Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sisa Lokasi Terdampak Gempa Dan Tsunami (Foto: UNDP)
Dream – Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) akan meluncurkan program cash-for-work atau pemberian dana tunai untuk mereka yang membantu membersihkan reruntuhan akibat gempa Donggala, Sulawesi Tengah. Program serupa pernah dijalankan di Nepal saat negara itu dilanda gempa besar.
Program itu dibentuk sebagai bayaran dari pekerjaan membersihkan reruntuhan bangunan akibat bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda Sulawesi Tengah.
Program ini merupakan bagian dari program bantuan bencana UNDP senilai US$1,4 juta, atau Rp21 miliar untuk membantu upaya pemulihan lokasi gempa.
Prakarsa cash-for-work ini akan memperkerjakan 3.500 orang. UNDP berharap program ini memberi manfaat bagi ke lebih dari 15.000 orang di lokasi yang paling parah tertimpa bencana.
“ Pembersihan reruntuhan merupakan salah satu bagian terpenting dari operasi bantuan atas bencana. Tindakan yang segera kami lakukan terkait tata kelola reruntuhan dan infrastruktur adalah dengan memprioritaskan daerah-daerah penerima bantuan kemanusiaan,” kata Direktur UNDP Indonesia, Christophe Bahuet.
“ Kami harapkan program ini membantu para warga untuk segera pulih,” ujar dia.
Tim dari UNDP Indonesia langsung tiba di lokasi sejak pekan pertama bencana. Mereka datang untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam mengkaji kebutuhan bagi pemulihan tahap awal.
Program cash-for-work dan program pemulihan bertumpu pada pengalaman UNDP dalam rekonstruksi dan pembangunan kembali Nepal yang ditimpa bencana alam serta Filipina yang diterjang badai Pablo di 2012.(Sah)
Dream - Gempa dahsyat yang melanda Palu dan sekitarnya pada Jumat, 28 Oktober 2018 menyisakan kisah aneh. Usai gempa terjadi, sejumlah warga mendapat pengalaman mencekam, terutama di kawasan terdampak bencana.
Diketahui, hingga 12 hari pasca-bencana, masih banyak korban yang belum dapat dievakuasi. Sejumlah orang hilang belum ditemukan.
Seperti dialami oleh warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Selatan, Inton, 39 tahun. Dia beberapa kali mengalami kejadian aneh.
Contohnya ketika dia melintas di Jalan Diponegoro di pesisir Pantai Buluri. Inton mengaku sering mendengar suara-suara yang aneh dan makin sering terdengar jelang tengah malam.
" Di sini (posko pengungsi) tidak ada yang berani melintas di sepanjang pesisir pantai itu kalau sudah tengah malam," kata Inton, dikutip dari pojoksatu.id, Rabu 10 Oktober 2018.
Suara-suara itu, kata Inton, seperti wanita atau anak-anak. Isinya adalah permintaan tolong.
" Suara aneh itu terdengar jelas jika melintas pada malam hari, apalagi saat suasana jalan raya sepi," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya