Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream – Badan yang mengatur investasi di Australia, Australia Securities and Investments Commission (ASIC), mengungkapkan ada uang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar Australia (Rp10 triliun) tak diketahui pemiliknya.
Uang sebanyak itu tersebar ke berbagai rekening dan investasi, tetapi dilupakan oleh pemiliknya.
Wakil Ketua ASIC, Peter Kell, mengatakan uang begitu besar tersebut tersimpan dalam dalam jumlah yang berbeda-beda. Ada rekening atau investasi bersaldo puluhan dolar, namun ada juga yang sampai ribuan dolar.
Uang-uang itu sebenarnya bisa dimanfaatkan. Tetapi, tampaknya para pemilik rekening dan investasi memilih tidak mengambil uangnya, bahkan melupakannya.
“ Kami ingin mengembalikan uang tersebut kepada para pemiliknya,” kata Kell dilansir dari Business Insider, Jumat, 28 April 2017.
Dia mengatakan, pada tahun 2016, uang lebih dari 87 juta dolar Australia (Rp870 miliar) yang terbengkalai, telah dikembalikan kepada lebih dari 16 ribu orang.
Kell mengatakan uang yang tidak diklaim itu sebagian milik mereka yang pindah rumah, tetapi lupa memberi tahu bank atau lembaga keuangan asal rekening mereka. Ada juga uang tersimpan di rekening yang tidak diakses selama tujuh tahun atau lebih.
ASIC bekerja sama dengan lembaga keuangan, MoneySmart, mendorong warga Australia mengklaim kembali uang mereka yang sudah tidak bertuan. Caranya, mereka bisa menggunakan mesin pencari yang telah disediakan.
Setelah beberapa saat pengumuman tersebut dibuat, situs MoneySmart langsung kelebihan beban. Akibatnya, situs itu tidak bisa diakses.
Dari total 1,1 miliar dolar Australia, sekitar 146 juta dolar Australia (Rp1,94 triliun) adalah milik mereka yang alamatnya tidak jelas, sedangkan sekitar 172 juta dolar Australia (Rp2,29 triliun) dimiliki oleh orang-orang yang tinggal di luar Australia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya