Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hari ini, 27 Desember 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah dalam kisaran angka yang sangat tinggi. Menurut Satgas Covid-19, jumlahnya sebanyak 6.528 orang.
Total akumulatifnya hingga kini, sebanyak 713.365 orang di Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona Covid-19. Untuk kasus sembuh bertambah 6.983 orang pada hari ini, Minggu 27 Desember 2020.
Sehingga, total akumulatif di Indonesia ada 583.676 orang sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Corona Covid-19 sampai saat ini. Sementara itu, pasien Covid-19 yang meninggal dunia pada hari ini terdapat penambahan 243 orang.
Jadi total akumulatifnya sampai saat ini sebanyak 21.237 pasien Corona Covid-19 meninggal dunia di Indonesia. Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Sabtu, 26 Desember 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.
Laporan Devira Prastiwi/ Sumber: Liputan6.com
Dream - Pandemi Covid-19 sepertinya belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Bahkan, kasus baru Covid-19 di Indonesia belum juga mereda.
Saat ini tren penambahan kasus baru Covid-19 masih di atas angka 6.000 kasus per hari di seluruh Indonesia.
Data situs Covid19.go.id pada Sabtu, 26 Desember 2020, menunjukkan ada tambahan 6.740 kasus baru Covid-19.
Sehingga, total kasus positif Covid-19 di Indonesia sampai hari ini telah mencapai 706.837 kasus.
Untuk kasus pasien sembuh dari Covid-19, hari ini mengalami penambahan sebanyak 6.389 orang.
Dengan demikian, jumlah total kasus pasien sembuh hingga saat ini menjadi sebanyak 576.693 orang.
Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia bertambah 147 orang. Sehingga total keseluruhan yang meninggal di Indonesia sampai saat ini sebanyak 20.994 orang.
Karena masih tingginya pertambahan kasus positif Covid-19, pemerintah meminta masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mematuhi protokol kesehatan.
Masalahnya, untuk menekan penyebaran wabah Covid-19 ini dimulai dari menekan angka penularan. Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya perilaku 3M.
Perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan ini bisa menekan penularan virus corona penyebab Covid-19.
Dream - Beredar di media sosial postingan terkait anggota Parlemen Austria yang menguji alat rapid test antigen dengan Coca-Cola. Postingan itu langsung ramai jadi perbincangan sejak pekan lalu.
Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama I Gusti Rahvtu Lan, dia mengunggahnya pada 14 Desember 2020. Dalam postingannya ia memasang foto dengan tulisan " Coca Cola Positif Covid-19" .

Selain itu ia juga menambahkan narasi sebagai berikut:
" Parlemen di Austria membuktikan ngawurnya hasil rapid test dgn memberi contoh segelas Coke yg dites dan hasilnya positif.
Yg bikin gw trenyuh, marah sekaligus bingung, udah ada ribuan bukti dari hampir seluruh dunia bahkan dokter2 patologi Indonesia juga sependapat, tapi kenapa rapid masih DIWAJIBKAN sampai memakan banyak korban jiwa? Lu psikopat apa gimana?
Demi lindungin bisnis iblis kayak gini lu sampai penjarain orang ya IKATAN DOKTER INDONESIA. Mana sumpah dokter lu?"
Lalu benarkah alat rapid test antigen jika diberikan Coca-Cola akan memberikan hasil positif?
Dilansir dari Liputan6.com, Cek Fakta menelusuri klaim itu dengan menghubungi Assoc. Prof. Bimo A. Tejo Ph.D, Ilmuan Kimia & Bioteknologi Universiti Putra Malaysia. Dia menjelaskan, hasil rapid test menjadi positif saat menggunakan Coca-Cola karena tidak mengikuti instruksi yang diberikan oleh pabrikan alat rapid test itu.
Dalam video yang beredar, Parlemen Austria bernama Michael Schnedlitz memang langsung menuangkan minuman bersoda itu ke alat rapid test. Dia tidak memakai larutan penyangga (buffer) yang seharusnya dipakai saat menggunakan alat tersebut.
" Alat rapid test antigen sangat sensitif terhadap keasaman (pH) sampel yang digunakan. Oleh sebab itu sampel swab hidung harus dimasukkan ke dalam larutan penyangga (buffer) supaya keasamannya stabil di kisaran pH 7-8," ujar Prof Bimo saat dihubungi Liputan6.com, Rabu 23 Desember 2020.
" Nilai pH Coca-Cola, sambal cireng, atau selai apel yang digunakan beberapa orang untuk menguji alat rapid test antigen berada di luar nilai pH yang diizinkan. Nilai pH itu justru merusak alat rapid test antigennya," katanya menambahkan.
" PH sampel yang diambil dari hidung sekitar 5,6 sampai 7,4 sehingga kalau masuk buffer distabilkan menjadi sekitar 7-8. Intinya penggunaan alat rapid test antigen harus dilakukan sesuai instruksi."
Selain itu ada juga penjelasan dari lembaga pemeriksa fakta AS, Politifact dalam artikel berjudul " Austrian politician goofed in testing Coca-Cola sample for COVID-19" yang tayang 17 Desember 2020.
Dalam artikelnya, Politifact mengutip pernyataan dari Dialab, perusahaan asal Austria yang alatnya menjadi bahan ujicoba Schnedlitz. Dalam penjelasannya Dialab menyebut Schnedlitz tidak menjalankan instruksi dari alat testnya.
" Dalam pengujian yang dijalankan dengan benar, sampel selalu diaduk terlebih dahulu dalam cairan (buffer) yang menjaga pH konstan. Tes covid-19 juga harus dilakukan oleh staf rumah sakit atau orang yang terlatih untuk mengujinya," bunyi pernyataan Dialab.
PolitiFact juga mengutip instruksi penggunaan dari FDA (BPOM AS) bahwa alat rapid test antigen harus menggunakan buffer saat diuji.
Postingan video dari anggota Parlemen Austria, Michael Schnedlitz yang menguji alat rapid test antigen dengan Coca-Cola dan hasilnya positif adalah salah.
Faktanya Schnedlitz melakukan test tidak sesuai dengan instruksi yang diberikan dan itu membuat hasilnya rusak.
Sumber: liputan6.com
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya