Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anna Muzychuk, Baju Putih, Akan Kehilangan Dua Gelar Juara Cepat (fotoL Shutterstock)
Dream - Arab Saudi baru saja mengizinkan permainan catur ditandai dengan Kejuaraan Dunia Catur Cepat dan Blitz Raja Salman. Kejuaraan tersebut mengundang juara dunia catur cepat dan blitz asal Ukraina Anna Muzychuk untuk ikut serta.
Tetapi, usaha bertahun-tahun mendapatkan gelar juara dunia catur Muzychuk harus sirna karena alasan memakai abaya dan hijab. Di akhir tahun ini, dia kemungkinan akan kehilangan dua gelar juara dunia catur cepat.
" [Saya memutuskan] tidak mengikuti aturan bermain seseorang, tidak akan memakai abaya, menolak larangan keluar rumah, serta menjadi mahluk yang dinomorduakan," kata Muzychuk, dikutip Dream dari The Independent, Kamis, 28 Desember 2017.
Muzychuk sebetulnya telah menantikan perlawanan dari pesaingnya guna mempertahankan juara turnamen di Doha, Qatar, 2016. Tetapi, pada kompetisi tahun ini, pertandingan itu diambil alih pesaing politik Qatar yaitu Arab Saudi.
Bagi Muzychuk dan saudara perempuannya Mariya, catur pro lainnya, penolakan mereka mengikuti aturan itu karena Kerajaan Arab Saudi tidak memperlakukan wanita dengan sesuatu yang mendekati kesetaraan.
" Tepat satu tahun yang lalu saya memenangkan dua gelar ini dan tentang orang paling bahagia di dunia catur tapi kali ini saya merasa sangat buruk," ucap dia.
Tapi bukan hanya wanita yang memiliki masalah dengan turnamen catur di Arab Saudi tersebut. Para tiga pecatur asal Israel juga mengaku tak mendapatkan visa untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
" Semua hal lain itu mengganggu, tapi hal yang paling menjengkelkan adalah hampir tidak ada yang benar-benar peduli," ujar Muzychuk.
Arab Saudi telah membayar US$1,5 juta, setara Rp20 miliar, untuk mendapatkan lisensi penyelenggaraan kejuaraan catur tersebut.
Turnamen catur dunia yang pertama kali digelar di Arab Saudi tersebut menjadi kontroversi setelah, dua tahun lalu, ulama tertinggi Arab Saudi Syeikh Abdulaziz al Syeikh memfatwa haram catur. Alasannya, catur dapat menghabiskan waktu percuma.
Catur cepat biasanya diberi batasan waktu. Catur cepat hanya memiliki waktu 15 menit permainan dan blitz hanya 10 menit.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya