6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Sampah Bungkus Mi Instan Yang Viral Di Media Sosial (Foto: Twitter @selfeeani)
Dream - Kemasan produk dari plastik telah menjadi ancaman serius kerusakan alam. Baru-baru ini, warganet menyoroti bungkus mi instan yang berasal dari tahun 2000.
Foto bungkus mi kemasan itu diunggah Fianisa Tiara Pradani, mahasiswi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Malang, di akun Twitter-nya @selfeeani.
Dalam unggahan tersebut, dia menunjukkan bungkus mi instan untuk menyambut 55 tahun HUT Indonesia.
" Agustus nanti Indonesia akan berumur 74 tahun. Namun, pagi ini saya menemukan bungkus yang bertuliskan dirgahayu Indonesia ke-55," tulis Fianisa.
Itu artinya, bungkus plastk itu tidak hancur dalam waktu belasan tahun. " Perbedaannya 19 tahun jadi bungkus ini terombang ambing di laut sampai hanyut ke bibir pantai selama 19 tahun," tambahh dia.
Unggahan itu memancing reaksi warganet lain. Beberapa warganet turut membagi unggahan foto temuan sampah plastik di laut.
" Tahun 2018 lalu ada yang nemu sampah bekas shampoo sachet dari tahun 80-an. Kalau dihitung usianya sudah lebih dari 30 tahun. Terombang-ambing di dasar laut selama itu tidak akan membuatnya terurai," tulis akun @S_Purwadi.
Juru kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi, mengatakan, sampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi satwa di darat dan laut.
Menurut dia, laporan terbaru dari Center for International Environmental Law (CIEL) menyebut, dampak yang ditimbulkan oleh plastik jauh lebih luas lagi.
" Plastik dengan berbagai komponen kimia yang terkandung di dalamnya ternyata juga merupakan ancaman serius terhadap kesehatan manusia, mulai dari proses pembuatan hingga statusnya sebagai sampah. Pemerintah dan perusahaan harus segera bertindak mengurangi suplai plastik sekali pakai dengan mengaplikasikan ekonomi sirkuler lewat konsep penggunaan kembali (reuse),” kata Atha dalam Februari 2019.
Atha mendesak pemerintah daerah untuk melarang penggunaan kantong plastik. Sementara itu, perusahaan pun diminta berinovasi dengan meninggalkan kemasan plastik sekali pakai.
" Dan pembangunan insinerator bukanlah tindakan yang tepat. Pasalnya, sampah plastik yang dibakar akan melepaskan bahan kimia berbahaya ke udara. Oleh sebab itu, solusi utama dari polusi plastik adalah mengurangi suplai plastik sekali pakai,” ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
