Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kiper Yokohama Marinos (Foto: Instagram/Yokohama.marinos)
Dream - Adu penalti langka terjadi di pertandingan final Super Cup Liga Jepang. Para algojo dari tim sepakbola ternama Yokohama F Marinos dan Vissel Kobe, gagal membobol gawang tim musuh sebanyak 9 kali berturut-turut.
Kejadian langka ini akan menjadi sejarah baru yang pernah tercipta di Stadiun Siatama, Jepang.
Mengutip laman japantimes.co.jp, pertandingan terpaksa berakhir dengan drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 3-3 dalam final Fuji Xerox Super Cup.
Kobe akhirnya berhak menggondol piala Super Cup setelah menang 3-2 dalam drama tersebut setelah sembilan algojo secara berturut-turut gagal membobol gawang lawan.
" Ini hiburan menarik bagi sepakbola Jepang. Saya berharap fans menyukainya," ujar manager Kobe Vissel, Thorsten Fink. " Saya tak pernah menyaksikan penalti seperti itu."
Pernyataan pelatih berkebangsaan Jerman itu kurang lebih tepat. Alasannya, partai final tersebut disiarkan langsung lewat streaming dua raksasa sosial media, Facebook dan Youtube.
Hotaru Yamaguchi, salah satu pemain yang mendapat kesempatan tendangan penalti ke-14 di partai tersebut menduga faktor lamanya masa libur musim salju membuat banyak pemain gagal mengeksekusi tendangan tersebut.
" Saya pikir ini karena pertandingan preseason. Kami tak bermain bagus di babak pertama," kata pelatih Yokohama Marinos, Ange Postecoglou.
Tom Kobe Vissel sendiri dihuni oleh mantan bintang Barcelona, Andrea Iniesta yang untuk pertama kalinya bermain di stadion tersebut usai absen dalam dua pertandingan melawan Urawa Reds.
Thiago Martins, Iniesta, Takahiro Ogihara, dan Junya Tanaka menjadi pemain yang sukses menjalankan tugas penalti dengan sempurna. Gol mereka membuat pertandingan menjadi tegang karena posisi sama kuat 2-2.
Usai posisi seri tersebut, datanglah peristiwa langka dari sembilan pemain yang mengambil tendangan penalti. Selain berhasil diselamatkan penjaga kiper, sebagian besar tendangan para algojo ini meleset dari target.
Di antara sembilan pesepakbola tersebut, terdapat nama pemain bintang dunia, Thomas Vermaelen, yang gagal menunaikan tugasnya.
Gelar Super Cup Liga Jepang akhirnya berhak digenggam Kobe Vassel setelah Yamaguchi sukses membobol gawang Marino yang dijaga Paik Il-gyu.
(Sah, Sumber: Japantimes.co.jp)
ini momen saat sembilan pemain Liga Jepang gagal mengeksekusi penalti di final Super Cup dikutip dari akun Youtube J.LEAGUE International
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya