Viral, Ambulans Bawa Pasien Dihalangi dan Ditabrak Oknum PNS Bogor

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 29 September 2020 10:01
Viral, Ambulans Bawa Pasien Dihalangi dan Ditabrak Oknum PNS Bogor
Insiden tersebut terjadi di kawasan Ciampea.

Dream - Insiden penghalangan ambulans tengah viral di media sosial. Insiden melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Video diunggah pada akun Indonesian Escorting Ambulans (IEA) Bogor Raya namun sudah diturunkan. Tetapi, sejumlah akun kembali menyebarkan video, salah satunya @bogor24update.

Dalam video itu, terlihat mobil Suzuki Ertiga berplat nomor B 1923 PZP tengah disorot.

Perekam video itu menyebut mobil Ertiga itu menghalangi laju ambulans. Pengendara mobil tersebut juga terekam dalam video, seorang pria mengenakan seragam PNS.

" Dihalangin ambulans, Satpol PP, aparat. Ambulans ditabrak," demikian suara perekam video tersebut.

 

1 dari 3 halaman

Mobil Ambulans Rusak Ditabrak

Perekam kemudian mengarahkan kamera ponsel ke ambulans. Dia lalu menyorot bagian bemper depan sisi kiri ambulans rusak.

Pada bagian keterangan, insiden itu terjadi di Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 28 September 2020 sekitar pukul 10.40 WIB. Tepatnya di pertigaan Warung Borong Ciampea.

Pengendara mobil disebut tidak mau memberi jalan kepada ambulans yang sedang membawa orang sakit. Padahal, pengendara sudah diberi tahu kondisi yang terjadi.

Tetapi, pengendara berkepala plontos itu tetap tidak mau mengurangi kecepatan. Sementara kendaraan lain sudah menepi agar ambulans dapat lewat.

 

2 dari 3 halaman

Bukan Anggota Satpol PP

Menanggapi viralnya video itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah, mengatakan oknum berseragam PNS dalam insiden itu bukanlah anggota Satpol PP.

Dia menegaskan insiden itu tidak ada kaitannya dengan instansi yang dipimpinnya.

" Itu bukan Satpol PP. Nggak ada kaitan dengan Pol PP. Itu pegawai Kecamatan Gunung Sindur, dari pelayanan," ujar Agus, dikutip dari Radar Bogor.

Agus menyayangkan sikap pria dalam video tersebut. Seharusnya inside itu tidak boleh terjadi.

" Yang namanya ambulans membawa pasien yang lagi terburu-buru harus diprioritaskan," kata Agus.

Beri Komentar