Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bersin (shutterstock)
Dream - Di sebagian umat Islam, mengucapkan alhamdulillah usai bersin sudah menjadi kebiasaan. Amalan itu dianggap lebih baik seperti dijelaskan ulama Muhyiddin Syarf An Nawawi dalam kitabnya, Al Adzkar.
Memang banyak yang memahami kebiasaan mengucap kalimat hamdallah usai bersin merupakan salah satu sunah yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Hal ini tertuang dalam hadis diriwayatkan Abu Dawud.
"Apabila salah satu di antara kalian bersin, maka bacalah 'alhamdulillah 'ala kulli hal', kemudian hendaknya saudara atau temannya mengucapkan 'yarhamukumullah', sedangkan orang yang bersin memberikan respon dengan menyatakan, 'yahdikumullah wa yushlihu balakum'."
Lantas, apa hikmah di balik disunahkannya kebiasaan ini?
Banyak ulama memberikan penjelasan mengenai kebiasaan mengucap alhamdulillah usai bersin. Salah satunya Al Halimi yang pendapatnya dikutip oleh Ibnu Hajar Asqalani dalam kitab Fathul Bari bi Syarhi Shahihil Bukhari.
Al Halimi menyatakan dalam tubuh manusia terdapat otak yang berfungsi sebagai pusat pikiran dan kendali sistem urat syaraf. Jika kinerja otak tidak terganggu, seluruh anggota tubuh bisa berfungsi dengan baik.
Sementara ketika orang bersin, maka dia akan sehat. Penyebabnya, bersin bisa melindungi otak dari hal-hal yang mengganggu kinerjanya.
"Menurut Al Halimi, hikmah pensyariatan baca ‘alhamdulillah’ bagi orang yang bersin adalah bahwa orang yang bersin itu menolak hal yang dapat menyakiti otak yang di dalamnya (otak) terdapat kekuatan berpikir. Di samping juga otak sebagai pusat dari sistem urat-saraf, di mana urat-urat saraf merupakan sumber pencerapan. Dengan keselamatan otak maka selamat pula anggota tubuh lainnya. Dari sini, tampak jelas bahwa hal tersebut sungguh merupakan kenikmatan besar karenanya sudah pas jika diimbangi dengan pujian kepada Allah dengan mengatakan ‘alhamdulillah.’ Sebab di dalamnya mengandung pengakuan hanya bagi Allah segala penciptaan dan kekuasaan, dan penyandaran penciptaan hanya kepada Allah, bukan yang lain," demikian pendapat Ibnu Hajar Al Asqalani.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya


Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui