika sakitnya tak dirawat dia bisa meninggal. Saya tak tega melihat dia meninggal jadi saya berusaha mencari uang untuk perawatannya," kata Wangzhen.
Di tengah kesulitan hidup, senyum tak pernah lepas dari wajahnya. Wangzhen akan selalu tersenyum jika orang menyebut nama ibu angkatnya.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya