Bantu Bersihkan Reruntuhan Gempa Palu, PBB Bakal Beri Uang Tunai

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 13 Oktober 2018 06:00
Bantu Bersihkan Reruntuhan Gempa Palu, PBB Bakal Beri Uang Tunai
Diharapkan dapat memberi manfaat ke lebih dari 15.000 orang di lokasi bencana.

Dream – Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) akan meluncurkan program cash-for-work atau pemberian dana tunai untuk mereka yang membantu membersihkan reruntuhan akibat gempa Donggala, Sulawesi Tengah. Program serupa pernah dijalankan di Nepal saat negara itu dilanda gempa besar.

Program itu dibentuk sebagai bayaran dari pekerjaan membersihkan reruntuhan bangunan akibat bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda Sulawesi Tengah.

Program ini merupakan bagian dari program bantuan bencana UNDP senilai US$1,4 juta, atau Rp21 miliar untuk membantu upaya pemulihan lokasi gempa.

Prakarsa cash-for-work ini akan memperkerjakan 3.500 orang. UNDP berharap program ini memberi manfaat bagi ke lebih dari 15.000 orang di lokasi yang paling parah tertimpa bencana.

“ Pembersihan reruntuhan merupakan salah satu bagian terpenting dari operasi bantuan atas bencana. Tindakan yang segera kami lakukan terkait tata kelola reruntuhan dan infrastruktur adalah dengan memprioritaskan daerah-daerah penerima bantuan kemanusiaan,” kata Direktur UNDP Indonesia, Christophe Bahuet.

“ Kami harapkan program ini membantu para warga untuk segera pulih,” ujar dia.

Tim dari UNDP Indonesia langsung tiba di lokasi sejak pekan pertama bencana. Mereka datang untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengkaji kebutuhan bagi pemulihan tahap awal.

Program cash-for-work dan program pemulihan bertumpu pada pengalaman UNDP dalam rekonstruksi dan pembangunan kembali Nepal yang ditimpa bencana alam serta Filipina yang diterjang badai Pablo di 2012.(Sah)

1 dari 1 halaman

Mencekam, Terdengar Suara Aneh di Lokasi Terdampak Gempa Palu

Dream - Gempa dahsyat yang melanda Palu dan sekitarnya pada Jumat, 28 Oktober 2018 menyisakan kisah aneh. Usai gempa terjadi, sejumlah warga mendapat pengalaman mencekam, terutama di kawasan terdampak bencana.

Diketahui, hingga 12 hari pasca-bencana, masih banyak korban yang belum dapat dievakuasi. Sejumlah orang hilang belum ditemukan.

Seperti dialami oleh warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Selatan, Inton, 39 tahun. Dia beberapa kali mengalami kejadian aneh.

Contohnya ketika dia melintas di Jalan Diponegoro di pesisir Pantai Buluri. Inton mengaku sering mendengar suara-suara yang aneh dan makin sering terdengar jelang tengah malam.

" Di sini (posko pengungsi) tidak ada yang berani melintas di sepanjang pesisir pantai itu kalau sudah tengah malam," kata Inton, dikutip dari pojoksatu.id, Rabu 10 Oktober 2018.

Suara-suara itu, kata Inton, seperti wanita atau anak-anak. Isinya adalah permintaan tolong.

" Suara aneh itu terdengar jelas jika melintas pada malam hari, apalagi saat suasana jalan raya sepi," kata dia.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie