Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
KM Sabuk Nusantara 39 Terseret Ombak Akibat Tsunami Donggala Saat Bersandar Di Pelabuhan Wani, Donggala, Sulawesi Tengah.(Fery Pradolo/Liputan 6)
Dream - Tim gabungan hingga kini masih melakukan pencarian korban yang diduga masih berada di bawah reruntuhan bangunan pasca terjadinya gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018.
Hingga Senin, 8 Oktober 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 1.948 orang meninggal dunia. Korban meninggal diduga karena tertimpa bangunan yang runtuh dan tersapu tsunami.
Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengatakan, pada 11 Oktober 2018 proses pencarian korban akan dihentikan.
" Pencarian (korban) tanggal 11 (Oktober) tidak dilakukan," kata Willem di Gedung BNPB, Jakarta, Senin 8 Oktober 2018.
Dalam aturan pencarian korban proses evakuasi itu maksimal hanya dilakukan 10 hari saja. " Dalam aturan itu tujuh hari. (Apabila diperlukan) ditambah tiga hari," ucap dia.
Willem melanjutkan, pada 11 Oktober 2018 itu artinya sudah masuk 14 hari setelah musibah berlangsung. Apabila memaksa untuk mencari korban, dikhawatirkan jenazah yang sudah dalam keadaan membusuk itu akan menimbulkan penyakit.
" Kalau sudah 14 hari bongkar, terus jenazah sudah sulit diidentifikasi. Kalau dibongkar terus, jenazah akan menimbulkan penyakit," ujar dia.
Mengenai penghentian pencarian korban, Pemerintah Daerah (Pemda) akan berdialog bersama warga. Dialog itu untuk memberi penjelasan bagi masyarakat yang merasa kehilangan saudaranya.
" Pemda akan berdialog dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dialog itu penting," kata Willem. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang