Viral Kerusakan Gempa Susulan 5,2 SR di Palu, BNPB: Itu Hoaks

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 9 Oktober 2018 16:22
Viral Kerusakan Gempa Susulan 5,2 SR di Palu, BNPB: Itu Hoaks
Gempa susulan tadi pagi tak menimbulkan kerusakan ataupun korban.

Dream - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pagi tadi terjadi gempa susulan di Palu, Sulawesi Tengah sebesar 5,2 skala Richter (SR).

Sutopo menuturkan, peristiwa itu kemudian viral di media sosial dengan menggambarkan dampak kehancuran pasca gempa 5,2 skala Richter lagi tadi. Padahal, kata dia, peristiwa itu merupakan kondisi pada 28 Oktober 2018 lalu.

" Menimbulkan hoaks dengan kondisi jalan terbelah, bangunan roboh yang disebutkan 5,2 skala Richter dan 4,8 Skala Richter di Bulukumba jadi berita hoaks," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

Sutopo menuturkan, gempa susulan tadi pagi tidak menimbulkan kerusakan ataupun korban jiwa.

" Jadi kalau menerima informasi menggunakan logika. Tidak akan menimbulkan seperti itu," ucap dia.

Gempa susulan yang berada di Sulawesi Tengah hingga kini telah terjadi sebanyak 508 kali. Akan tetapi, hanya 16 gempa yang dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

" Rata-rata setiap tahun di Indonesia 5.000-6.000 kali (gempa)," ujar dia.

1 dari 2 halaman

Korban Tewas Bencana Sulawesi Tengah Tembus 2.010 Jiwa

 Evakuasi korban gempa

Dream - Korban meninggal dunia akibat musibah gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah hingga Selasa, 9 Oktober 2018, pukul 13.00 WIB mencapai 2.010 orang.

" Korban meninggal dunia 2.010 orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta.

Sutopo merinci, korban meninggal dunia itu berasal dari Palu berjumlah 1.601 orang, Donggala berjumlah 171 orang, Sigi berjumlah 222 orang, Parigi Moutong berjumlah 15 orang, dan Pasangkayu, Sulawesi Barat berjumlah 1 orang.

" Semua korban sudah dimakamkan," ucap dia.

Sutopo melanjutkan, ada 934 korban meninggal dunia yang dimakamkan secara massal dan 1.076 dikubur di pemakaman keluarga.

Sementara itu, seorang warga negara asing yang turut menjadi korban juga ditemukan tim evakuasi. Jenazah berwargakenegaraan Korea Selatan itu akan dikebumikan di pemakaman keluarga.

" Satu warga Korea Selatan juga masuk ke pemakaman keluarga," ujar dia. (ism) 

2 dari 2 halaman

Presilia Ditemukan Saat Peluk Jenazah Ibunda

Dream - Kisah suka duka mewarnai aksi evakuasi musibah di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Salah satu kisah itu muncul dari kisah bocah perempuan bernama Presilia Andini, 4 tahun.

Presilia ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan rumahnya di Perumnas Balaroa. Dia dikeluarkan dari tumpukan puing itu oleh prajurit Kostrad.

Saat ditemukan, posisi Presilia masih berpelukan dengan ibundanya. Nahas. Kondisi ibunya sudah tak bernyawa.

Sedih juga melihat anak ini. Menangis terus memanggil ibunya yang sudah tidak ada. Dia ditemukan tiga hari setelah gempa,” kata Serka Dedy Handoko dari Yonkes 1 Kostrad, diakses Dream dari kostrad.mil.id, Senin, 8 Oktober 2018.

 Presilia terbaring di tempat tidur

Selama dirawat di Rumkitlap Yonkes 1 Kostrad, Presilia mendapat dukungan dan hiburan. Dedy berharap cara ini dapat menormalkan suasana hatinya.

“ Agar kembali normal pascagempa bumi yang dialami, tim bersama relawan memulihkan suasana hati dan trauma dengan menghiburnya. Ada psikolog yang diturunkan untuk itu," kata Dedy.

Rencananya, usai kondisinya membaik, Presilia akan dibawa ke Makassar. Dia akan diasuh oleh pamannya.

Kondisi ini disebabkan Presilia tak memiliki ayah. Ayahnya berpulang sebelum gempa dan tsunami melanda.

Peristiwa penyerahan dari Presilia ke pamannya terlihat begitu mengharukan. Ada senang dan rasa sedih yang bercampur.(ism)

Beri Komentar
ANGRY BIRDS 2, Animasi Lucu dengan Pesan Tersembunyi - Wawancara Eksklusif Produser John Cohen