Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Usai lebaran, masyarakat Indonesia kerap menggelar halal bi halal. Meski berbahasa Arab, tradisi ini tak lahir dari bumi para nabi.
Berdasarkan kisah, istilah halal bi halal dicetuskan KH Abdul Wahab Chasbullah. Kegiatan ini dicetuskan Kyai Wahab sebagai langkah mendamaikan kelompok-kelompok yang melakukan pemberontakan.
Kisah itu dimulai pada 1948. Ketika pertengah Ramadan, Presiden Soekarno memanggil Kyai Wahab ke Istana Negara. Bung Karno meminta saran untuk mengatasi masalah bangsa yang tidak sehat.
Untuk merespon itu, Kyai Wahab menyarankan agar Bung Karno menggelar silaturahmi, mengingat sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri. Tapi, Bung Karno menghendaki istilah lain dari silaturahmi.
" Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah halal bi halal," ujar Kiai Wahab.
Dari saran Kiai Wahab itulah, pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, Bung Karno mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul Halal bi Halal.
Kegiatan halal bi halal, juga disebut telah dimulai sejak KGPPA Mangkunegara I atau Pangeran Sambernyawa. Pada saat itu Mangkunegara I mengajak seluruh anggota kerajaan sungkem.
Sumber: NUOnline
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya