Kasur Khusus untuk Titi Wati Usai Operasi Pengecilan Lambung

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 17 Januari 2019 14:02
Kasur Khusus untuk Titi Wati Usai Operasi Pengecilan Lambung
Kasur ini digunakan agar tidak menimbulkan cedera di bagian belakang tubuh Titi.

Dream - Tim dokter telah melaksanakan operasi bariatrik atau pengecilan ukuran lambung untuk Titi Wati, 37 Tahun. Operasi pada wanita dengan berat badan 220 (sebelumnya disebut 350 Kg) kilogram ini dilakukan di RSUD Dorrys Sylvanus, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 15 Januari 2019.

Usai menjalani operasi, Titi menjalani pemulihan di Instalasi Bedah Sentral. Nantinya, Titi akan dirawat di ruang Edelweis nomor 25.

Direktur RSUD Dorrys Sylvanus, Yayuk Indriaty, pihaknya telah menyiapkan kasus khusus bagi Titi yang disebut Matras Decubitus.

Kasur ini dirancang untuk pasien yang tidur dalam waktu panjang, agar tidak terjadi cedera pada bagian belakang tubuh.

" Ini merupakan kasur anti luka," kata Yayuk, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 17 Januari 2019.

Matras decubitus terbuat dari karet dengan ukuran cukup untuk tubuh manusia dewasa. Kasus ini bisa mengembang dan mengempis dengan adanya udara.

 

 

 

1 dari 7 halaman

Ini Wujud Kasur Khusus Titi

Udara dalam kasur ini disalurkan dari pompa listrik ukuran kecil. Pompa tersebut dilengkapi tombol untuk menyalurkan udara ke dalam kasur.

 Matras Decubitus

Selanjutnya, Yayuk mengatakan pemindahan Titi dari Instalasi Bedah Sentral menuju ruang rawat inap masih menunggu hasil pemeriksaan. Dia belum bisa memberikan informasi kapan Titi akan dipindah.

Menurut dia, saat ini masih ada beberapa dokter yang menjalankan observasi. Sehingga, Titi belum dapat dipindahkan.

Lebih lanjut, Yayuk mengatakan kondisi Titi sudah mulai stabil. Meski begitu, wanita yang mengalami obesitas akut itu tetap mendapatkan pengawasan.

" Semua peralatan mulai dari oksigen di hidung dan cateter masih terpasang di tubuhnya," kata Yayuk

Sumber: Liputan6.com/Rajana K.

2 dari 7 halaman

Bedah Perut Wanita 350 Kg, Ini yang Ditemukan Dokter

Dream - Operasi bedah pasien obesitas Titi Wati menghadapi kendala. Tim Dokter RSUD Dorrys Sylvanus, Palangkaraya, mengatakan, ketebalan lemak di perut Titi Wati yang mencapai 15 sentimeter menyulitkan proses pembedahan.

Tim dokter akhirnya memutuskan membedah area di atas pusar Titi. Menurut ketua tim dokter, Gede Eka Rusdiantara, tingkat ketebalan lemak di area itu lebih kecil.

" Agar kamera bisa dimasukkan ke dalam perut, tim memutuskan mencari lokasi yang tingkat ketebalan lemak kurang dari 15 sentimeter," kata Gede, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 16 Januari 2019.

Gede mengatakan, secara umum operasi pembedahan Titi berlangsung selama satu jam 15 menit dan berjalan lancar. Diagnosis awal dokter menyebut, usai operasi gula darah dan fungsi organ tubuh lainnya berjalan normal.

Titi, imbuh Gede, menjalani operasi pengambilan 50 hingga 60 persen bagian lambung. Upaya itu untuk menurunkan berat badan Titi.

" Harapannya nanti pasien akan bisa menurunkan berat badan antara 15 kilogram hingga 25 kilogram setiap bulannya," ujar dia.

Penanganan Titi rencananya tidak akan berhenti pada operasi ini. Direktur RSUD Sylvanus Palangkaraya, Yayuk Indriaty, mengatakan, akan mendampingi Titi hingga sembuh.

" Kita akan tetap bekerja sama dengan Rumah Sakit Sanglah dan Rumah Sakit Royal di Bali untuk penanganan pasien ini," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Rajana K

3 dari 7 halaman

Perjuangan Evakuasi Wanita 350 Kg Titi Wati Saat Hendak Dibawa ke RS

Dream - Jumat, 11 Januari 2019 sekitar pukul 08.00 WIB, suasana tak biasa terasa di rumah Titi Wati, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Puluhan petugas pemadam kebakaran dan petugas rumah sakit berada di rumahnya.

Bukan karena ada kebakaran, tapi untuk mengevakuasi Titi agar bisa dibawa ke rumah sakit. Puluhan petugas pemadam kebaran itu datang bukan tanpa sebab, mereka bertugas untuk menjebol tembok rumah Titi.

Proses evakuasi Titi tidak semudah yang dibayangkan, karena perempuan berusia 37 tahun itu kini memiliki berat badan 350 kilogram. Tembok rumah harus dijebol lantaran pintu yang berada di rumah Titi terlalu kecil bagi tubuhnya.

Setelah bekerja ekstra, 20 petugas pemadam kebakaran itu berhasil menjebol tembok rumah dan berhasil memindahkannya ke mobil ambulans untuk dibawa ke RSUD Dorrys Sylvanus.

" Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah dan saya siap lahir batin untuk menjalani semuanya," ujar Titi dikutip dari laman Liputan6.com, Sabtu 12 Januari 2019.

 

4 dari 7 halaman

Jalani Operasi Lambung

Wakil Direktur RSUD Dorrys Sylvanus Bidang Kemitraan dan Pendidikan, Theodorus Sapta Atmaja akan ditempatkan di ruang khusus untuk memantau kesehatannya secara serius.

Dalam waktu sepekan, tim medis akan memantau kondisi kesehatan Titi dalam rangka persiapan menjalani operasi lambung.

Dengan operasi ini, diharapkan berat badan Titi turun 15 hingga 20 kilogram.

" Jadi nantinya volume lambungnya akan berkurang hingga 50 persen," ucap Theodorus.

Tim medis yang akan menangani Titi sebanyak enam orang yakni dua dokter bedah, satu dokter anastesi dan tiga perawat yang didatangkan dari Bali.

(Sumber: Liputan6.com/Rajana K)

5 dari 7 halaman

Penyebab Badan Titi Wati Membesar, Ini Penjelasan Pakar Gizi

Dream - Titi Wati menjadi sorotan media nasional. Wanita yang tinggal di Jalan G Obos XXV, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini menyedot perhatian lantaran ukuran tubuhnya yang tidak normal.

Berat badan Titi dinilai tidak wajar, 350 kilogram. Tubuhnya membesar hingga kesulitan untuk duduk. Sehingga, Titi hanya bisa tengkurap.

Saat ini, belum ada penjelasan medis terkait kondisi Titi yang mengalami obesitas akut. Kasus Titi ini juga menjadi perhatian serius di kalangan praktisi kesehatan.

Ada sekitar 6 dokter dari berbagai rumah sakit turun tangan menangani Titi. Saat ini, Titi berada dalam pantauan ketat medis sebelum dilakukan operasi.

Kepala Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Palangkaraya, I Nyoman Sri Yuliani, menjelaskan, secara teori apa yang terjadi pada Titi bisa dialami siapa saja. Menurut Sri, obesitas yang dialami Titi terjadi akibat terlalu banyaknya asupan kalori.

Sementara, aktivitas membakar kalori sangat sedikit. Sehingga terjadi kelebihan kalori yang kemudian menumpuk dan menjadi lemak.

 

6 dari 7 halaman

Dampak Obesitas

Pemicu obesitas, kata Sri, ada banyak. Bisa karena pola makan yang salah, kurang aktivitas fisik, hingga faktor genetik seperti keturunan, gangguan hormon, atau karena sedang dalam terapi tertentu.

" Obesitas juga dipicu perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan olahan atau diet dengan tinggi kalori," kata Sri, dikutip dari JPNN.

Penumpukan lemak tubuh, apalagi jika berlebihan, meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius seperti sakit jantung, diabetes atau hipertensi. Selain itu, obesitas juga dapat menimbulkan gangguan kualitas hidup maupun masalah kejiwaan seperti minder hingga depresi.

Obesitas perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak berbahaya pada tubuh. Caranya dengan mengubah pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik juga perilaku dari penderitanya.

Penanganan kasus obesitas, menurut Sri, dilihat dari penyebabnya lebih dulu. Sehingga, tidak semata dengan memperbanyak aktivitas fisik.

7 dari 7 halaman

Kasus Titi Wati...

Sementara, dalam kasus Titi, Sri belum dapat memberikan kesimpulan. Sebab, dia belum mengetahui penyebab tubuh Titi membesar.

" Dicurigai memang dari pola makan yang tidak teratur dan berlebihan," kata Sri.

Meski demikian, Sri menegaskan butuh pemeriksaan lebibih dulu untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari obesitas. Termasuk untuk menemukan kemungkinan adanya pemicu lain seperti kangker atau gangguan hormon.

Sri meragukan pengakuan Titi yang terbiasa minum air es. Sebab, air es murni tidak akan menimbulkan kegemukan.

" Kalau (air es) diberi gula baru bisa. Apalagi minumnya sampai lima gelas dan gorengannya berpuluh-puluh, itu bisa jadi obesitas," kata Titi.

Sumber: JPNN

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen